I Am Okay Indonesia

Abis Pulang Healing Malah Tambah Pusing? Sebenarnya, Apa sih yang Ingin Kalian Sembuhkan?

Siapa sih, yang saat ini tidak kenal dengan istilah healing? Rasanya semua kalangan sudah kenal betul dengan trend kegiatan yang satu ini. Berawal dari sebuah video ajakan bernuansa liburan ke tempat eksotis untuk ‘beristirahat’ sejenak, banyak orang kemudian menirukannya. Tidak lama kemudian, istilah ini pun menjadi booming dan banyak disebut dalam aktivitas bersosial media selama beberapa waktu.

Dilandasi dengan opini bahwa mother nature merupakan sebuah tempat untuk healing yang efektif, banyak video healing yang kontennya memuat berbagai potongan pemandangan alam yang indah ataupun destinasi wisata yang memukau. Namun, belakangan ini juga banyak opini yang menyatakan bahwa healing bisa membuat kantong bolong dan malah membuat kita jadi makin pusing. Nah, loh. Kok bisa gitu, ya? Apakah kamu merasakannya juga, fellas? Berniat healing, eh ketika pulang, rasanya malah makin pusing.

Hm… salahkah healing dengan jalan-jalan? Kenapa efek healing seolah hilang ketika kita pulang? Apa jangan-jangan karena kita belum tahu apa itu definisi asli dari healing itu sendiri?

Healing Bukan Sembarang Healing

Secara harfiah, healing berarti menyembuhkan yang mengarah pada makna ‘menyembuhkan suatu luka fisik’. Namun, healing yang dimaksud dalam trend yang terjadi lebih tepatnya mengarah pada emotional healing, fellas. Dalam konteks psikologi, emotional healing memiliki makna tersendiri yang lebih dalam daripada sekedar ‘menyembuhkan’.

Dalam prosesnya, emotional healing meliputi pengakuan (acknowledging), membiarkan (allowing), menerima (accepting), dan mengintegrasikan (integrating) suatu pengalaman atau peristiwa negatif yang menyakiti diri kita, baik secara psikis maupun fisik. Secara singkat, emotional healing merupakan sebuah proses untuk mengobati rasa trauma atau sakit yang kita rasakan secara psikologis. Tidak berjalan sendiri, proses healing juga seringkali meliputi empati, regulasi diri, belas kasihan, penerimaan diri, dan juga mindfulness. 

Menelusuri Asal-muasal Luka yang Harus Disembuhkan

Karena ‘rasa sakit’ emosional yang kita alami bermacam-macam asal dan jenisnya, penting bagi kita untuk mengetahui secara pasti dulu sumbernya. Kalau dipikir-pikir, rasanya mustahil juga untuk menyembuhkan luka apabila kita tidak mengetahui di mana letak lukanya, bukan? Terlebih lagi, ibaratnya seperti luka yang memiliki penyebab berbeda-beda, begitu pula dengan cara penanganannya. Bayangkan apabila kamu mengalami memar karena kepentok meja, tapi ditangani dengan cara diperban alih-alih dikompres. Tentu saja metode penyembuhan yang digunakan tidak efektif, bukan?

Luka emosional yang asal diberi treatment pengobatan tanpa mengetahui jenis dan asal-usulnya juga dapat berujung pada tidak adanya perubahan usai healing loh, fellas. Sayang banget kan, kalau kita mengeluarkan banyak sumber daya untuk healing, tapi kita sendiri tidak tahu apa yang mau kita sembuhkan. Selain itu, banyak orang memiliki kecenderungan untuk memaksakan proses healing untuk menghilangkan perasaan negatif yang dirasakan. Kenyataannya, memaksakan proses healing dapat mengarah pada denial yang berujung pada pemendaman rasa negatif yang kita rasakan. Duh, jangan sampai berniat untuk healing, kita malah mengubur duka dan luka kita ya, fellas!

Untuk itu, yuk telusuri dulu sebab kamu merasa terluka! Berikut adalah list potensi sumber penyebab luka emosional yang mungkin dapat membantu kamu.

  • Relasi familial: pertengkaran antar anggota keluarga, tuntutan keluarga, ekspektasi yang tinggi dari orang tua, hubungan yang renggang, penolakan dari keluarga.
  • Relasi interpersonal: perselisihan dalam pertemanan, eksklusi sosial, perasaan kesepian, bullying, tuntutan sosial, dikecewakan, patah hati.
  • Faktor internal: ekspektasi yang tinggi terhadap diri sendiri, kegagalan, kekalahan, kecewa terhadap diri sendiri, perasaan duka.
  • Faktor psikologikal:  imposter syndrome, burnout, gejala depresi, social anxiety, trust issues. 

Dari list tersebut, apakah salah satunya terasa menjadi sumber penyebab luka emosional kamu, fellas? Kalau tidak, coba pikirkan kembali kapan perasaan negatif tersebut pertama kali muncul. Perasaan negatif seperti apa yang kamu rasakan? Apa yang mendasarinya? Siapa dan situasi seperti apa yang dapat memicu perasaan negatif tersebut? Apa efeknya terhadap mood kalian? Ketika kalian merasa telah menemukan sumber penyebab dan jenis luka emosional tersebut, berikut beberapa cara healing yang dapat kalian lakukan. 

Teknik Healing ala Kamu

All in all, hal ini bukan berarti healing yang menghabiskan banyak sumber daya itu tidak baik ya, fellas! Nyatanya, healing dengan jalan-jalan, berwisata, dan lain sebagainya bisa saja efektif, kok. Hal ini tentunya juga berkaitan dengan perbedaan masing-masing individu, mulai dari hobi, kebiasaan, sampai kepribadiannya. Untuk itu, yuk kenali beberapa metode healing berikut untuk memberikan gambaran healing efektif yang dapat kalian lakukan!

  1. Healing dengan Beristirahat yang Cukup

Bagi kamu si introvert sejati atau kamu yang lelah dengan huru-hara kehidupan, mendapatkan istirahat yang cukup dapat memberikan ketenangan psikologis yang mungkin tubuhmu perlukan. 

  1. Healing dengan Hangout

Terkadang, entah kamu adalah seorang introvert atau extrovert, dikelilingi dan berinteraksi dengan teman dekat dapat menjadi obat pereda kejenuhan yang efektif loh, fellas! Apalagi kalau hangout kamu diisi dengan banyak quality times, nih. 

  1. Netflix and Chill Heal

Bagi kamu yang nggak suka hangout ataupun merupakan seorang introvert kronis, me time dengan rebahan ditambah film favorit is the real deal. Apalagi kalo nontonnya sambil snacking. Ups, jangan keterusan tapinya ya, fellas

  1. Healing dengan Jalan-jalan

Nah, jenis healing yang satu ini mungkin paling populer dikenal oleh masyarakat, nih! Untuk kamu suka pelesiran, berada di suasana baru sambil berwisata dengan pemandangan memukau yang indah, jalan-jalan atau berwisata ini bisa banget jadi metode healing yang efektif, fellas.

  1. Healing dengan Hobi

Tidak kalah dengan metode healing lainnya, melakukan kegiatan yang kamu sukai juga dapat menjadi escapades kamu loh, fellas! Mau itu hobi sesimpel menggambar, menulis, atau bahkan traveling. 

Dari beberapa jenis healing diatas, kira-kira mana nih, yang sudah atau paling suka kamu lakukan?

Glosarium

Mother Nature: personifikasi alam yang berfokus untuk menekankan aspek alam sebagai sebuah ‘pemberi’ atau ‘sumber’ dari kehidupan.

The real deal: sesuatu atau seseorang yang benar-benar nyata atau asli.Escapades: sebuah aktivitas yang menimbulkan dan melibatkan rasa gembira atau petualangan.

Penulis: Litara Fathin
Editor: Zandha
Desain: Riska
SEO Editor:

Referensi:

I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.