I Am Okay Indonesia

Aduh, Susah Banget ya Mengatasi Prokrastinasi?!

Prokrastinasi memang hampir mustahil untuk tidak pernah kita lakukan ya teman-teman. Tapi, prokrastinasi atau perilaku menunda-nunda pekerjaan penting demi melakukan hal lain yang tidak lebih penting akan sangat merugikan kita.

Contoh paling sederhana adalah kita menunda melakukan tugas kuliah yang tenggat waktunya 2 hari lagi karena ingin menonton film kesukaan kita. Mungkin kita memang merasa masih ada waktu yang cukup untuk mengerjakan tugas-tugas penting tersebut, tapi performa dari tugas itu tidak akan maksimal jika diselesaikan semakin mendekati tenggat waktu, lho!

Tapi, jika sudah jelas merugikan, lalu kenapa masih banyak orang yang sering melakukan prokrastinasi? Nah, alasan ini berkaitan dengan 6 jenis prokrastinasi berikut.

Jenis-Jenis Prokrastinasi

Tiga jenis prokrastinasi pertama berkaitan dengan perasaan cemas akan tugas yang harus kita kerjakan sehingga kita menunda untuk mengerjakannya. Sementara tiga jenis prokrastinasi selanjutnya berkaitan dengan perasaan bosan atau frustrasi yang kita pikir akan kita rasakan selama mengerjakan tugas tertentu. Yuk simak penjelasan lebih lanjutnya!

1. The Worrier

The worrier adalah orang-orang yang melakukan prokrastinasi karena mereka merasa bahwa mereka tidak mampu mengerjakan tugas tersebut. Adanya pikiran tidak akan berhasil mengerjakan akhirnya mendorong seseorang untuk memilih tidak mengerjakan tugasnya dalam waktu dekat. 

2. The Perfectionist

Hampir sama dengan the worrier, namun perbedaannya adalah the perfectionist menunda pekerjaan karena merasa tidak akan bisa menyelesaikan tugas dengan maksimal. Jadi, mereka cenderung benar-benar mencari waktu yang tepat saat mereka dalam kondisi terbaik untuk mengerjakan tugas. 

3. The Over-Doer

Jenis prokrastinasi ini dilakukan karena seseorang merasa cemas terkait tugasnya yang banyak. The over-doer tidak berhasil membuat prioritas tugas sehingga membutuhkan lebih banyak waktu hanya untuk memutuskan tugas mana yang harus dikerjakan lebih dulu. 

4. The Crisis Maker

The crisis maker menunda tugas karena mereka percaya bahwa mereka justru akan memberikan performa terbaik ketika dipacu dengan adrenalin akibat tenggat waktu yang sudah dekat. Cemas dan tegang saat mengerjakan tugas di saat-saat terakhir juga dapat membuat the crisis maker menjadi tidak mudah bosan saat bekerja. 

5. The  Dreamer

Sesuai namanya, jenis prokrastinasi ini dilakukan karena the dreamer percaya bahwa mereka tidak perlu bekerja keras untuk mendapatkan apa yang mereka mau. Termasuk mengerjakan sesuatu dari jauh-jauh hari. 

6. The Defier

The defier biasanya menunda atau bahkan menolak untuk mengerjakan tugas karena mereka percaya bahwa tugas yang diberikan tidak penting atau tidak relevan dengan tujuan mereka. 

Terlepas dari keenam jenis prokrastinasi tersebut, apapun alasannya akan lebih baik bagi kita untuk mengerjakan sesuatu tidak terburu-buru atau terlalu dekat dengan tenggat waktu yang ada.

Tapi, bagaimana ya caranya untuk mengatasi prokrastinasi? 

Tips Mengatasi Prokrastinasi

1. Lawan perasaan takut, cemas, dan bosan

Setiap kamu merasa cemas atau takut bahwa tugas yang akan dikerjakan terlalu sulit, sadari perasaan itu dan lawan. Ubah pikiranmu bahwa semua tugas tidak ada yang terlalu sulit atau membosankan sebelum kamu benar-benar mencoba untuk menyelesaikannya. Walaupun memang sulit, tapi bukan berarti tidak bisa diselesaikan ya. Mungkin kamu hanya butuh usaha dan waktu lebih banyak.

2. Siapkan jadwal 

Jika kamu bingung harus mulai dari mana, catat semua tugas dan kegiatan yang harus dikerjakan. Lalu, susun berdasarkan prioritasmu dan tenggat waktu yang ada. Kamu akan jadi lebih memiliki gambaran apa saja yang harus kamu selesaikan.

3. Catat target-target kecil dari pekerjaan yang sulit

Jika suatu tugas terlalu sulit untuk diselesaikan sekaligus, buat target-target kecil yang dapat kamu cicil setiap harinya. Lebih baik melakukan hal kecil setiap hari daripada kamu harus mengerjakan banyak pekerjaan di satu hari, kan?

4. Hindari distraksi

Hindari apapun yang akan membuatmu distraksi. Misalnya, jangan membuka media sosial saat kamu sedang bekerja atau jangan mengerjakan tugas di depan TV ya.

5. Apresiasi dirimu

Apresiasi dirimu setiap kali kamu berhasil mengerjakan tugas dengan maksimal atau setiap kali kamu berhasil menyelesaikan beberapa target kecil. Jangan terlalu keras pada dirimu tapi jangan membatasi dirimu juga ya teman-teman!

Jadi, apakah kamu sudah siap untuk melawan prokrastinasi apapun jenisnya itu?

Desain oleh: Nanda Luthfiah
Penulis: Khairunnisa Syafira Dumbi
Editor: Muthia Nida

  1. Referensi:Cherry, K. (2020). Top tips for overcoming procrastination. Verywellmind. Diambil pada 17 April, 2021 dari https://www.verywellmind.com /tips-for-overcoming-procrastination-2795714
  2. Lombardo, M. (2017). 11 ways to overcome procrastination. Psychology Today. Diambil pada 17 April, 2021 dari https://www.psychologytoday.com /us/blog/better-perfect/201703/11-ways-overcome-procrastination 
  3. Moran, J. (2012). 6 types of procrastinators and how they think. Jayson Moran. Diambil pada 17 April, 2021 dari https://jaysonmoran.com /2021/02/12/6-types-of-procrastinators-and-how-they-think/ 
I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.