I Am Okay Indonesia

Tantrum pada Anak-Anak, sih, Biasa, sudah Berkenalan dengan Adult Tantrum belum?

Adult Tantrum – Fellas, kalian pasti pernah melihat anak kecil yang menangis, menjerit, berteriak, membangkang, atau marah hingga orang tuanya terlihat kewalahan karena tidak memahami alasan emosi sang anak. Sebagian dari kalian mungkin juga sudah mengetahui bahwa perilaku tersebut dikenal dengan istilah tantrum.

Akan tetapi, kalian mungkin belum mengetahui bahwa sebenarnya tantrum tidak hanya dapat terjadi pada anak-anak saja lho, fellas! Untuk tahu informasinya lebih jelas, simak artikel ini sampai habis, ya! 

Tantrum pada Orang Dewasa, Memangnya Ada? 

Secara singkat, tantrum merupakan ledakan emosi yang terjadi pada individu saat mereka tidak dapat menyalurkan emosinya dengan baik. Temper tantrum atau yang biasa dikenal dengan tantrum merupakan bagian normal dari perkembangan anak-anak. Namun jika hal ini terus berlanjut hingga dewasa, maka akan menjadi suatu masalah.

Anak-anak khususnya balita biasanya kesulitan mengatur emosi ketika keinginan mereka tidak dipenuhi dengan baik. Nyatanya, orang dewasa sekalipun dapat mengalami tantrum lho, fellas! Tantrum pada orang dewasa berkaitan erat dengan frustasi dan kemarahan.

Dalam beberapa kasus, ledakan pada tantrum ini berhubungan dengan kondisi kesehatan mental bahkan gangguan kepribadian, seperti intermittent explosive disorder, borderline personality disorder, atau bipolar disorder. Adult tantrum perlu diwaspadai jika terjadi secara berkelanjutan.

Hal ini karena pada dasarnya, orang dewasa akan berusaha menjaga hubungan sosial dengan orang di sekitarnya. Oleh karena itu, perlu dipertanyakan jika orang dewasa terlalu sering mengalami tantrum. 

Selain disebabkan oleh regulasi emosi yang tidak baik, amukan yang disebabkan oleh temper tantrum pada orang dewasa ini dapat digunakan untuk memanipulasi orang lain, mengalihkan perhatian dari suatu masalah, menutupi rasa takut, malu atau bersalah dengan kemarahan atau mendapatkan perhatian. Penyalahgunaan obat-obatan terlarang juga dapat menyebabkan amarah yang tak terkendali. 

Tanda Seseorang Mengalami Adult Tantrum

Tak hanya pada anak kecil, pengendalian emosi seringkali terasa sulit bagi orang dewasa. Pada kenyataannya, orang dewasa juga dapat merasakan emosi yang meledak-ledak dan tak terkendali. Ketidakmampuan orang dewasa dalam mengatasi emosi negatif atau tidak dapat menenangkan diri inilah yang disebut dengan adult temper tantrum. Perilaku temperamen pada orang dewasa dapat berupa perilaku verbal, fisik, maupun keduanya. Seseorang dapat dikatakan mengalami adult temper tantrum ketika ia mengamuk, berusaha menyakiti dirinya, mencoba merusak benda disekitarnya, atau penyaluran amarah secara tidak baik lainnya. Seperti halnya pada anak kecil, tantrum pada orang dewasa tidak dapat diabaikan. Jika hal ini dibiarkan, maka dapat berakibat fatal terhadap dirinya dan orang-orang di sekitarnya.

Bagaimana Cara Mengatasi Adult Tantrum?

Terdapat beberapa usaha yang dapat dilakukan agar perilaku adult tantrum tidak berkelanjutan dan berdampak buruk, yaitu:

  1. Lakukan Relaksasi
    Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi dampak buruk yang disebabkan oleh adult temper tantrum adalah melakukan relaksasi. Seperti mengatur pernapasan, meditasi, atau belajar mengenai anger management dengan ahlinya. Pemikiran yang tenang akan membuat kita tidak mudah terdistraksi dengan hal-hal kecil.
  1. Melatih Komunikasi
    Ketika sedang marah, seseorang seringkali berpikir pendek dan memutuskan untuk memberontak, memukul benda, bahkan berteriak. Padahal tindakan tersebut tidak akan menyelesaikan masalah.
    Sebaliknya, aksi seperti itu dapat menimbulkan masalah baru terhadap diri sendiri maupun orang lain. Melatih cara berkomunikasi sangatlah penting untuk dilakukan. Ketika kita mampu menyampaikan apa yang kita rasakan, orang lain akan lebih mudah untuk memahami dan membantu kita untuk menyelesaikannya. 
  1. Datangi Profesional
    Jika kamu merasa terganggu dengan tantrum yang tak terkendali. Jangan ragu untuk mendatangi profesional seperti psikolog atau psikiater. Agar kamu dapat meminta bantuan dengan cara yang tepat.
  1. Cara Menghadapi Orang yang Mengalami Tantrum
    Saat seseorang mengalami tantrum dan melakukan tindakan yang dapat membahayakanmu, sedikit ciptakan jarak untuk mengamankan dirimu. Kamu juga tidak boleh mudah terpengaruh oleh amarah orang yang sedang tantrum.
    Tarik napas yang dalam untuk menenangkan dirimu. Ketika suasana mulai kondusif, cobalah berkomunikasi dengan orang tersebut untuk memperbaiki suasana dan berikan afeksi agar dia tidak merasa diabaikan.

Penulis: Azmihhanifa
Editor: Aski
Desain:
SEO Editor:
Adinda Zahra


Referensi:

  1. Crystal Raypole. (2021, Januari 25). The Lowdown on Adult Tantrums, Meltdowns, and Rage Attacks. Healthline.  https://www.healthline.com/health/mental-health/adult-tantrums#how-to-respond 
  2. Saranne Durham. (2020, November 04). Adult Temper Tantrums: The Signs and What to Do. SACAP.    https://www.sacap.edu.za/blog/applied-psychology/adult-temper-tantrums/ 
  3. Sian Ferguso. (2021, Augustus 11). All About Adult Temper Tantrums. PsychCentral. https://psychcentral.com/blog/adults-can-and-do-have-tantrums#how-to-react