Akhir-akhir Ini Sering Merasa Kurang Bahagia? Jangan-jangan Kamu Mengalami Anhedonia

Selain cuaca yang sering berubah-ubah, suasana hati juga kadang ikut berubah-ubah, lho. Hal ini sebenarnya sangat wajar. Hanya saja, jika kamu akhir-akhir ini sering merasa kurang bahagia dalam jangka waktu yang lama, kamu harus waspada. Jangan-jangan kamu mengalami anhedonia? Hah? Apa itu? Yuk kita simak penjelasannya!

Pengertian Anhedonia

Anhedonia merupakan perasaan yang menggambarkan dimana kamu merasa kekurangan minat pada aktivitas yang bisa kamu nikmati. Dengan kata lain, anhedonia ini berarti penurunan kemampuan kamu untuk merasakan kesenangan. Ini menjadi salah satu gejala umum dari depresi bahkan gangguan mental lainnya.

Misalnya nih, kamu dulunya sangat menikmati aktivitas outdoor seperti bersepeda, berjalan-jalan di taman atau sekedar bersantai duduk di pantai menikmati deburan ombak dan angin pantai.

Namun akhir-akhir ini kamu kehilangan kemampuan untuk merasakan kegembiraan atas aktivitas itu, atau bahkan kamu kehilangan gairah untuk melakukannya. Hal-hal yang dulunya membuat kamu puas, tidak lagi menyenangkan. Hal inilah yang disebut sebagai anhedonia.

Namun, tidak semua orang yang mengalami anhedonia memiliki masalah kesehatan mental yang terdiagnosis.

Jenis-jenis Anhedonia

Secara umum, para ahli membagi dua jenis anhedonia, yaitu anhedonia sosial dan anhedonia fisik.

1. Anhedonia Sosial

Anhedonia sosial merupakan perasaan dimana kamu tidak senang menghabiskan waktu bersama orang lain. Kamu cenderung merasa kurang nyaman ketika berkumpul atau nongkron dengan orang lain serta kamu sulit untuk beradaptasi dengan situasi sosial. Beberapa gejala yang mungkin timbul antara lain selalu memiliki keinginan untuk menyalurkan perasaan negatif kepada diri sendiri dan orang lain. Misalnya melalui tutur kata, gerak tubuh, dan perbuatan lainnya.

Penderita anhedonia sosial juga terkadang berpura-pura bahagia di hadapan orang lain saat berada pada situasi dan kondisi sosial. Padahal sebenarnya kamu merasa biasa-biasa saja atau bahkan tidak merasakan apapun. Kamu bahkan akan menolak ajakan untuk datang ke acara-acara seperti pesta, konser, atau kegiatan lainnya. Hal ini disebabkan karena perasaan senang yang kamu miliki menghilang sehingga kamu merasa tidak akan mendapatkan manfaat dari melakukan kegiatan tersebut.

2. Anhedonia Fisik

Sementara anhedonia fisik merupakan perasaan dimana kamu tidak memiliki perasaan senang terhadap sentuhan fisik yang umumnya dirasakan oleh orang lain, atau sensasi yang akan kamu rasakan pada kondisi normal. Anhedonia fisik ini juga berkaitan kehilangan gairah terhadap aktivitas fisik, termasuk aktivitas favorit atau hobi kamu.

Gejala yang umum dirasakan oleh penderita anhedonia fisik antara lain, tidak merasakan sensasi apapun saat diberi sentuhan fisik sebagai tanda kasih sayang oleh orang lain, seperti pelukan atau mungkin ciuman. Rasa yang kamu miliki saat itu cenderung kosong atau bahkan kamu tidak merasakan apapun. Kamu juga tidak merasakan kenikmatan dan rasa bahagia saat mengonsumsi makanan favoritmu. Yang lebih parah, penderita anhedonia fisik ini bahkan mengalami masalah kesehatan yang berkelanjutan, seperti sering jatuh sakit.

Penyebab Munculnya Anhedonia

Seperti yang disebutkan sebelumnya, anhedonia sangat berkaitan dengan depresi. Akan tetapi, kamu tidak harus depresi untuk merasakan yang namanya anhedonia. Sebab anhedonia ini juga mempengaruhi orang-orang yang memiliki penyakit mental lainnya seperti skizofrenia dan gangguan bipolar

Para ahli menduga, jika anhedonia bisa saja berkaitan dengan perubahan aktivitas pada otak. Ketika kamu merasakan anhedonia, kamu bisa jadi memiliki masalah dengan cara otak kamu memproduksi atau merespon dopamin yang menjadi hormon bahagia.

FYI nih, para ilmuwan pernah melakukan penelitian yang dimana hasilnya menunjukan jika neuron dopamin di area otak pada orang yang mengalami anhedonia terlihat terlalu aktif. Hal ini menyebabkan terganggunya jalur yang mengontrol bagaimana kita mencari rasa bahagia atau senang dan menikmatinya.

Bagaimana Mengatasi Anhedonia?

Anhedonia sebenarnya cukup tricky untuk diobati. Belum ada cara yang jelas untuk melakukannya. Dalam banyak kasus, pengobatan dimulai dengan alat untuk membantu kamu mengelola masalah kesehatan mental yang mungkin menyebabkan gejala, seperti depresi.

Akan tetapi, seperti yang dijelaskan di atas bahwa penyebab anhedonia tidak selalu berhubungan dengan depresi. Sehingga pengobatan untuk orang yang mengalami anhedonia berbeda tiap individunya.

Namun, cara yang paling umum dan memungkinkan yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengunjungi dokter, psikoterapi atau para ahlinya. Ini harus menjadi pilihan pertama kamu ketika mengalami anhedonia.

Biasanya para ahli ini akan mengajak kamu untuk konseling terlebih dahulu dan mendengarkan keluhanmu. Tujuannya untuk mencari tahu apa penyebab muncul anhedonia pada kamu. Sehingga para ahli ini dapat memberikan terapi atau pengobatan lebih lanjut sesuai dengan gejala yang kamu rasakan atau alami.

Sementara untuk mencegah terjadinya anhedonia, kamu harus menerapkan gaya hidup sehat. Pastikan untuk selalu mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin berolahraga, mengelola stres, mencukupi waktu istirahat, dan tetap berpikir positif, tapi hindari toxic positivity yaa.Yuk lebih aware lagi dengan kesehatan fisik dan mentalmu^^


Penulis: Idham Hamid
Editor: Noor Faa’izah
Desain:
SEO Editor: Kisna Hafizh J,


Referensi:

I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.