I Am Okay Indonesia

Ini Alasan Pasangan Mudah Badmood saat Rindu Menumpuk!

Perasaan rindu yang hadir terhadap pasangan karena harus terpisahkan oleh jarak, waktu, ataupun keadaan merupakan hal yang wajar. Tidak hanya akan merasa hampa atau sakit hati, terkadang seseorang akan merasa pusing dan gejala fisik lainnya

Sudah setahun lebih kita hidup berdampingan dengan pandemi, sudah setahun pula kehidupan bersosial dibatasi dan hanya dapat melalui virtual atau daring. Tentunya itu bukan hal yang mudah bagi setiap orang, salah satunya bagi pasangan yang tadinya selalu bertemu dan bersama di setiap kegiatan harus membatasi pertemuan atau bahkan menjadi long-distance relationship. Terdapat satu perasaan yang menjadi makanan sehari-hari bagi para pasangan di masa pandemi, yaitu rasa rindu.

Rindu yang teramat berat membawa beberapa perubahan di dalam hidup. Mulai dari merasa galau dan lesu, hingga rasanya ingin terus menangis dan marah-marah. Saking sensitif dan badmood-nya, beberapa pasangan sudah mulai sulit membedakan antara rindu dan kesal.

Perasaan rindu yang hadir terhadap pasangan karena harus terpisahkan oleh jarak, waktu, ataupun keadaan merupakan hal yang wajar.
Kira-kira apa yah penyebab dari sikap bad mood saat rindu menumpuk tersebut?

Pengaruh Rindu yang Menumpuk

Perasaan rindu yang hadir terhadap pasangan karena harus terpisahkan oleh jarak, waktu, ataupun keadaan merupakan hal yang wajar. Tidak hanya akan merasa hampa atau sakit hati, terkadang seseorang akan merasa pusing dan gejala fisik lainnya yang diakibatkan oleh reaksi kimia di otak. Hal ini disebabkan oleh perasaan dan tingkah laku tubuh kita yang didorong oleh pemprosesan di otak yang tidak disadari secara langsung. Dari gejala-gejala tersebut tentunya menimbulkan reaksi yang berbagai macam. Yuk langsung aja kita simak!

Reaksi Tubuh Saat Merasa Rindu beserta Alasannya!

  1. Merasa Sakit Hati dan Ditinggalkan

Perasaan perih di hati ini terkadang membuat beberapa orang merasa kualitas hubungannya berubah dan tidak sebahagia sebelumnya. Hal ini disebabkan karena saat sedang bersama pasangan, hormon perasaan baik (adrenaline, dopamine, serotonin, testosteron, dan estrogen) akan diproses secara pesat dan didefinisikan sebagai “cinta”. Nah, kehadiran pasangan yang semakin berkurang ini membuat proses hormon tersebut melambat bahkan berhenti dan menghadirkan rasa sakit hati. 

  1. Merasa Kesal Tanpa Alasan yang Jelas

Seperti yang kita ketahui, obat dari rindu adalah sebuah pertemuan. Saat rindu sudah menumpuk dan tidak dapat diekspresikan dengan baik, seseorang yang merasa sensitif akan mudah tersinggung hingga merasa pasangannya kurang peka. Biasanya, hal tersebut memicu pertengkaran dan kedua pihak akan mengusahakan untuk bertemu agar dapat menyelesaikan permasalahan dengan lebih cepat. Perilaku ini kemudian menjadi stimulus bagi pasangan untuk secara tidak langsung mencari bahan pertengkaran agar dapat bertemu. Kasarnya, secara tidak sadar diri akan memulai sebuah pertengkaran karena otak menyadari bahwa pertengkaranlah yang akan menghadirkan sebuah pertemuan.

Cara Untuk Menghadapi Rasa Rindu

Tentunya kita tidak ingin hubungan yang telah dibangun harus kandas karena rasa rindu yang berubah menjadi sikap tidak mengenakkan karena kesulitan untuk mengontrolnya. Ini dia beberapa tips dari I Am Okay!

  1. Melakukan Aktivitas yang Menyenangkan

Meningkatkan hormon perasaan baik yang terus menurun karena ketidakhadiran pasangan dapat dilakukan dengan melakukan kegemaran ataupun aktivitas sederhana yang membuatmu aktif. Salah satu contohnya adalah kegiatan kreatif seperti merajut, melukis, ataupun bermain musik.

  1. Melakukan Virtual-Dating

Agar kalian tetap merasakan gelombang cinta di sebuah hubungan, cobalah melakukan virtual-dating atau kencan melalui daring. Contohnya seperti menonton bersama, menjadwalkan makan malam bersama melalui video call, ataupun aktivitas yang kalian sukai lainnya

  1. Mendiskusikan Ekspektasi Secara Terbuka

Perasaan gelisah dan kecewa tidak jarang hadir karena ekspektasi yang tidak terpenuhi. Wajar saja jika kita menginginkan pasangan hadir di saat kita membutuhkannya, namun diskusikanlah jadwal dan situasi kalian sesuai di tempat masing-masing. Selain itu, berdiskusilah dengan hati yang tenang dan jujur terhadap perasaan sendiri. 

Penjelasan di atas menunjukkan bahwa rasa rindu yang hadir kepada pasangan adalah hal yang wajar, bahkan terdapat penjelasan secara ilmiah terkait perasaan tersebut. Sebuah hubungan akan bertahan jika kedua belah pihak terus berusaha dan yakin terhadap satu sama lain. Komitmen yang dibangun lebih kuat dibandingkan jarak dan waktu yang membatasi sebuah pertemuan. Semangat ya!

Desain oleh: Dono
Penulis: Fadila Khumaera R.
Editor: Nida Zhafira

Referensi:

  1. https://www.elitedaily.com/dating/i-miss-my-boyfriend
  2. https://www.hipwee.com/list/5-penyebab -yang-paling-sering-bikin-cewek-ngambek -saat-ldr-an-daripada-nanti-bubar-jalan-kan/
  3. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/magnetic -partners/201508/5-problems-long-distance-relationships
  4. https://www.psychologytoday.com/intl/blog/the-teen-doctor /201805/5-ways-strengthen-long-distance-relationship
I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.