Antisocial Personality Disorder = Enggan Bersosialisasi?

Antisocial Personality Disorder (ASP) adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan gangguan kepribadian di mana terjadi penyimpangan perilaku sehingga kerap kali melanggar norma dan menunjukkan rasa tidak peduli terhadap orang lain. Biasanya, ASP disamakan dengan psikopat, namun keduanya tidak sama.

ASP adalah sebuah diagnosis gangguan psikologis. Sedangkan psikopat adalah sekumpulan ciri-ciri yang tidak termasuk dalam diagnosis gangguan psikologis. Meskipun terdapat gejala yang mirip, namun psikopat juga biasanya ditandai dengan perilaku narsistik. Secara lebih lengkap, yuk simak gejala ASP berikut ini.

Gejala Antisocial Personality Disorder

Dalam buku Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder edisi ke-5 (DSM-V) atau yang biasa disebut sebagai “kitab diagnosis gangguan kesehatan mental”, dijelaskan bahwa terdapat beberapa jenis spesifik yang termasuk dalam gangguan antisocial personality disorder (ASP). Namun, secara umum terdapat beberapa gejala yang dapat muncul.

  1. Menolak untuk mengikuti aturan
  2. Menunjukkan tingkah laku impulsif atau berlebihan
  3. Memiliki tingkat empati yang rendah
  4. Mengabaikan kesejahteraan dan kepentingan orang lain
  5. Mudah marah dan bersikap agresif
  6. Tidak menunjukkan tanda-tanda penyesalan setelah menyakiti orang lain

Fakta dan Mitos ASP yang Harus Kamu Tahu!

Setelah mengetahui definisi dan gejala dari ASP, akan lebih baik jika kamu juga mengetahui fakta dan mitos mengenai ASP yang sering ditemui di tengah-tengah masyarakat supaya nantinya kamu pun bisa meluruskan informasi tersebut.

Yuk, kita cek apa aja fakta dan mitosnya!

MITOS: ASP tidak dapat ditangani

Donald W. Black, M.D., profesor psikiatri dari Universitas Iowa mengatakan bahwa sebuah penelitian memang membuktikan bahwa Cognitive Behavioral Therapy (CBT) sebagai salah satu jenis terapi unggulan dalam dunia psikologi belum mampu menangani ASP secara penuh. Namun, jika dibandingkan dengan gangguan psikologis berat lainnya seperti bipolar dan skizofrenia, jumlah riset yang menguji efektivitas terapi tersebut tidak terlalu banyak. Jadi, dapat disimpulkan bahwa bukan tidak bisa ditangani, melainkan para ahli kesehatan mental belum mengetahui caranya. Meskipun demikian, penggunaan obat-obatan dan terapi terbukti dapat mengurangi gejala ASP yang muncul. 

MITOS: ASP dapat digunakan sebagai alasan untuk membiarkan tindakan kriminal

Banyak yang berpikiran bahwa individu dengan ASP dapat lolos dari jeratan hukum sebagai akibat dari perbuatannya yang kerap kali menentang aturan. Nyatanya tidak demikian. ASP tidak ditandai dengan ketidakmampuan dalam membedakan kenyataan dan imajinasi. Jadi, individu dengan ASP tetap dapat dengan jelas memahami apa yang terjadi di lingkungannya serta membedakan hal yang benar dan salah. Oleh karena itu, mereka sebenarnya tetap dapat memilih untuk tidak melakukan hal-hal buruk dan bertanggung jawab terhadap pilihan tersebut.

MITOS: ASP tidak dapat dicegah

Tingkah laku yang mengarah pada ASP dapat dikenali sejak dini sehingga tidak menjadi tambah parah. Orang tua dan pengasuh pun berperan penting dalam hal ini. Meskipun anak-anak dan remaja memang kerap melanggar peraturan, orang dewasa juga harus memahami bahwa ada batasan dalam perilaku pelanggaran tersebut sehingga jika dirasa sudah terlalu sering atau berat, tidak ada salahnya mengunjungi tenaga kesehatan mental profesional. Selain itu, pengajaran mengenai cara bertingkah laku yang sopan, baik, dan ramah juga patut dilakukan demi membentuk karakter anak sejak dini. 

Desain oleh: Farah Shalihah
Penulis: Khairunnisa Fahira Dumbi
Editor: Nida Zhafira

Referensi:

  1. Abdalla-Filho, E., & Vollm, B. (2020). Does every psychopath have an antisocial personality disorder?. Brazilian Journal of Psychiatry, 42(3).
  2. Adrian, K. (2019). Kepribadian Antisosial Tidak Sesederhana yang Dikira. Diambil pada 17 Mei, 2021 dari https://www.alodokter.com /kepribadian-antisosial-tidak-sesederhana-yang-dikira
  3. Hinck, M. (2019). Learning the Facts About Antisocial Personality Disorder. Diambil pada 17 Mei, 2021 dari https://www.flushinghospital.org /newsletter/learning-the-facts-about-antisocial-personality-disorder/
  4. PsychCentral. (2013). Surprising Myths & Facts About Antisocial Personality Disorder. Diambil pada 17 Mei, 2021 dari https://psychcentral.com /blog/surprising-myths-facts-about-antisocial-personality-disorder#1
  5. The Recovery Village. (2020). Antisocial personality disorder. Diambil pada 17 Mei, 2021 dari https://www.therecoveryvillage.com /mental-health/antisocial-personality-disorder/
  6. The Recovery Village. (2020). 5 Myths About Antisocial Personality Disorder. Diambil pada 17 Mei, 2021 dari https://www.therecoveryvillage.com /mental-health/antisocial-personality- disorder/related/aspd-myths/

I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.