Anxiety atau Hanya Worry?

“Duh, aku anxiety banget takut ketinggalan pesawat!”

“Ih, kok aku suka ngerasain anxiety ya kalo lagi pergi sendirian”

Akhir-akhir ini, kata anxiety jadi salah satu istilah ‘kekinian’ yang tak asing di sosial media. Fellas, kamu pernah nggak sih denger kalimat-kalimat seperti di atas? Atau jangan-jangan, kamu salah satu orang yang suka melontarkan statement serupa? Hmm, sebenarnya kasus di atas itu beneran anxiety atau cuma worry aja sih, fellas? Lho, emang ada bedanya, ya? Nah, biar kamu nggak keliru lagi, simak artikelnya sampai habis, ya!

Apa Itu Anxiety dan Worry?

Ternyata, anxiety dan worry itu dua hal yang berbeda lho, fellas. Sebelum berangkat lebih jauh, yuk kita pahami dulu apa itu anxiety dan apa itu worry.

Tubuh manusia terdiri dari berbagai sistem kerja yang sangat mengagumkan. Perasaan worry atau cemas menjadi salah satu bukti mengagumkannya cara kerja tubuh kita. Sederhananya, perasaan cemas akan muncul sebagai bentuk perlindungan diri akan sesuatu yang dianggap bahaya. Perasaan cemas juga menjadi suatu bentuk adaptasi kita pada sesuatu yang baru, juga dapat menjadi bentuk pertahanan akan kemungkinan-kemungkinan yang dapat terjadi dalam suatu situasi. Serupa dengan worry, anxiety dapat berbentuk perasaan cemas dan gelisah terhadap sesuatu. Akan tetapi, intensitas kecemasan pada anxiety lebih tinggi sehingga kecemasan tersebut dapat memengaruhi kinerja tubuhmu, seperti membuat detak jantungmu lebih cepat, tubuhmu berkeringat, hingga berbagai gejala lainnya yang dapat dirasakan oleh tubuh.

Apa Beda Anxiety dan Worry? 

Dari definisi di atas, kamu mungkin sudah mulai dapat mengambil sedikit kesimpulan perbedaan antara anxiety dan worry, kan? Yups, anxiety dan worry merupakan dua hal serupa yang tidak dapat disamakan. Anxiety dapat dimaknai sebagai reaksi lanjutan dari worry. Untuk dapat memahami perbedaannya dengan lebih mudah, berikut beberapa perbedaan antara anxiety dan worry:

  1. Worry hanya dirasakan di pikiran, sedangkan anxiety dapat dirasakan di seluruh tubuhmu. 

Worry hanyalah perasaan cemas yang hanya berhenti di pikiranmu saja. Kamu bahkan dapat merasakan cemas akan kemungkinan buruk yang baru akan terjadi dan belum jelas ancamannya. Berbeda dengan itu, kecemasan akibat anxiety dapat kamu rasakan di tubuhmu, seperti pusing, mual atau sakit perut, ketegangan otot, kebas dan kesemutan, pikiran yang kalut, dan lain sebagainya.

  1. Penyebab worry spesifik, anxiety tidak.

Disaat kamu masih dapat mengidentifikasikan suatu hal yang membuat kamu merasa cemas, maka yang kamu rasakan hanya sebatas worry. Akan tetapi, ketika kamu merasakan cemas tanpa sebab yang jelas atau penyebab dan tingkat kecemasan yang kamu rasakan terlihat tidak masuk akal, maka kamu kemungkinan sedang mengalami anxiety.

  1. Worry hanya bersifat sementara, anxiety dapat berkelanjutan

Karena worry berdasar pada alasan yang jelas, maka penanganannya tentu akan lebih mudah dan tepat sasaran. Ketika penyebab worry sudah teratasi, maka perasaan cemas tersebut akan hilang. Sementara itu, dikarenakan sebab dari anxiety tidak dapat diidentifikasikan secara jelas, maka upaya untuk menanganinya tentu akan lebih sulit, sehingga kecemasan ini akan terus datang selama penyebabnya belum ditangani dengan tepat. 

  1. Anxiety memerlukan pengobatan yang lebih intensif

Karena kamu dapat mengetahui penyebab worry-mu dengan mudah, maka kamu tentu dapat mengetahui penawarnya dengan mudah pula. Hal ini berbeda dengan anxiety yang merupakan bentuk dari perasaan worry yang lebih dalam dan kompleks, sehingga dalam banyak kasus, penanganannya perlu didampingi oleh profesional.

Cara Menangani Anxiety dan Worry 

Kamu dapat mengurangi worry maupun anxiety-mu dengan melakukan beberapa kegiatan dan kebiasaan, seperti melakukan latihan pernapasan, meditasi, berpikiran positif, serta berlatih untuk menghadapi takut dan cemasmu dengan bijak. Jika perasaan cemas tersebut telah mengganggu aktivitas dan kehidupanmu, maka datangilah para ahli untuk penanganan yang lebih serius. 
Nah fellas, itu dia penjelasan mengenai worry dan anxiety. Sekarang kamu jadi tahu bahwa anxiety dan worry merupakan dua hal yang berbeda, kan? Jadi, mulai sekarang jangan salah menggunakannya, ya! Lalu, kira-kira yang kamu alami selama ini masuk ke dalam golongan anxiety atau hanya worry?


Penulis: Azmihhanifa
Editor: Hera
Desain: Raima, Mita
SEO Editor:


Referensi:

  1. Henry Ford Health Staff. (2020, Agustus 21). Worry and anxiety: Do you know the difference?. Henry Ford Health. https://www.henryford.com/blog/2020/08/the-difference-between-worry-and-anxiety#:~:text=Worry%20is%20temporary.&text=Worry%20prods%20you%20to%20use,compromises%20your%20ability%20to%20function 
  2. Guy Winch. (2016, Maret 14). 10 crucial differences between worry and anxiety … and why you need to know the difference. Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-squeaky-wheel/201603/10-crucial-differences-between-worry-and-anxiety 
  3. N.N. (2020, November 04). What’s the difference between worry and anxiety?. Intermountain Healthcare. https://intermountainhealthcare.org/blogs/topics/live-well/2020/11/whats-the-difference-between-worry-and-anxiety/ 
  4. N.N. (N.D). Effects of anxiety on the body. Healthline. https://www.healthline.com/health/anxiety/effects-on-body 
  5. Dan Brennan. (2022, April 24). Anxiety causes and prevention. Web MD. https://www.webmd.com/anxiety-panic/guide/causes-anxiety 
  6. N.N. (N.D). What Is worry?. Psychology Tools. https://www.psychologytools.com/resource/what-is-worry/ N.N. (N.D). Anxiety. Medline Plus. https://medlineplus.gov/anxiety.html#:~:text=Anxiety%20is%20a%20feeling%20of,before%20making%20an%20important%20decision