I Am Okay Indonesia

Apakah Benar Orang Bisa Berubah?

Fellas, pernah gak sih kalian melihat atau bahkan merasakan sendiri skenario pertengkaran seperti,

“Ih, kamu ini. Bisa gak sih lebih peduli dan perhatian sama aku!? Jangan ngurusin game sama tanaman aja, dong, kerjaannya!”

“Kamunya aja yang terlalu kekanak-kanakkan. Dewasa sedikit bisa gak sih!?”

Atau mungkin,

“Kita putus aja, ya. Kepribadian kamu terlalu berbeda denganku.”

“Eh, jangan gitu, dong! Ayo kita bicarakan dulu. Aku bisa berubah, kok!”

Atau bahkan seperti,

“Kamu emosian banget sih, orangnya. Berubah, dong! Nanti ga ada orang yang mau temenan sama kamu kalo kamu terus bersikap begitu.”

“Lah emang kamu siapa, nyuruh-nyuruh aku untuk berubah?! Hah?!”

zj@k#j!q~!%gq!!

Hmm

Dari skenario-skenario diatas dapat kita lihat bahwa asal muasal pertengkaran tersebut ketiganya berasal dari satu hal yang sama, yaitu tuntutan untuk berubah.

Caption: Tapi sebenarnya kepribadian seseorang itu bisa berubah gak, sih?

Untuk menjawab pertanyaan ini, hasil penelitian yang dilakukan oleh Franklin dan Fraley (2016) mengenai asosiasi antara perubahan kepribadian dalam kaitannya dengan kondisi psychological well-being menemukan bahwa, orang-orang yang memang ingin untuk merubah aspek-aspek tertentu dari kepribadian mereka dan berhasil melakukannya cenderung mengalami peningkatan kesejahteraan diri jika perubahan tersebut juga selaras dengan target atau ekspektasi mereka.

Merubah berbagai aspek dalam diri kita kadang sifatnya naluriah, mengingat manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan rasa belongingness dan keterikatan kepada orang lain. Jadi, ketika orang lain tersebut mulai menunjukkan tanda-tanda bahwa mereka merasa tidak nyaman atau ingin meninggalkan kita, sudah umum sifatnya apabila kita akan mencoba untuk merubah aspek-aspek dalam diri kita, baik menghilangkan atau menghadirkan aspek-aspek yang mereka inginkan.

Untuk membuat perubahan pada tingkah laku atau kepribadian bukanlah hal yang mudah, loh fellas! Untuk itu, kamu harus benar-benar sadar dan paham dengan kepribadianmu sendiri serta memiliki komitmen yang kuat untuk bisa berubah. Tidak jarang, beberapa orang bahkan membutuhkan bantuan profesional dalam bentuk konseling atau terapi dalam membantu mereka untuk berubah.

Kenapa orang mau untuk berubah?

Ketika kamu menemukan dirimu pada situasi dimana kamu tau dan mau untuk berubah, ada satu hal yang harus kamu tanyakan terlebih dahulu pada dirimu sendiri; Apa alasan kamu untuk berubah?

Apakah karena kamu sadar ada aspek dari kepribadianmu yang bersifat merugikan bagi dirimu dan orang lain? Apakah karena kamu ingin mewujudkan resolusi akhir tahunmu yang terkenal dengan slogan ‘new year, new me’?, atau apakah kamu ingin berubah karena orang lain menuntutmu untuk berubah?

Dalam konteks hubungan percintaan sendiri, jika kita merasakan ‘tuntutan untuk berubah’ demi kepentingan pasangan kita tanpa menghiraukan kebutuhan diri sendiri juga dapat menjadi tanda-tanda red flags, loh fellas! Yuk, baca artikel ini untuk melihat apakah hubunganmu masih layak untuk dipertahankan atau tidak!

Perlu diketahui, perubahan bukanlah suatu hal yang bisa dipaksakan. Apabila seseorang memaksamu untuk berubah agar sesuai dengan tuntutan dan standar mereka, itu namanya adalah manipulasi!

Selain dari itu, sebenarnya kepribadian, cara pandang, dan sikap seseorang dapat berubah sepanjang masa hidupnya. Oleh karena itu, faktor lingkungan dan usia juga berperan penting dalam membentuk dan merubah seseorang.

Lalu, bagaimana kepribadian berubah seiring dengan bertambahnya usia?

Seperti yang kita ketahui, kepribadian termasuk kedalam proses perkembangan. Artinya kita akan terus berubah seiring dengan bertambahnya pengalaman hidup dan usia yang turut mempengaruhi kematangan emosi serta kognisi. Namun, hal ini bukan berarti kepribadianmu akan terus berubah-ubah tanpa henti dan tidak terprediksi, loh ya!

Perubahan terus menerus disini maksudnya adalah perubahan yang terjadi dalam jangka waktu panjang. Seumur hidup. Uniknya, apabila dilihat dalam jangka waktu yang pendek, perubahan dalam kepribadian hampir tidak terlihat, loh fellas! Hanya dengan mengkomparasikan perbedaan dalam jangka waktu yang panjang barulah terlihat perubahan dalam kepribadian kita. Jadi, bisa dibilang bahwa dalam jangka waktu yang pendek, kepribadian kita sebenarnya termasuk stabil. Oleh karena itu, kepribadian seseorang sebenarnya tidak akan berubah secara drastis kecuali apabila ia mengalami kejadian besar atau traumatis yang terjadi secara berturut-turut. 
Nah, fellas, kalo kepribadian kamu sendiri tetap sama atau mengalami perubahan, nih sepanjang bertambahnya usia kamu?

PIC: Litara Fathin
Editor: Muthia Nida
Desain: Dono

Referensi:

I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.