Bandwagon Effect: Ikutan Tren Cewek Kue atau Cewek Mamba Ternyata Bisa Bawa Dampak Buruk?

Sering ikutan tren yang lagi hype di sosial media gak nih, Fellas? Contohnya yang lagi naik daun sekarang, yaitu cewek kue yang suka pakai baju colorful atau cewek mamba yang suka pakai baju full hitam dan kelihatan misterius. Kadang, apa sih yang membuat Fellas suka banget ikutan tren? Supaya gak ketinggalan zaman atau pengen jadi ‘si paling hits’, nih

Namun sebenarnya, terlalu sering ikutan tren itu bisa bawa dampak buruk, lho. Kira-kira, kok bisa ya, ikutan tren tapi malah bawa dampak buruk? Apa aja sih yang memengaruhi? Yuk kenalan lebih lanjut sama bandwagon effect!

Apa Itu Bandwagon Effect

Bandwagon effect didefinisikan sebagai sebuah fenomena psikologi dimana seorang individu melakukan sesuatu karena orang lain melakukannya, tidak berdasar pada keyakinan dirinya sendiri, dan mengabaikan dampak yang akan menimpanya akibat perilaku tersebut.

Bandwagon effect ini juga biasa dikenal dengan perilaku ikut-ikutan. Biasanya, hal-hal yang diikuti adalah sebuah hal yang menjadi tren, seperti gaya hidup, perilaku, cara berpakaian, atau cara bersosial media.

Misalnya, kini sedang marak tentang tren cewek kue. Banyak perempuan berbondong-bondong untuk membeli pakaian dan mengubah style mereka menjadi cewek kue.

Penyebab Terjadinya Bandwagon Effect

Nah, ada beberapa faktor yang menyebabkan munculnya perilaku bandwagon effect, yaitu: 

  • Pemikiran kelompok, yaitu perilaku seseorang yang muncul akibat pemikiran sebuah kelompok yang ada di lingkungannya. Misalnya, terdapat tekanan dari lingkungan yang menuntut dia harus bergaya ataupun bersikap sesuai dengan lingkungannya, dan apabila tidak mampu mengikuti, maka individu tersebut akan kesulitan dalam bersosialisasi. 
  • Keinginan diterima di suatu kelompok, yaitu perasaan ingin diterima di sebuah kelompok yang muncul pada diri individu, sehingga sebisa mungkin akan mengikuti gaya ataupun perilaku yang dilakukan oleh orang-orang di kelompok tersebut supaya ia dapat diterima. 
  • Takut dikucilkan, yaitu perasaan takut pada diri individu apabila ia tidak mampu mengikuti tren akan dipandang aneh ataupun dikucilkan oleh orang sekitarnya.

Dampak yang Timbul Akibat Adanya Bandwagon Effect

  • Compulsive Buying 

Compulsive buying didefinisikan sebagai suatu kondisi kronis di mana seseorang akan melakukan aktivitas pembelian secara berulang sebagai akibat dari adanya peristiwa tidak menyenangkan ataupun perasaan negatif (Faber dan O’Guinn, 1989 dalam Sari, R. K, 2016).

Salah satu karakteristik compulsive buying yang berhubungan dengan bandwagon effect adalah pembelian yang dilakukan untuk menghilangkan kekhawatiran atau ketakutan dalam diri individu. Hal ini sesuai dengan salah satu penyebab bandwagon effect, yaitu perasaan takut dikucilkan. 

  • Fear of Missing Out (FoMO) 

Ditinjau dari sudut pandang psikologi, FoMO cenderung condong pada elemen-elemen tertentu, seperti kegelisahan atau ketakutan untuk terlepas dari kelompok utama. Dengan adanya seseorang melakukan bandwagon effect itu akan membuat dia akan terus berusaha untuk mengikuti perkembangan tren yang ada.

Oleh karena itu ketika seorang individu tersebut melihat tren baru, dia selalu berkeinginan dan cenderung memaksakan diri untuk mampu mengikuti tren tersebut. Ia akan merasa gelisah atau takut apabila ia tidak mampu mengikuti tren tersebut. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa semakin tinggi tingkat FoMO yang ditunjukkan seseorang, maka semakin besar keinginan individu tersebut untuk menjadi bagian dari suatu kelompok. 

  • Berbahaya bagi Diri Sendiri

Berbahaya yang dimaksud di sini adalah memberikan ancaman bagi diri sendiri, misalnya seseorang melakukan bandwagon effect terhadap orang di sekitarnya yang tidak mau untuk vaksin, dengan alasan takut akan dampak bahaya yang ditimbulkan, sehingga memilih untuk meniru perilaku menolak vaksin tersebut. Hal ini akan menyebabkan bahaya bagi diri sendiri yaitu bisa terpapar virus Covid-19. 

Namun, selain beberapa dampak buruk yang ditimbulkan dari adanya bandwagon effect, masih ada dampak positifnya lho, Fellas. Misalnya, kalian berada di lingkungan yang hidup sehat dan selalu menghindari junk food, maka itu juga akan membuat kalian mengikuti pola hidup sehat yang akan berdampak baik bagi kesehatan. Jadi, bandwagon effect bisa menjadi sebuah hal yang berdampak baik ataupun buruk tergantung bagaimana Fellas memberikan sikap.

Apa yang Bisa Dilakukan untuk Mencegah Dampak Buruk Bandwagon Effect?

Berikut adalah beberapa cara yang dapat Fellas lakukan supaya perilaku bandwagon effect tidak menimbulkan dampak negatif: 

  • Jangan terlalu berlebihan karena pada dasarnya, segala sesuatu yang berlebihan tidak baik. Tidak berlebihan di sini maksudnya adalah ketika mengikuti sebuah tren, tidak perlu berlebihan dan terlalu fanatik terhadap tren tersebut. 
  • Selalu mencoba untuk memikirkan dampak dan konsekuensi yang terjadi ketika akan meniru perilaku orang lain. Jangan sampai membahayakan diri sendiri. 
  • Berusaha untuk memilah tren mana yang baik untuk diikuti dan mana yang bukan.

Oleh karena itu, stay alert, Fellas! Jangan sampai niat untuk ikutan tren malah bawa dampak buruk buat kamu sendiri, ya!


Referensi:

  1. Kang, I., & Ma, I. (2020). A Study On Bandwagon Consumption Behavior Based On Fear Of Missing Out And Product Characteristics. Sustainability, 12(6). https://doi.org/10.3390/su12062441 
  2. Hagan, E. (2017). The Bandwagon Effect. Psychology Today.  https://www.psychologytoday.com/us/blog/stronger-the-broken-places/201708/the-bandwagon-effect#:~:text=The%20bandwagon%20effect%20is%20a,they%20may%20ignore%20or%20override 
  3. Ma, L. (2020). What Is The Bandwagon Effect?. Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/science-and-philosophy/202003/what-is-the-bandwagon-effect#:~:text=Recent%20research%20in%20economics%2C%20psychology,of%20others%20adopting%20the%20trend 
  4. Sari, R. K. (2016). Kecenderungan Perilaku Compulsive Buying Pada Masa Remaja Akhir Di Samarinda. Psikoborneo, 4(1), 1-9. 
  5. Djuna, K., & Fadillah, A. N. (2022). Pemanfaatan Fenomena The Bandwagon Effect Pada Generasi Muda Indonesia. Sanisa, 2(1), 18-23. 
  6. Bandwagon Effects, Istilah Untuk Orang Yang Suka Ikutan Tren. (2021).https://www.alodokter.com/bandwagon-effect-istilah-untuk-orang-yang-suka-ikutan-tren
I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.