I Am Okay Indonesia

Bangkit dari Rasa Bersalah

“Ketika tau aku udah bikin dia sedih, rasanya gak enak banget sama dia.. Pengen kembali ke masa lalu deh biar bisa berpikir dulu baru bertindak”

Kira-kira, kutipan di atas menggambarkan perasaan apa ya? Mungkin ada beberapa nama yang muncul di benakmu ketika membaca, seperti menyesal, malu, atau pun merasa bersalah. Hari ini, yuk kita bahas lebih dalam mengenai rasa bersalah.

Persis seperti kalimat pembuka, guilt atau rasa bersalah adalah emosi yang muncul ketika kita menyadari kita telah melukai seseorang dengan berbagai cara, mulai dari sekadar salah kata sampai gagal menepati janji. 

Rasa Bersalah Bisa Bermanfaat?

Ada orang yang cenderung tidak merasa bersalah meski dia sudah melakukan kesalahan, sebaliknya ada orang yang cenderung merasa bersalah terhadap berbagai hal meski sebenarnya ia tidak bersalah. Ada juga orang yang merasa bersalah ketika situasinya memang menunjukan ia bersalah. Jenis rasa bersalah inilah yang bisa memberi manfaat. Rasa bersalah memiliki pengaruh yang kuat untuk membuat kita merenungkan apa yang sudah dilakukan dan apa yang bisa kita lakukan dengan lebih baik.

Singkatnya, rasa bersalah mendorong evaluasi diri

Bangkit dari Rasa Bersalah

Rasa bersalah memang ada manfaatnya, tetapi tidak bisa dipungkiri emosi ini mungkin juga merupakan perasaan yang buruk. Kita merutuki diri, memikirkan kejadian tersebut berulang-ulang, dan merasa buruk terhadap diri sendiri. Jadi, apa yang perlu dilakukan ketika rasa bersalah begitu menguasai kita?

1. Kenali emosimu

“Aku merasa bersalah karena aku bersikap jutek ke temenku.” “Aku merasa bersalah karena aku kurang teliti melakukan pekerjaan”. Akui dan terima rasa bersalah yang kamu alami. Menuliskannya juga bisa memudahkan proses ini lho.

2. Minta maaf dan upayakan untuk berubah

Sadari suatu kesalahan tidak otomatis membuatmu menjadi orang yang buruk. Kamu bisa dan berhak meminta maaf, mendapat maaf, dan memperbaiki diri kedepannya. Hargai bahwa kesalahan saat ini bermanfaat untuk dirimu di masa depan.

3. Berterima kasih

Kamu bisa berterima kasih atas pelajaran yang kamu terima dari pihak lain. Ini bisa membantumu memandang rasa bersalah ini dengan sudut pandang baru yang lebih positif, bahwa meski tidak nyaman bagi kamu dan pihak lain, kamu telah belajar hal baru  yang bisa membantumu berkembang di masa depan.

Sudah siap mempraktikan tips di atas ketika berhadapan dengan rasa bersalah? Semangat ya, you are gonna be okay!

Desain oleh: Farah Shalihah
Penulis: Shafira Izqiva
Editor: Nida Zhafira R

Referensi:

  1. Raypole, C. 2020. Guilt Makes a Heavy Burden. Don’t Let It Drag You Down. Retrieved from https://www.healthline.com /health/mental-health/how-to-stop-feeling-guilty#forgive-yourself
  2. Psychology Today. Guilt. Retrieved from https://www.psychologytoday.com /intl/basics/guilt
I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.