I Am Okay Indonesia

Belajar Speak Up Tanpa Menyakiti Perasaan Orang Lain

Seberapa sering sih kamu berpikir perlu mengatakan sesuatu kepada orang lain tapi pada akhirnya kamu sendiri tidak berani untuk mengucapkannya?

Sekarang istilah “Speak Up Your Mind!” sudah sering ya digaung-gaungkan agar semakin banyak pula orang yang berani untuk menyuarakan isi pikirannya. Tapi, kenyataannya tidak semudah itu ya? Apalagi jika hal-hal yang ingin disampaikan berupa kritik, saran, atau masukan. Ditambah lagi jika lawan bicaramu adalah orang yang lebih tua, lebih superior, atau bahkan teman dekat sekalipun.

Kira-kira kenapa sih hal tersebut sulit untuk dilakukan? 

Ternyata jawabannya bukan sekedar rasa tidak enak untuk memberikan kritik maupun saran terhadap orang lain, lho!

Why We Don’t Speak Up?

Ada tiga alasan utama yang kemungkinkan menghambat seseorang untuk berani menyuarakan pendapatnya kepada orang lain.

1. Mencegah Penolakan

Pendapat maupun saran yang kita berikan kepada orang lain belum tentu didengar apalagi diterima. Jadi, tidak heran kalau penolakan biasa menjadi alasan utama kenapa seseorang ragu untuk speak up. Faktanya pun ternyata penolakan bisa berdampak sama seperti cedera fisik lho, alias sakitnya gak main-main!

2. Takut Mendapat Kritik

Mendapat penolakan saja rasanya sudah bikin cemas, apalagi kalau justru ditambah dengan mendapat kritik balik dari orang yang kita berikan saran? Nah, hal tersebut juga menjadi alasan yang biasanya mencegah seseorang untuk berani speak up

3. Tidak Ingin Menyakiti Orang Lain

Alasan yang satu ini mungkin jarang dibahas, tapi kenyataannya banyak juga lho orang-orang yang memang tidak ingin langsung speak up karena takut apa yang diutarakan justru menyakiti lawan bicara. Apalagi, jika topik yang ingin disampaikan memang berupa kritik untuk orang tersebut.

Speak up berarti menyuarakan isi pikiran yang berdampak positif untuk keadaan mental karena berhasil melepaskan segala beban dan pikiran
Padahal, mengutarakan pendapat tentu bermanfaat bagi dirimu sendiri maupun lawan bicaramu, lho!

Benefit of Speak Up Your Mind

1. Bermanfaat untuk kesehatan mental secara umum

Menyuarakan isi pikiranmu akan berdampak positif untuk keadaan mental kamu karena kamu berhasil melepaskan segala beban, pikiran, hingga rasa frustrasi yang mungkin kamu pendam. Kamu juga akan merasa lebih bebas dan tidak terkekang lho!

2. Meningkatkan kepercayaan diri

Dengan terbiasa menyuarakan pikiranmu, kamu juga akan merasa lebih percaya diri terhadap kemampuanmu sendiri. Bukan hanya kemampuan berkomunikasi, tapi juga kemampuanmu untuk melihat suatu kondisi dari berbagai sudut pandang.

3. Menginspirasi orang lain untuk melakukan hal yang sama

Tanpa kamu sadari, tindakanmu bisa saja menginspirasi orang lain untuk berani melakukan hal yang sama. Akan semakin banyak orang yang berani mengutarakan pendapat mereka dengan cara yang baik.

4. Memberikan sudut pandang baru untuk lawan bicara

Bukan hanya kamu, lawan bicaramu pun juga akan mendapat manfaat melalui sudut pandang baru yang kamu berikan padanya. Selain mendapat perspektif baru, tentunya lawan bicaramu juga akan belajar untuk menerima masukan yang diberikan. 

Lalu, bagaimana caranya untuk bisa tetap speak up tanpa menyakiti perasaan orang lain? Tenang, I Am Okay sudah merangkum tipsnya untuk kamu supaya bisa menyuarakan pendapatmu dengan baik!

Tips Speak Up Your Mind!

1. Pikirkan baik-baik topik yang ingin kamu bicarakan

Jika kamu ingin memberikan saran, kritik, atau masukan apa pun, ada baiknya kamu memikirkan baik-baik bahwa hal yang ingin kamu sampaikan sudah benar. Jangan sampai kamu terkesan “ah yang penting kan ngomong” ya!

2. Perhatikan cara komunikasi yang akan kamu gunakan

Bicarakan dengan nada suara rendah dan bahasa yang sopan jika kamu mengatakannya secara langsung. Jika kamu menggunakan tulisan, jangan lupa untuk tetap memperhatikan hal tersebut. Jangan gunakan kata-kata kasar atau terkesan menyalahkan hingga menyudutkan ya. Perhatikan juga bahasa non verbal seperti kontak mata dan bahasa tubuh untuk menunjukkan minatmu terhadap saran yang sedang kamu sampaikan. 

3. Jangan memaksakan kehendak

Pada akhirnya, pilihan untuk menerima apa yang kamu sampaikan tetap ada pada lawan bicaramu. Jangan memaksa orang lain untuk menerima pendapatmu. Kamu cukup memberikan pertimbangan yang kamu anggap penting lalu biarkan orang lain menilai berdasarkan sudut pandang mereka sendiri.

4. Persiapkan diri dengan feedback

Tetap persiapkan diri untuk mendapatkan feedback dari lawan bicara ya. Bisa saja dia memberikan pembelaan atau mengklarifikasi apa yang kamu sampaikan. Tenang saja, hal tersebut sangat wajar kok karena komunikasi memang sebaiknya berjalan dua arah.

Hal terpenting yang harus kamu perhatikan adalah perlakukan orang lain dengan penuh pertimbangan agar kamu tidak menyakiti siapa pun dengan ucapanmu. Bagaimanapun juga, kritik dan saran dari orang lain pasti penting, tapi kembali lagi pada cara penyampaian dan kebenaran dari hal yang disampaikan.

Semangat untuk selalu berani menyuarakan pendapatmu ya!

Penulis: Syafira Dumbi
Editor: Muthia Nida
Desain: Keke

Referensi:

  1. Glaser, J. E. (2018). Why we don’t speak up?. Psychology Today. https://www.psychologytoday.com /us/blog/conversational-intelligence /201805/why-we-don-t-speak 
  2. People First. (2017). 3 reasons people don’t speak up to leaders. https://blog.peoplefirstps.com/connect2lead /3-reasons-people-dont-speak-up 
  3. The Vibe With Ky. (n.d.). 3 benefits to speaking up for yourself. https://thevibewithky.com/2020/06 /13/3-benefits-to-speaking-up-for-yourself/
I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.