I Am Okay Indonesia

Benar Gak Sih, Sekarang Banyak Orang yang Memiliki Gangguan Mental?

Gangguan mental adalah kondisi ketika seseorang memiliki karakteristik gangguan berupa disfungsi, tertekan, bahaya, maupun penyimpangan.

Ini perasaanku doang, atau emang…

  • Semakin banyak orang, baik teman dekat atau influencer di media sosial, yang bercerita tentang masalah kesehatan mental yang mereka miliki?
  • Semakin menjamur layanan psikologi yang bisa diakses dengan mudah dan terjangkau?
  • Makin banyak orang pergi ke layanan psikologi untuk mengkonsultasikan kesehatan mentalnya?

Apa itu artinya semakin banyak orang yang punya gangguan mental?

Gangguan mental adalah kondisi ketika seseorang memiliki karakteristik gangguan berupa disfungsi, tertekan, bahaya, maupun penyimpangan.

Pernahkah kamu memikirkan hal tersebut?

Sebelum kita bahas lebih lanjut, mari samakan sudut pandang terlebih dahulu. Sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan gangguan mental?

Apa Itu Gangguan Mental?

Kajian psikologi abnormal, yaitu cabang psikologi yang membahas ketidaknormalan dalam manusia, salah satunya gangguan mental, mendefinisikan abnormalitas dalam 4 karakteristik:

  1. Dysfunction (Disfungsi)

Adanya kesulitan untuk berfungsi menjalankan aktivitas sehari-sehari.

  1. Distress (Tertekan)

Adanya perasaan tidak nyaman yang membuat seseorang merasa ia bukan dirinya yang biasa.

  1. Dangerousness (Bahaya)

Adanya perilaku atau kecenderungan perilakuIuntuk melukai diri sendiri maupun orang lain.

  1. Deviance (Penyimpangan)

Adanya perilaku yang menyimpang dari norma yang berlaku di masyarakat

Jadi, secara umum, gangguan mental adalah kondisi ketika satu atau lebih dari keempat karakteristik ini muncul dalam diri seseorang. Perlu diperhatikan bahwa hanya tenaga profesional yang dapat menentukan apakah seseorang memiliki gangguan mental, jenis gangguannya, dan separah apa gangguan tersebut. Meski begitu, mengetahui hal ini dapat membuat kita sadar dan waspada akan adanya kemungkinan kemunculan tanda-tanda tersebut pada diri sendiri maupun orang lain.

Mari kita lihat beberapa data statistiknya.

  • Penelitian oleh Astrup, 1965 dan Tornye, 1980, menunjukan adanya peningkatan gangguan psikiatri, tetapi penelitian lain oleh Astrup, 1982 dan Krupinski & Alexander, 1983, menunjukan angka gangguan sebenarnya konstan.
  • Hal yang sama juga diteliti tahun 2005 menunjukan setidaknya ⅓ dari 9000 partisipan studi tersebut mengalami gangguan mental dalam 12 bulan terakhir
  • Penelitian di Inggris menunjukan terdapat sedikit peningkatan prevalensi gangguan mental pada individu usia 5-19 tahun di tahun 2017 dibanding tahun-tahun sebelumnya

Jadi, mungkin memang terdapat peningkatan kasus gangguan mental di masa ini, mungkin juga tidak. Tapi, apa penyebabnya ya? Apakah betul generasi sekarang lebih lemah dan lembek dibanding generasi sebelumnya? Apakah betul media sosial dan smartphone yang digunakan setiap hari menjadi penyebabnya?

Caption: Apa betul penyebab segala penyakit, termasuk penyakit mental, karena penggunaan handphone serta isi-isinya?

Jika Memang Terdapat Peningkatan Gangguan Mental, Apa Penyebabnya?

Yang perlu dipahami adalah tidak ada satu penyebab tunggal dari fenomena apapun yang terjadi, termasuk adanya gejala peningkatan prevalensi gangguan mental di masa kini. Ada beberapa kemungkinan penyebabnya, seperti..

1. Perkembangan ilmu pengetahuan

Setiap saat, ilmu bisa berkembang dan berubah sesuai dengan temuan penelitian terbaru, termasuk ilmu mengenai gangguan mental. Hal-hal yang dulu dianggap sebagai akibat dari sihir dan ilmu hitam, kini mungkin mulai dipahami sebagai gangguan mental yang memang bisa dialami manusia dan bisa ditangani.

2. Peningkatan tenaga kesehatan di bidang kejiwaan

Semakin banyak sekolah dan pelatihan yang semakin bagus juga kualitasnya untuk para calon psikolog, psikiater, konselor, terapis, dan sebagainya sehingga semakin berkembang juga kesiapan untuk mendiagnosis gangguan mental dan memberikan penanganan. 

3. Perubahan pemahaman kita terhadap gangguan mental

Beberapa dekade terakhir, semakin banyak orang yang meningkat kesadaran dan pemahamannya terhadap aspek psikologis, tidak hanya fisik, dari dirinya.  Semakin banyak juga orang yang kini memandang masalah yang biasa ditemukan di kehidupan sehari-hari sebagai permasalahan psikologis.  

4. Perubahan gaya hidup dan kebiasaan 

Kemunculan media sosial, maraknya konsumsi alkohol, dan penggunaan obat-obatan adalah beberapa contoh dari perubahan gaya hidup yang drastis. Populasi yang paling terdampak oleh perubahan dalam masyarakat adalah populasi yang paling cepat merespon perubahan tersebut, yaitu remaja dan dewasa awal. Peningkatan gangguan mental di rentang usia ini berkaitan dengan perubahan pesat di masyarakat. 

Jadi, mungkin tren peningkatan gangguan mental bukan semata-mata karena gangguan mental menjadi lebih umum dan banyak diderita orang, melainkan kombinasi berbagai faktor sosial yang mungkin bahkan belum terpikir oleh kita sebelumnya. 

Dengan pengetahuan baru ini, semoga kamu bisa lebih bijak menyikapi fenomena terkait gangguan mental ini, ya!

Penulis: Shafira Izqiva R.
Editor: Noor Faa’izah
Desain: Dono

Referensi:

  1. Hafner, H. 1985. Are Mental Disorders Increasing over Time? Psychopathology 18: 66-81
  2. Schraer, R. 2019. Is young people’s mental health getting worse? Retrieved from https://www.bbc.com/news/health-47133338T
  3. Davis. Conceptualizing Psychiatric Disorders Using “Four D’s” of Diagnoses. The Internet Journal of Psychiatry. 2009 Volume 1 Number 1.
I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.