I Am Okay Indonesia

Benarkah Urutan Lahir Menentukan Kepribadian Seseorang?

Hi, fellas! Buat kamu yang pernah menonton drama Korea legendaris berjudul Reply 1988, kamu pasti kenal dengan trio Sung bersaudara. Drama tersebut memperlihatkan bagaimana perbedaan karakter antara anak sulung (Bora), tengah (Deoksun), dan bungsu (Noeul) yang bagi sebagian orang mungkin rasanya sangat relatable.

Karakter Bora, Deoksun, dan Noeul menggambarkan bagaimana pandangan kebanyakan orang berkaitan dengan urutan lahir, yang sering diyakini menjadi salah satu faktor pembeda karakter tiap anak.

Tapi, memangnya urutan lahir ini beneran mempengaruhi kepribadian seseorang, ya? Yuk, kita cari tahu jawabannya di ulasan berikut ini. Keep scrolling, fellas!

Stereotip Kepribadian Berdasarkan Urutan Lahir

Tak bisa dimungkiri bahwa dalam masyarakat kita sering kali timbul berbagai stereotip untuk permasalahan tertentu, termasuk juga dengan topik ini. Penting untuk diketahui terlebih dahulu, stereotip dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) diartikan sebagai konsepsi mengenai sifat suatu golongan berdasarkan prasangka yang subjektif.

Dalam hal urutan lahir, anak sulung memiliki beberapa stereotip. Stereotip yang paling umum adalah bahwa anak pertama dianggap sebagai pribadi yang suka memerintah. Sementara itu, anak tengah biasanya diidentikkan sebagai anak yang “terasingkan”.

Berbeda halnya dengan si bungsu yang diidentikkan sebagai sosok yang manja dan sering kali dicap sebagai pemberontak. Tidak jauh berbeda dengan si bungsu, stereotip yang melekat pada anak tunggal adalah manja dan egois. 

Namun, kembali lagi, apakah stereotip-stereotip tersebut memang benar adanya? Untuk menjawab pertanyaan ini, yuk kita coba bahas dari beberapa penelitian terkait!

Kepribadian berdasarkan Urutan Lahir: Penelitian-Penelitian Terkait

Isu mengenai kepribadian berdasarkan urutan kelahiran seseorang ini telah ada sejak dulu. Pada abad ke-19 dan awal abad ke-20, seorang psikoterapis dari Austria bernama Alfred Adler menduga bahwa urutan kelahiran menjadi salah satu faktor yang menentukan adanya perbedaan sifat pada saudara kandung.

Selain itu, ada pula beberapa peneliti yang setuju dengan pendapat tersebut. Yuk, kita bahas satu per satu!

  1. Anak Sulung

Anak sulung yang merupakan anak pertama ini sering dikaitkan dengan perilaku orang tua yang mengasuh mereka dengan penuh perhatian serta ketat dalam aturan. Itulah yang menyebabkan stereotip bahwa anak sulung cenderung menjadi sosok yang perfeksionis.

Frank Farley, Ph.D., seorang psikolog dari Temple University di Philadelphia menemukan bahwa mayoritas orang tua menghabiskan lebih banyak waktu untuk menjelaskan sesuatu pada anak sulung mereka. Perhatian yang tidak terbagi itu menyebabkan anak sulung biasanya memiliki IQ yang lebih tinggi dan mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi dibandingkan saudara mereka.

Namun, anak sulung ternyata cenderung memiliki ketakutan yang kuat terhadap kegagalan menurut Michelle P. Maidenberg, Ph.D., seorang terapis anak dan keluarga di White Plains, New York. Dikarenakan oleh ketakutan tersebutlah mereka biasanya tidak fleksibel dan tidak menyukai perubahan. Untuk itu, si sulung ini perlu untuk belajar berhenti menyalahkan diri mereka sendiri.

  1. Anak Tengah

Pernyataan bahwa anak tengah sering merasa ditinggalkan telah menjadi pandangan umum karena perhatian orang tua tidak tertuju pada mereka. Secara umum, kekuatan dari anak tengah adalah bahwa mereka cenderung berkepribadian menyenangkan, mudah bergaul, dan mencintai perdamaian.

Dilansir Parents.com,  Dr. Sulloway mencatat bahwa anak tengah mendapatkan skor lebih tinggi dalam hal keramahan. Hal ini disebabkan karena mereka cenderung kurang mendapat perhatian di rumah sehingga si anak tengah akan menjalin ikatan yang lebih kuat dengan teman-teman mereka untuk mencari social support.

Meskipun begitu, mereka sering kali merasa tidak dihargai dalam keluarga. Survei yang dilakukan oleh TheBabyWebsite.com, sumber parenting di Inggris, menemukan bahwa sepertiga dari orang tua yang memiliki tiga anak mengatakan bahwa mereka memberikan lebih sedikit perhatian pada anak tengah dibandingkan dengan anak sulung dan bungsunya.

  1. Anak Bungsu

Sebagai yang terkecil dalam keluarganya, anak bungsu cenderung menjadi seseorang yang paling berjiwa bebas. Berdasarkan beberapa penelitian, anak bungsu memiliki ciri-ciri seperti mencintai kesenangan, manipulatif, ramah, dan suka mencari perhatian.

Jiwa bebas yang dimiliki anak bungsu menyebabkan mereka lebih biasa dalam mengambil risiko fisik dan mencoba pengalaman yang tidak biasa dibandingkan kakak-kakaknya. Dr. Kevin Leman, seorang psikolog dan penulis The Birth Order Book: Why Your Are the Way You Are (Revell) mencatat bahwa anak bungsu sering merasa bahwa tidak ada pencapaian mereka yang terasa penting.

Hal tersebut disebabkan karena pencapaian yang diraih oleh anak bungsu cenderung dianggap tidak orisinal dan orang tua tidak senang secara spontan atas pencapaian tersebut dan justru bertanya-tanya, “Mengapa ia tidak dapat menangkap lebih cepat?”.

  1. Anak Tunggal

Tidak adanya saudara membuat anak tunggal mendapatkan perhatian yang begitu besar dari orang tua mereka, bukan untuk sementara waktu, tetapi selamanya. Anak tunggal cenderung memiliki sifat yang dewasa, perfeksionis, dan teliti. Mereka mendapatkan perhatian, namun juga beban serta harapan yang besar dari orang tua mereka.

Penelitian yang Bertentangan

Meskipun beberapa peneliti mempercayai dan mendapatkan keyakinan dalam penelitiannya bahwa urutan kelahiran dapat menentukan kepribadian seseorang, tentu ada sejumlah peneliti juga yang menentang hal tersebut.

Misalnya penelitian yang dilakukan oleh Stefan Schmukle dan rekan-rekannya pada tahun 2015. Mereka meneliti pada sekitar 20.000 orang di Amerika Serikat, Jerman, dan Inggris Raya dan menemukan bahwa urutan kelahiran tidak mengubah salah satu dari lima ciri kepribadian yang disebut “Big Five” yang terdiri dari openness (keterbukaan), conscientiousness (kesadaran), extroversion, agreeableness (keramahan), dan neuroticism.

Ada pula penelitian oleh Rodica Damian, seorang psikolog di University of Houston yang mempelajari lebih dari 370.000 siswa sekolah menengah yang mendapatkan kesimpulan yang sama dengan penelitian oleh Schmukle.

Akan tetapi, kedua penelitian tersebut menemukan bukti bahwa urutan kelahiran memang sedikit mempengaruhi tingkat kecerdasan seseorang. Rata-rata anak sulung disebutkan memiliki keunggulan dalam IQ dibandingkan saudara mereka. Hal ini disebabkan karena orang tua memberikan lebih banyak stimulasi mental kepada mereka, terutama sebelum energi dan perhatian orang tua terbagi dengan anak mereka yang lainnya.

Kalau kamu sendiri merasa relate dengan penjelasan diatas gak nih , fellas?


Penulis: Dwi Nantari

Editor: Noor Faa’izah

Desain: Riska


Referensi:

I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.