I Am Okay Indonesia

Burnout vs Depresi. Kenali Perbedaannya!

Depresi didefinisikan sebagai gangguan mood dengan perasaan sedih secara terus menerus, serta perasaan kosong dan keputusasaan.

Sedih, hilang minat, mudah marah dan tersinggung, lelah fisik dan mental, mungkin sering kita jumpai akhir-akhir ini mengingat kondisi kita yang terbatas dalam melakukan banyak hal dan terpaksa harus #DiRumahAja dulu. Sering kali merasa seperti itu, namun bingung dengan apa yang harus dilakukan karena belum tau penyebab pastinya. Burnout atau Depresi, ya?

PERBEDAAN BURNOUT DAN DEPRESI

Burnout mengacu pada keadaan emosional yang negatif, lelah fisik dan mental karena stress berlebihan dan sulit untuk mengatasinya. Sedangkan depresi didefinisikan sebagai gangguan mood dengan perasaan sedih secara terus menerus, adanya perasaan kosong dan keputusasaan.

Depresi didefinisikan sebagai gangguan mood dengan perasaan sedih secara terus menerus, serta perasaan kosong dan keputusasaan.
Memang terdengar agak mirip dan sulit dibedakan, oleh karena itu, agar tidak self-diagnose simak baik-baik ya!

Burnout merupakan masalah kesehatan mental yang cukup serius, namun depresi merupakan gangguan mental yang memerlukan diagnosa langsung dari tenaga kesehatan mental. Walaupun dampak yang disebabkan oleh burnout cukup mengganggu, tetapi tingkat bahayanya tidak seperti depresi terlebih lagi burnout hanya memiliki tiga gejala yaitu lelah, sulit melihat kebaikan, dan melakukan hal yang tidak efisien dengan tahapan merasa lelah, lelah kronis, stress lalu stress kronis. Sedangkan pada depresi, tidak ada tahapan, karena depresi tidak berkembang secara linier atau progresif.

Depresi lebih sulit disembuhkan. Dengan hiburan dan self care, mungkin burnout dapat hilang. Tetapi tidak dengan depresi. Terdapat periode stress yang lebih ekstrim dan biasanya karena pekerjaan atau akademis. Depresi juga tidak selalu memiliki pemicu, berbeda dengan burnout yang biasanya terjadi karena adanya ketegangan di sekolah atau tempat kerja. Dengan itu, mereka mendorong diri hingga batasnya dan lupa bahwa ia sudah bekerja terlalu keras.

Berbeda dengan burnout yang masih memiliki harga diri secara utuh, depresi dapat mengikis harga diri dan memunculkan perasaan tidak berharga.

Don’t push yourself too hard. You deserve a rest

Jika dirasa gejala dan perasaan yang kamu alami membuatmu tidak nyaman dan sulit diatasi, jangan ragu untuk menghubungi tenaga kesehatan mental, ya! Keep smiling!:)

Desain oleh: Nanda Luthfiah
Penulis: Chandadya
Editor: Muthia Nida

Referensi:

  1. Gibson, R., & Hategan, A. (2019). Burnout vs. Depression: Recognize the Signs. Current Psychiatry, 18(10); 41-42.
  2. Schonfeld IS, Bianchi R, Palazzi S. What is the difference between depression and burnout? An ongoing debate. Riv Psichiatr. 2018 Jul-Aug;53(4):218-219. doi: 10.1708/2954.29699. PMID: 30087493.
I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.