I Am Okay Indonesia

Awas Dysthymia! Depresi Gejala Ringan, Tapi Berkepanjangan

Depresi Gejala RinganDysthymia merupakan gangguan mood dengan gejala kronis yang mirip dengan depresi yang kini dikenal sebagai ‘gangguan depresi  persisten’. Gejala gangguan depresi ini biasanya kurang parah daripada gangguan depresi mayor (depresi klinis) dan diketahui bertahan lebih lama.

Gangguan ini dulu disebut “dysthymia” atau “dysthymic disorder,” tetapi namanya diubah dalam edisi terbaru Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5). DSM-5 mencerminkan nama terbaru dari gangguan mood ini, yang merupakan konsolidasi dari gangguan depresi mayor kronis dan dysthymia. Di sini kita melihat lebih dekat gangguan depresi persisten, gejala, penyebab, dan pengobatannya.

Perubahan diagnostik ini dibuat untuk mencerminkan fakta bahwa tidak ada perbedaan yang bermakna secara ilmiah antara gangguan depresi mayor kronis dan apa yang sebelumnya dikenal dalam DSM-IV sebagai gangguan distimik.

Kenali Gejala Dysthymia

Ketika berbicara tentang gejala gangguan mental apa pun, termasuk gangguan depresi persisten, kita harus melihat kriteria DSM-5 terlebih dahulu yang menjelaskan gejala, sifat, dan karakteristik apa yang harus ada untuk didiagnosis dengan penyakit mental.

DSM-5 mendefinisikan gangguan depresi persisten sebagai gangguan mood jangka panjang dengan onset yang berbahaya dengan setidaknya dua tahun mood depresi. Kondisi ini juga harus mengakibatkan penderitaan dan gangguan yang signifikan dalam fungsi di area penting dalam hidup Anda.

Gejala gangguan depresi persisten mungkin termasuk:

  • Perasaan putus asa
  • Masalah dengan konsentrasi
  • Ketidakmampuan untuk dengan mudah membuat keputusan
  • Gangguan proses berpikir normal
  • Tingkat energi rendah
  • Kelelahan
  • Peningkatan atau penurunan nafsu makan yang berdampak pada berat badan seseorang
  • Insomnia (ketidakmampuan untuk tidur)
  • Bangun pagi
  • Terlalu banyak tidur
  • Rendah diri

Penyebab Penyakit Dysthymia

Meskipun tidak ada satu penyebab gangguan depresi termasuk gangguan depresi persisten, para ahli merasa bahwa kondisi tersebut mungkin terkait dengan ketidakseimbangan kimia di otak. Beberapa faktor terkait dengan gangguan depresi persisten, termasuk:

  • Faktor lingkungan: Seperti kehilangan atau perpisahan orang tua masa kanak-kanak
  • Faktor temperamental: Seperti afektif negatif dan pola berpikir.
  • Faktor biologis: Seperti kimia otak seseorang
  • Faktor genetik: Depresi diturunkan dalam keluarga, mungkin ada hubungan genetik dengan kondisi tersebut, tetapi belum ada gen spesifik yang dikaitkan dengan gangguan depresi persisten.

Bagaimana Treatment yang Harus Diberikan?

  1. Talk Therapy

Psikoterapi mungkin melibatkan berbagai teknik yang berbeda, tetapi dua yang sering digunakan adalah terapi perilaku kognitif (CBT) dan terapi interpersonal (IPT).

  • CBT: Jenis terapi ini berfokus pada pembelajaran untuk mengidentifikasi dan mengubah pola pikir negatif yang mendasari yang sering berkontribusi pada perasaan depresi.
  • IPT: Terapi ini mirip dengan CBT tetapi berfokus pada mengidentifikasi masalah dalam hubungan dan komunikasi dan kemudian menemukan cara untuk melakukan perbaikan dalam cara Anda berhubungan dan berinteraksi dengan orang lain.
  1. Medication

Ada sejumlah jenis antidepresan yang dapat diresepkan untuk mengobati PDD. Namun untuk kamu yang merasa memiliki gejala tersebut, sebaiknya langsung menghubungi dokter yang memang menangani hal ini.

Bagaimana Menghindarinya?

Untuk menghindari penyakit ini, ada sejumlah hal berbeda yang dapat dilakukan orang. Karena jenis depresi ini kronis, oleh karena itu menggabungkan perubahan gaya hidup dan perawatan diri dengan perawatan medis dapat membantu. Beberapa hal yang dapat kamu lakukan untuk melengkapi terapi dan pengobatan antara lain membuat rutinitas harian yang terstruktur dan positif, bersosialisasi dengan teman dan keluarga, berolahraga setiap minggunya, menghindari alkohol dan mengonsumsi makanan sehat, dan hal positif lainnya.

Mungkin sulit untuk melakukan banyak hal ini ketika kamu sedang merasa tertekan. Meskipun begitu ingatlah bahwa kamu tidak perlu melakukan semuanya dengan sempurna. Bahkan perubahan kecil dapat membuat perbedaan dalam suasana hati dan pola pikir kamu. Misalnya, Anda mungkin memulai dengan membuat tujuan kecil dan kemudian secara bertahap membangunnya dari waktu ke waktu. Jadi, yuk terapkan pola hidup sehat mulai dari sekarang.


Penulis: Abd. Hamid
Editor: Noor Faa’izah
Desain: Riska
SEO Editor : Della AP


Referensi :

  1. Schimelpfening, Nancy. March 2020. An Overview of Persistent Depressive Disorder (Dysthymia). https://www.verywellmind.com/what-is-dysthymia-dysthymic-disorder-1066954
  2. Christiansen, Sherry. February 2021. What is Persistent Depressive Disorder?. https://www.verywellhealth.com/persistent-depressive-disorder-5093332