I Am Okay Indonesia

Sering Merasa Capek Terus – Menerus? Hati – Hati, Jangan Sampai Kamu Terjangkit Fatigue Disorder!

Siapa disini yang sering ngerasa mager atau rasanya capek terus? Sebetulnya kalau rasa capek yang dialami muncul karena kurangnya istirahat itu masih menjadi hal yang normal. Tapi, kalau rasa capek yang kamu rasakan datang terus-menerus di tengah kondisi fisik dan rutinitas yang terbilang cukup baik, maka kamu harus mulai berjaga-jaga nih! Loh, kenapa harus waspada? Yup, selain memang terbilang aneh, merasa capek disaat kondisi fisik kita optimal bisa jadi sebagai petunjuk adanya fatigue disorder. Kira-kira ada yang pernah denger sama istilah ini? Kalau belum, yuk kita sama-sama belajar di artikel satu ini, scroll sampai habis ya!

Definisi Fatigue Syndrome

Fatigue Syndrome adalah kondisi dimana seseorang merasakan lelah yang begitu besar secara terus-menerus. Hal ini berbeda dengan lelah fisik dikarenakan oleh aktivitas yang padat atau kondisi tubuh yang kurang fit. Melainkan akan tetap terjadi meski tubuh berada di kondisi yang optimal. Jadi, fatigue syndrome ini tidak tergantung oleh kondisi tubuh ataupun aktivitas yang kita lakukan, bahkan setelah bangun dari tidur yang cukup pun seseorang dengan sindrom ini akan tetap merasa lelah.

Gejala-Gejala Fatigue Syndrome

Sama halnya dengan berbagai jenis sindrom lainnya, fatigue syndrome juga memiliki beberapa gejala-gejala tertentu yang dapat menjadi petunjuk terjangkit atau tidaknya seseorang. Berikut beberapa gejala dari fatigue syndrome, antara lain : 

  • Kelelahan kronis
  • Sakit kepala
  • Sulit berkonsentrasi
  • Gangguan tidur
  • Masalah psikologis (sering merasa cemas, emosi tidak terkendali, dll)
  • Sakit tenggorokan

Terlepas dari gejala-gejala tersebut, seseorang akan positif dinyatakan terjangkit fatigue syndrome apabila telah melakukan pemeriksaan lebih lanjut pada dokter profesional dan tidak boleh melakukan self-diagnose. 

Penyebab Fatigue Syndrome

Sebetulnya, sampai saat ini penyebab dari munculnya fatigue syndrome belum dapat diketahui secara pasti. Walaupun demikian, para ahli berpendapat bahwa sindrom satu ini terjadi diakibatkan oleh berbagai faktor seperti infeksi virus (misalnya Epstein-Barr Virus (EBR), Human Herpes Virus 6), dapat juga disebabkan oleh adanya gangguan sistem imun serta ketidakseimbangan hormon dalam tubuh. Selain tiga hal tersebut, salah satu faktor lain yang dapat mempengaruhi fatigue syndrome yaitu adanya stress disertai dengan regulasi nya yang buruk. Meskipun terbilang universal dan tidak menjangkit kelompok tertentu, penelitian menunjukan jika fatigue syndrome ini lebih rentan diderita oleh wanita dan kelompok usia dalam rentang 40 – 50 tahun.

Langkah – Langkah Mengatasi Fatigue Syndrome

Berbeda dengan beberapa sindrom yang mungkin tidak membutuhkan langkah khusus dalam penanganannya. Dalam kasus fatigue syndrome, pasien sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan dan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter profesional. Sebab dengan demikian dokter dapat memberikan penanganan yang tepat setelah mengetahui kemungkinan besar penyebab munculnya sindrom kelelahan tersebut. Adapun beberapa langkah penanganan yang biasa diberikan dokter, antara lain :

  • Pemberian obat 

Setelah melewati tahap observasi dan mengetahui faktor penyebab munculnya fatigue syndrome, maka dokter akan memberikan obat yang sesuai dengan penyebab munculnya sindrom tersebut, misalnya antidepresan bagi pasien yang terjangkit akibat depresi.

  • Psikoterapi

Terapi biasa dilakukan dokter untuk menenangkan pikiran pasien juga menggali lebih dalam tentang penyebab dari fatigue syndrome yang diakibatkan oleh masalah psikologis.

  • Terapi fisik

Selain terapi untuk menenangkan keadaan mental, terapi fisik juga diperlukan dan dianjurkan dokter bagi pasien fatigue syndrome untuk meringankan sakit fisik yang mungkin dialaminya, juga diiringi dengan perbaikan pola hidup dengan lebih sehat. Oke fellas, kira-kira itulah artikel pembahasan tentang fatigue syndrome alias sindrom kelelahan. Mungkin terdengar cukup sepeleh ya, tapi sebenarnya kalau dibiarkan akan semakin berbahaya dan bisa sangat mengganggu aktivitas keseharian kita, loh! Jadi, mulai sekarang yuk sama-sama jaga kesehatan fisik dan mental kita, karena sadar atau engga, ternyata kedua hal tersebut saling berpengaruh banget. See you di artikel selanjutnya!


Penulis: Agnes

Editor: Aski

Desain: Yuli, Mita

SEO Editor:


Referensi:

I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.