I Am Okay Indonesia

FOMO? Udah gak zaman! Yuk, kenalan dengan JOMO!

Seberapa sering kamu mengikuti sesuatu yang lagi trend atau sedang banyak dibicarakan oleh orang lain? Kamu merasa cemas ketika tertinggal sesuatu yang lagi hype, khususnya di dunia maya. Kamu mungkin mengalami yang namanya FOMO atau fear of missing out.

Sejak munculnya media sosial, tanpa sadar kita sering merasa khawatir atau takut akan ketinggalan sesuatu yang baru, seperti berita, tren, dan hal lainnya. Padahal, menjadi FOMO secara terus menerus bisa berdampak pada kesehatan mental kita. Eitss… tapi tidak usah khawatir, ibarat dua sisi mata koin, sindrom FOMO ini punya lawan yang disebut sebagai JOMO.

Apa itu JOMO? Yuk kita kenalan dengan manfaatnya dan cara menerapkan JOMO di keseharian.

Apa itu JOMO?

JOMO atau joy of missing out secara harfiah adalah perasaan dan keadaan senang atau baik-baik saja ketika ketinggalan sesuatu yang lagi banyak dibicarakan orang. JOMO merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang lebih berfokus pada kegiatan nyatanya tanpa adanya gadget. Mereka lebih nyaman menikmati waktu di dunia nyatanya. JOMO juga dapat diartikan sebagai perasaan kepuasan diri di mana seseorang sudah merasa cukup dengan hidupnya sehingga mereka merasa bebas dan lebih fokus pada hal-hal yang mereka senangi.

Dengan kata lain, JOMO ini adalah cara terbaik untuk mengatasi FOMO, yaitu dengan meninggalkan internet dan acuh tak acuh terhadap tren yang sedang berlangsung.

Manfaat Menjadi Seorang JOMO

Menjadi seorang yang JOMO membawa banyak manfaat untuk diri kamu, termasuk kebahagiaan dan keseimbangan hidup. JOMO membuat kamu berhenti bertanya pada diri sendiri setiap 10 menit tentang apa yang sedang terjadi di dunia luar. Ini membuat kamu jadi lebih fokus dan menikmati apa yang sedang kamu rasakan dan lakukan saat itu juga.

Selain itu, JOMO memungkinkan kamu untuk menjadi diri sendiri dan tidak membandingkan dengan orang lain melalui apa yang kamu lihat di media sosial.

Hal yang harus kamu sadari adalah akan selalu ada sesuatu yang lebih baik untuk dilakukan, tetapi yang penting adalah menerimanya dan dapat melihat bahwa selalu ada sesuatu untuk dinikmati dalam setiap situasi yang dilalui.

Tips Menerapkan JOMO di Keseharian

1. Belajar Menikmati Momen

Jika kamu secara terus-menerus merasa resah dan gelisah karena terlewat akan trend, kemungkinan besar kamu tidak akan menikmati diri sendiri dimanapun kamu berada. Ini bukan cara yang sehat untuk menjalani hidup.

Oleh karena itu, nikmatilah momen yang sedang kamu rasakan jalankan saat itu juga. Kamu juga bisa meluangkan waktu untuk merangkul setiap pengalaman yang kamu alami dan mencoba untuk menikmatinya. Dengan begini, kamu akan sadar jika menjadi FOMO tidak semenyenangkan itu, sebaliknya menjadi JOMO membuat menikmati hidup.

2. Kurangi Mengakses Media Sosial

Mungkin kamu sudah sering mendengar jika media sosial menjadi salah satu penyebab munculnya kegelisahan yang berdampak pada kesehatan mental, termasuk menjadi FOMO. Untuk benar-benar berubah dari  FOMO menjadi JOMO, kamu harus bisa menghindari penyebabnya.

Kamu bisa melakukan social media detox, artinya kamu membatasi atau bahkan menghentikan penggunaan media sosial dalam jangka waktu tertentu.

3. Perbanyak Lakukan Hobimu

Ketika kamu mengurangi penggunaan media sosial, kamu mungkin akan kebingungan akan melakukan aktivitas apa. Hal yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengerjakan hobimu atau hal yang kamu senangi.

Kamu bisa memulainya dengan berjalan di taman di waktu pagi untuk menikmati sunrise, membaca buku, menonton series yang belum kamu selesaikan dan hal lainnya yang bisa mengalihkan kamu dari dunia maya.

4. Buat Rencana Aktivitas Harian

Cobalah sesekali untuk meluangkan waktu secara sadar untuk membuat rencana aktivitas harian. Kamu bisa memutuskan apa yang penting bagi kamu dan kebahagiaan kamu. Lalu buat daftar bagaimana kamu ingin menghabiskan waktu kamu dalam satu hari itu.

Kamu bisa membuat daftar aktivitas dengan melihat tujuan atau prioritas kamu pada hari itu, apa yang kamu senangi, apakah kamu ingin menghabiskan waktu sendirian untuk istirahat atau ingin bertemu dengan tema-teman? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Kegiatan atau acara apa yang sesuai dengan tujuan atau prioritas Anda? Apakah Anda mendapat manfaat dari waktu sendirian atau istirahat?

5. Lakukan Meditasi

Sudah menjadi rahasia umum bahwa  meditasi sangat baik untuk tubuh dan pikiran kita. Selain itu, ketika kita melakukan meditasi, kita memanifestasikan manfaat jangka panjang ke dalam hidup kita. Seperti menurunkan tingkat stres, lebih mengenal diri sendiri, meningkatkan fokus dan manfaat-manfaat lainnya.

Bermeditasi memang tidak semudah kelihatannya. Namun kamu bisa memulainya dengan berkomitmen untuk duduk setiap hari, meskipun hanya lima menit untuk melakukan refleksi diri dan “membersihkan pikiran”.
Itu dia beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk menjadi JOMO. It’s time to say goodbye to FOMO!

Seberapa sering kamu mengikuti sesuatu yang lagi trend atau sedang banyak dibicarakan oleh orang lain? Kamu merasa cemas ketika tertinggal sesuatu yang lagi hype, khususnya di dunia maya. Kamu mungkin mengalami yang namanya FOMO atau fear of missing out.

Sejak munculnya media sosial, tanpa sadar kita sering merasa khawatir atau takut akan ketinggalan sesuatu yang baru, seperti berita, tren, dan hal lainnya. Padahal, menjadi FOMO secara terus menerus bisa berdampak pada kesehatan mental kita. Eitss… tapi tidak usah khawatir, ibarat dua sisi mata koin, sindrom FOMO ini punya lawan yang disebut sebagai JOMO.

Apa itu JOMO? Yuk kita kenalan dengan manfaatnya dan cara menerapkan JOMO di keseharian.

Apa itu JOMO?

JOMO atau joy of missing out secara harfiah adalah perasaan dan keadaan senang atau baik-baik saja ketika ketinggalan sesuatu yang lagi banyak dibicarakan orang. JOMO merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang lebih berfokus pada kegiatan nyatanya tanpa adanya gadget. Mereka lebih nyaman menikmati waktu di dunia nyatanya.

JOMO juga dapat diartikan sebagai perasaan kepuasan diri di mana seseorang sudah merasa cukup dengan hidupnya sehingga mereka merasa bebas dan lebih fokus pada hal-hal yang mereka senangi.

Dengan kata lain, JOMO ini adalah cara terbaik untuk mengatasi FOMO, yaitu dengan meninggalkan internet dan acuh tak acuh terhadap tren yang sedang berlangsung.

Manfaat Menjadi Seorang JOMO

Menjadi seorang yang JOMO membawa banyak manfaat untuk diri kamu, termasuk kebahagiaan dan keseimbangan hidup. JOMO membuat kamu berhenti bertanya pada diri sendiri setiap 10 menit tentang apa yang sedang terjadi di dunia luar. Ini membuat kamu jadi lebih fokus dan menikmati apa yang sedang kamu rasakan dan lakukan saat itu juga.

Selain itu, JOMO memungkinkan kamu untuk menjadi diri sendiri dan tidak membandingkan dengan orang lain melalui apa yang kamu lihat di media sosial.

Hal yang harus kamu sadari adalah akan selalu ada sesuatu yang lebih baik untuk dilakukan, tetapi yang penting adalah menerimanya dan dapat melihat bahwa selalu ada sesuatu untuk dinikmati dalam setiap situasi yang dilalui.

Tips Menerapkan JOMO di Keseharian

1. Belajar Menikmati Momen

Jika kamu secara terus-menerus merasa resah dan gelisah karena terlewat akan trend, kemungkinan besar kamu tidak akan menikmati diri sendiri dimanapun kamu berada. Ini bukan cara yang sehat untuk menjalani hidup.

Oleh karena itu, nikmatilah momen yang sedang kamu rasakan jalankan saat itu juga. Kamu juga bisa meluangkan waktu untuk merangkul setiap pengalaman yang kamu alami dan mencoba untuk menikmatinya. Dengan begini, kamu akan sadar jika menjadi FOMO tidak semenyenangkan itu, sebaliknya menjadi JOMO membuat menikmati hidup.

2. Kurangi Mengakses Media Sosial

Mungkin kamu sudah sering mendengar jika media sosial menjadi salah satu penyebab munculnya kegelisahan yang berdampak pada kesehatan mental, termasuk menjadi FOMO. Untuk benar-benar berubah dari  FOMO menjadi JOMO, kamu harus bisa menghindari penyebabnya.

Kamu bisa melakukan social media detox, artinya kamu membatasi atau bahkan menghentikan penggunaan media sosial dalam jangka waktu tertentu.

3. Perbanyak Lakukan Hobimu

Ketika kamu mengurangi penggunaan media sosial, kamu mungkin akan kebingungan akan melakukan aktivitas apa. Hal yang bisa kamu lakukan adalah dengan mengerjakan hobimu atau hal yang kamu senangi.

Kamu bisa memulainya dengan berjalan di taman di waktu pagi untuk menikmati sunrise, membaca buku, menonton series yang belum kamu selesaikan dan hal lainnya yang bisa mengalihkan kamu dari dunia maya.

4. Buat Rencana Aktivitas Harian

Cobalah sesekali untuk meluangkan waktu secara sadar untuk membuat rencana aktivitas harian. Kamu bisa memutuskan apa yang penting bagi kamu dan kebahagiaan kamu. Lalu buat daftar bagaimana kamu ingin menghabiskan waktu kamu dalam satu hari itu.

Kamu bisa membuat daftar aktivitas dengan melihat tujuan atau prioritas kamu pada hari itu, apa yang kamu senangi, apakah kamu ingin menghabiskan waktu sendirian untuk istirahat atau ingin bertemu dengan tema-teman? Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya.

Kegiatan atau acara apa yang sesuai dengan tujuan atau prioritas Anda? Apakah Anda mendapat manfaat dari waktu sendirian atau istirahat?

5. Lakukan Meditasi

Sudah menjadi rahasia umum bahwa  meditasi sangat baik untuk tubuh dan pikiran kita. Selain itu, ketika kita melakukan meditasi, kita memanifestasikan manfaat jangka panjang ke dalam hidup kita. Seperti menurunkan tingkat stres, lebih mengenal diri sendiri, meningkatkan fokus dan manfaat-manfaat lainnya.

Bermeditasi memang tidak semudah kelihatannya. Namun kamu bisa memulainya dengan berkomitmen untuk duduk setiap hari, meskipun hanya lima menit untuk melakukan refleksi diri dan “membersihkan pikiran”.
Itu dia beberapa tips yang bisa kamu lakukan untuk menjadi JOMO. It’s time to say goodbye to FOMO!


Penulis: Idham Hamid

Editor: Hera

Desain: Hemal


Referensi:

I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.