I Am Okay Indonesia

Gimana sih Cara Memberikan Self-Reward yang Gak Berlebihan?

Ketika kamu berhasil menyelesaikan tugas sebelum tenggat waktu yang telah ditetapkan, kamu akan membeli makanan kesukaan sebagai hadiah untuk dirimu sendiri atas pencapaian tersebut. Hasilnya? Kamu pun merasa lebih puas dan bahagia.

Siapa sih yang gak pernah mencoba hal seperti ilustrasi di atas?

Rasanya mayoritas dari kita pernah ya memberikan hadiah untuk diri kita sendiri atas apapun yang sudah kita lakukan atau berhasil kita capai. Istilah yang sering digunakan biasanya adalah self-reward, nih fellas. Walaupun self-reward penting dan bermanfaat untuk diri kita, tetapi pernah gak sih, kamu meragukan apakah self-reward yang kita berikan itu sudah tepat atau belum? Berlebihan gak ya? Atau justru kurang? Nah, sebelum kita membahas lebih lanjut tips-tips dalam memberikan self-reward, yuk kita pahami dulu lebih jauh mengenai self-reward ini. 

Definisi Self-Reward

Self-reward adalah hadiah yang diberikan untuk si pemberi hadiah itu sendiri setelah berhasil melakukan atau mencapai sesuatu. Jadi, kamu memberikan hadiah untuk dirimu sendiri ya fellas. Bukan hanya hadiah materi, tapi bentuk self-reward ini bisa sangat bermacam-macam mulai dari makanan, barang yang diinginkan, waktu senggang, kesempatan untuk melakukan hobi, dan lain sebagainya. Self-reward intinya adalah benda atau kegiatan apapun yang membuatmu senang setelah kamu memberikan usaha tertentu. Contohnya, bisa saja kamu memberikan self-reward setelah berhasil mendapatkan hasil ujian yang bagus, atau setelah kamu berhasil memenangkan lomba tertentu, atau bahkan setelah kamu berhasil bangun di pagi hari selama akhir pekan. 

Lalu, kenapa kita harus memberikan hadiah untuk diri kita sendiri?

Manfaat Self-Reward

Meskipun terdengar sederhana, ternyata terdapat banyak manfaat dari self-reward lho!

  1. Menjaga Kesehatan Mental

Memberikan reward untuk dirimu sendiri ternyata bisa menjaga kesehatan mental kalian nih, fellas! Ketika kamu melakukan sesuatu yang kamu senangi atau mendapatkan sesuatu yang suka, kamu akan merasakan emosi-emosi positif seperti senang yang merupakan hasil dari meningkatkan hormon dopamin di otak. Hormon dopamin memang dikenal sebagai hormon kebahagiaan lho! Nah, kondisi tersebut yang membuat kamu juga akan terhindar dari perasaan-perasaan negatif seperti sedih dan frustrasi. 

  1. Memertahankan Motivasi

Dengan memberikan self-reward, kamu akan menjaga motivasimu untuk melakukan hal positif. Contohnya, ketika kamu memberikan waktu untuk menonton drama favoritmu setelah selesai mengerjakan tugas, maka kamu akan semakin termotivasi untuk mengerjakan tugas dengan lebih baik lagi kedepannya. Kok bisa? Nah, perilaku yang diikuti dengan konsekuensi positif, seperti self-reward, memang akan lebih bertahan lama dan menjadi kebiasaan lho!

  1. Meningkatkan Kontrol Diri

Memberikan self-reward yang tepat tentunya bukan suatu hal yang mudah. Kamu harus menentukan reward apa yang bermanfaat dan kapan saja kamu dapat memberikan reward itu agar tidak menghambat kamu dalam mencapai tujuan. Akan tetapi, ketika kamu berhasil dan sudah terbiasa melakukannya, itu berarti kontrol diri kamu pun meningkat. 

Perbedaan Self-Reward dengan Malas dan Prokrastinasi

Walaupun bermanfaat, mungkin masih ada yang menganggap bahwa self-reward justru membuat kita jadi bermalas-malasan untuk mengerjakan sesuatu atau mencapai target tertentu. Padahal, self-reward bukan berarti tidak membiarkan diri kita sendiri untuk berusaha, melainkan memberikan apresiasi setelah usaha tersebut berhasil dilakukan. 

Lalu, bedanya self-reward dengan malas dan prokrastinasi apa ya?

Pertama, self-reward berbeda dengan malas karena malas berarti kamu dengan sengaja tidak ingin mengerjakan kewajibanmu. Malas juga berarti kamu sengaja untuk tidak mencapai target tertentu, sedangkan self-reward justru kamu memberikan hadiah untuk dirimu setelah melakukan kewajiban yang seharusnya kamu lakukan. 

Kedua, mirip dengan malas, prokrastinasi juga lebih menyoroti perilaku menunda-nunda pekerjaan padahal sebenarnya kita bisa mengerjakan hal tersebut. Prokrastinasi juga berarti secara sengaja kita menunda bahkan sampai melewati tenggat waktu, sedangkan self-reward justru kita mengapresiasi diri sendiri setelah kita telah berhasil mencapai target. 

Tips untuk Memberikan Self-Reward yang Efektif

Nah, sekarang bagaimana sih cara untuk memberikan self-reward dengan efektif?

  1. Tentukan dulu reward apa yang kira-kira bisa membuat kamu senang.
  2. Reward tidak harus dalam bentuk benda fisik, bisa berbentuk waktu senggang atau kerelaan kamu membiarkan dirimu untuk beristirahat.
  3. Berikan reward sesegera mungkin setelah kamu berhasil melakukan sesuatu.
  4. Tidak perlu menunggu kamu berhasil mencapai hal yang besar, tapi berlatih juga untuk memberikan self-reward ketika berhasil mencapai hal-hal sederhana.
  5. Hindari memberikan self-reward dalam rentang waktu yang sama. Misalnya, kamu bisa saja memberikan self-reward setelah berhasil belajar dengan konsisten selama satu minggu. Kemudian, di minggu selanjutnya kamu mencoba memberikan self-reward setelah berhasil bangun pagi secara konsisten selama dua minggu. 

Hadiah apapun yang kamu berikan untuk dirimu tentu akan bermanfaat jika dilakukan dengan tepat dan tidak berlebihan. Akan tetapi, jangan lupa fellas, bahwa hadiah terpenting justru berasal dari dirimu sendiri. Semakin kamu menyukai apa yang sedang kamu lakukan, maka akan semakin konsisten juga perilaku itu lho!

PIC: Syafira Dumbi
Editor: Noor Faa’izah
Desain: Keke

I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.