I Am Okay Indonesia

Stres Menghadapi Kejadian yang Hadir di dalam Hidup Kamu? Yuk, Coba Libatkan ‘Glimmers’ kepada Diri Sendiri!

Glimmers – Hai, Fellas! Apa yang kamu pikirkan saat melihat sebuah kejadian di luar perkiraanmu? Atau, bagaimana kamu menghadapi fenomena sosial di sekelilingmu, terutama di media sosial yang jaraknya tidak pernah berjauhan dari hidup kita? Di tengah-tengah situasi yang penuh dengan ketidapastian, kita dituntut untuk siap siaga dalam menghadapi segala hal.

Tetapi, bagaimana kalau situasi tersebut terlalu banyak muncul di kehidupan kita? Bahkan, jika frekuensinya terlalu sering, kita dapat kehilangan kontrol dalam menghadapinya, sehingga berpotensi munculnya stres, cemas, rasa sedih, bahkan kondisi batin yang tidak nyaman.

       Akhir-akhir ini, ada fenomena baru yang berlawanan dengan triggers yaitu sebuah kejadian yang dapat mengganggu stabilitas mental seseorang, sesuatu yang membuatmu merasa takut dan terancam. Bahkan, fenomena ini bisa diterapkan langsung oleh setiap orang ketika berhadapan dengan situasi yang berlawanan pada kondisi dirinya! Fenomena ini bernama glimmers.

Apa itu Glimmers?

       Secara bahasa, dilansir dari Cambridge dictionary, arti dari glimmers adalah ‘bersinar dengan cahaya yang lemah atau cahaya yang tidak terus-menerus.’ Sedangkan, dari sudut pandang kesehatan mental glimmers adalah, sesuatu yang membuat kita nyaman serta hadirnya makna positif dibalik sebuah kejadian yang mengancam.

Sehingga, glimmers merupakan sebuah isyarat keamanan, sebuah kejadian atau objek yang membawa kita kembali pada ketenangan batin, sehingga terdapat perasaan-perasaan positif, seperti senang, kagum, hangat, dan rasa memiliki.

Bagaimana istilah Glimmers bisa Muncul?

      Dilansir upworthy.com, istilah glimmers dipopulerkan oleh salah satu Psikolog bernama Dr. Justine Breaks. Namun, kemunculan istilah glimmers merupakan bagian pembahasan salah satu teori tentang cara seseorang menghadapi kejadian-kejadian mengejutkan dan peristiwa traumatis.

Dr. Stephen Porges, seorang Behavioral Neuroscientist, serta diperkuat lagi oleh Deb Dana, seorang Clinical Social Worker memastikan bahwa kemunculan dari fenomena triggers dan glimmers berasal dari teori Polyvagal.

       Teori ini membahas tentang bagaimana sistem saraf otonom memahami isyarat untuk menentukan apakah situasi yang dihadapi berbahaya atau tidak. Dilansir dari verywellmind.com, sistem saraf otonom memiliki dua sistem terpisah yang dapat membantu membaca keadaan, yaitu:

  1. Sistem Saraf Simpatik:
    Sistem yang melibatkan tubuh untuk merespon dan bergerak dengan cara mengaktifkan kelenjar adrenal serta melepaskan hormon adrenalin ketika dalam keadaan bahaya.
  2. Sistem Saraf Parasimpatik
    Sistem yang terlibat dalam menenangkan tubuh kita, menghemat energi, serta melakukan kegiatan yang memperlambat detak jantung dan menurunkan tekanan darah.

  Teori ini juga membahas tentang seseorang yang memiliki peristiwa traumatis. Seseorang merasa waspada dan ada respon freeze ketika dipertemukan. Tetapi, ketika ada situasi yang nyaman, terdapat sistem vagal ventral yang membantu kita dapat melindungi diri serta menciptakan suatu perspektif baru yang positif. Kenyamanan itulah yang mendatangkan glimmers dalam hidup kita.

Bagaimana sih, orang yang melakukan Glimmers?

       Apakah kamu pernah merasa bahagia kalau ada kicauan burung di sekitar rumah? Atau, kamu merasa sejuk menghirup udara segar di sekitarmu? Yup, itulah cara mereka melakukan glimmers! Namun, tidak hanya itu saja, lho!

     Dilansir dari verywellmind.com, contoh-contoh glimmers yang bisa kamu lakukan diantaranya adalah:

  1. Kamu merasakan hangatnya matahari
  2. Kamu mencium bau rumput yang baru dipotong
  3. Kamu merasa nyaman ketika melihat pelangi atau langit biru
  4. Kamu merasa bermakna ketika berada di tengah-tengah alam
  5. Kamu senang memelihara anjing atau kucing atau orang asing yang tersenyum padamu
  6. Kamu juga merasa nikmat hanya dengan minum kopi, teh, dan jenis minuman lainnya yang kamu suka

Dengan glimmers, hidup seseorang penuh dengan makna positif, kebahagiaan, dan kesejahteraan dalam hidup.

Lalu, bagaimana caranya melibatkan Glimmers dalam setiap aktivitas kita?

       Menghadirkan glimmers dapat menjadi tantangan bagi kita, khususnya masyarakat perkotaan, masyarakat yang mengalami bencana alam, memiliki pengalaman traumatis, ataupun sibuk dengan pekerjaan dan tanggung jawab setiap harinya.

       Ada beberapa langkah yang bisa kamu lakukan untuk menghadirkan glimmers dalam diri kita, diantaranya adalah:

  1. Cobalah temukan glimmers versi kamu
    Pikirkan apa yang kamu punya dan kamu juga merasa nyaman. Rasakan perasaan hangat itu ketika kamu menemukannya, baik itu untuk diri sendiri maupun bersama orang lain.
  2. Tutuplah matamu dan bayangkan sesuatu yang membuatmu merasa damai
    Bayangkan tempat yang pernah atau ingin kamu kunjungi. Bayangkan hal-hal indah yang ingin kamu lakukan di sana.
  3. Lakukan aktivitas yang membuatmu nyaman
    Kamu bisa melakukan aktivitas yang berhubungan dengan alam, melakukan hobi, meringkuk dalam selimut, atau bertemu dengan orang yang kamu sayangi.
  4. Pikirkanlah orang yang kamu cintai
    Bayangkan seseorang yang benar-benar bisa membuatmu menjadi diri sendiri, berarti, dan bermakna. Jika tidak bisa bertemu dengan orang tersebut, kamu bisa mendengarkan lagu atau menemukan objek yang membuatmu teringat dengannya.
  5. Cobalah berinteraksi pada orang-orang yang membuatmu merasa damai
    Temukan orang-orang yang membuatmu merasa nyaman dan membawa kedamaian. Berikan batas pada orang-orang yang membuat perasaanmu tidak nyaman dan cemas.

       Itulah pembahasan tentang fenomena glimmers dalam menghadapi tantangan dalam setiap hidup yang kita jalani. Semua orang memiliki glimmers yang berbeda-beda, sehingga kamu tidak perlu membandingkan dirimu dengan orang lain! Yuk, hadirkan glimmers dalam hidup kita!Jadi, apa glimmers versi kamu?


Penulis: Shania Amalia Hafta
Editor: HERA
Desain: Mega
SEO Editor:
Adinda Zahra


Referensi:

  1. Blanchfield, T. (2022, 23rd June). What Is a Glimmer?. verywellmind.com. Retrieved from: https://www.verywellmind.com/what-is-a-glimmer-5323168 .
  2. Cambridge Dictionary. Glimmer. dictionary.cambridge.org. Retrieved from: https://dictionary.cambridge.org/dictionary/english/glimmer.
  3. Clarke, J. (2019, 5th August). Polyvagal Theory and How It Relates to Social Cues. verywellmind.com. Retrieved from: https://www.verywellmind.com/polyvagal-theory-4588049 .
  4. Marchak, L. (2021, 4th July). Emotional Triggers and Glimmers: What Are They?. trusted-journey.com. Retrieved from: https://trusted-journeys.com/2021/04/07/emotional-triggers-and-glimmers-what-are-they/ .
  5. Merriam-Webster. glimmer. merriam-webster.com. Retrieved from: https://www.merriam-webster.com/dictionary/glimmer .
  6. Murphy, J. (2020, 17th December). How to Uncover and Embrace Your Glimmers in Triggering Times. greatist.com. Retrieved from: https://greatist.com/discover/embracing-your-glimmers .
  7. Wake, H. (2022, 24th March). Therapist on TikTok perfectly explains ‘glimmering’ and how it’s vital for our health. upworthy.com. Retrieved from: https://www.upworthy.com/glimmering-explained-by-therapist-on-tiktok.
I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.