I Am Okay Indonesia

Helping Behavior: Kok Dia Gak Mau Bantu, Ya?

Helping behavior merupakan perilaku yang dilakukan untuk memberikan bantuan, kemudahan, atau keuntungan bagi orang lain. Bantuan tersebut dapat diberikan dalam berbagai bentuk seperti bantuan informasi, materi, hingga bantuan emosional. Contoh perilaku menolong adalah membantu menjelaskan materi pelajaran yang sulit kepada teman, membantunya mencari barang yang hilang, atau bahkan sesederhana memberi tahu jalan bagi orang lain yang tersesat. 

Mungkin terlihat mudah dan wajar. Tapi, ternyata ada banyak faktor yang mendasari perilaku kita menolong. Sebenarnya, kenapa sih ada orang yang mau memberikan pertolongan?

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Menolong

  1. Secara tidak langsung juga mengharapkan keuntungan

Secara evolusioner, manusia akan menjauhi hal-hal yang menyakitkan dan berusaha memperoleh banyak hal yang menguntungkan. Sama seperti menolong orang lain. Orang yang gemar menolong bisa jadi memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk ditolong juga. Bayangkan jika kamu memiliki teman yang tidak pernah mau menolongmu. Lalu, tiba-tiba saja dia meminta bantuan kepadamu. Bagaimana reaksimu? Apakah kamu akan dengan segera dan senang hati menolongnya? 

  1. Kepribadian yang mudah berempati dan altruistik

Empati adalah kemampuan untuk memahami kondisi orang lain, sementara altruistik adalah kecenderungan untuk meningkatkan kesejahteraan orang lain. Individu yang lebih mudah berempati dan bersikap altruistik cenderung lebih mudah memberikan bantuan. Hal ini karena mereka dapat memahami penderitaan orang lain dan rela berkorban untuk kesejahteraan orang lain.

  1. Situasi hati (mood)

Terkesan sepele, tapi ternyata suasana hati dapat mempengaruhi terjadinya perilaku menolong. Individu yang suasana hatinya sedang baik akan lebih mudah menolong dibandingkan individu yang suasana hatinya sedang buruk. Coba bayangkan, kamu akan lebih menolong orang lain ketika sedang senang atau kesal? Tentu ketika sedang senang, bukan?

  1. Kedekatan dengan orang yang hendak ditolong

Manusia cenderung menolong orang yang sudah dikenal atau bahkan tergolong kerabat maupun sahabat dekat. Selain itu, jika merujuk pada orang asing, maka mereka yang lebih mirip dengan kitalah yang biasanya memiliki kemungkinan lebih besar untuk kita tolong. 

  1. Beberapa hal terkait dengan orang yang hendak ditolong

Penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa karakteristik yang membuat orang lain memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk ditolong. Pertama adalah penampilan menarik. Hal ini terjadi karena kemungkinan manusia lebih ingin menjalin hubungan dengan orang-orang yang berpenampilan menarik. Kedua, jenis kelamin. Perempuan lebih cenderung ditolong dibandingkan laki-laki sebab adanya persepsi mengenai peran gender di lingkungan sosial. 

Banyak, kan, faktor-faktor yang bisa menyebabkan terjadinya perilaku menolong? Namun, ternyata terdapat juga, lho, faktor-faktor yang dapat menghambat terjadinya perilaku menolong.

Apa Saja yang Menghambat Terjadinya Perilaku Menolong?

  1. Bystander effect

Coba tebak, di manakah perilaku menolong cenderung lebih mudah terjadi? Tempat ramai atau tempat sepi? Jawabannya adalah di tempat sepi. Hal ini karena tempat yang ramai memungkinkan setiap individunya untuk berpikir bahwa orang lain mungkin akan memberikan bantuan. Sementara itu di tempat yang lebih sepi, individu akan berpikir bahwa dirinya adalah orang yang paling bisa diandalkan dan bertanggung jawab. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika kejadian-kejadian di tempat ramai yang membutuhkan bantuan biasanya hanya berakhir menjadi tontonan.

  1. Keterbatasan waktu

Individu tentunya juga memiliki kesibukannya masing-masing. Apabila tidak ada waktu luang, maka semakin sulit bagi seseorang untuk memberikan bantuan. Hm… memperhatikan kondisi sekitarnya saja mungkin sulit, tuh?

Perilaku menolong memang cukup rumit jika ditinjau dari sudut pandang psikologi. Namun, jangan sampai segala teori ini semakin menghambat kita untuk menolong. Apa pun itu, jika memang menemukan seseorang yang membutuhkan bantuan, maka segeralah memberikan bantuan. Kita pun ingin diperlakukan seperti demikian bukan?

Penulis: Fahira Dumbi
Editor: 
Desain:

Tito muži se však liší od ženy. Zejména muži prokázali lineární účinek, tj. Možnosti, které dospělí zvyšují v poměru ke konci svatby. U žen byl tento účinek Krivolyinen – hovořili častěji než nenávistné riziko zrady, pokud patřily cialis generika skupině, která byla vdaná s průměrnou dobou trvání, od 6 do 10 let. Ale ti, kteří se oženili méně než 5 let nebo více než 11 let – mnohem méně často dělali touhu změnit svého manžela.

https://www.lakemirabel.com/conoscenza-nei-social-network-pericoli-e/
I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.