Ini Dia Seni Penting yang Harus Kamu Kuasai Untuk Mengasihi Diri Sendiri!

Dalam kehidupan, kita seringkali mendapatkan nasihat untuk peduli, membantu, dan mengasihi orang lain, terlebih mereka yang sedang dalam kesusahan. Tidak jarang bagi kita untuk belajar tidak egois dan memikirkan orang lain.

Tapi, coba deh kita berefleksi sebentar. Kalau diri sendiri yang berada dalam kesulitan, apakah kita juga akan mengasihi dan mempedulikan diri kita pribadi? Mungkin kebanyakan dari kita seringkali lupa bahkan tidak tahu pentingnya mengasihi diri sendiri. Maka dari itu, pada artikel kali ini kita akan belajar bersama untuk lebih peduli dan mau membantu diri sendiri melalui self-compassion. Mau tau lebih lanjut? Yuk, simak artikelnya sampai habis!

Penjelasan tentang Self-Compassion

Self-compassion adalah bentuk sikap atau cara untuk memahami, mengasihi, menerima dan memberikan kebaikan pada diri sendiri. Salah satu langkah untuk bisa menerapkan self-compassion yaitu harus adanya kepekaan atas kesulitan ataupun penderitaan yang dirasakan. Dengan begitu, kita bisa memberikan lebih banyak pengertian ketika diri mengalami kesulitan dan kegagalan. Self-compassion juga berarti menerima diri sendiri apa adanya, tidak menyangkal perasaan negatif yang ada, serta melihat kegagalan sebagai sarana untuk belajar menjadi lebih baik.

Jika kita gali lebih dalam, self-compassion memiliki tiga elemen dasar, diantaranya yaitu : 

  1. Self-Kindness vs Self-Judgment

Bersikap lemah lembut serta tidak memaksakan diri sendiri menjadi hal yang esensial dalam self-compassion. Individu yang ingin menerapkan self-compassion harus belajar untuk menerima segala kekurangan diri, memahami jika kegagalan pasti akan terjadi dalam kehidupan. Alih-alih mengkritik diri sendiri, self-compassion mengajarkan kita untuk lebih menghargai usaha sendiri, walaupun bukan dengan hasil yang diinginkan.

  1. Common Humanity vs Isolation 

Kegagalan-kegagalan yang datang cenderung meningkatkan tendensi untuk mengisolasi diri. Hal ini menyebabkan munculnya pola pikir yang terkotak dimana kegagalan terasa hanya terjadi pada diri kita dan tidak bagi orang lain. Namun, melalui self-compassion kita diajarkan untuk lebih memandang kegagalan, kesulitan atau kesalahan sebagai pengalaman hidup yang normal dan dialami semua orang tanpa terkecuali.

  1. Mindfulness vs Overidentification

Dalam menerapkan self-compassion juga diperlukan keseimbangan dalam mengontrol emosi, yang berarti kita tidak boleh terlalu menekan ataupun melebih-lebihkan perasaan yang ada dalam diri. Aspek mindfulness dalam self-compassion mengajarkan kita untuk merasakan dan mengobservasi semua emosi diri, tanpa menekan apalagi menyangkalnya. 

Apa aja sih manfaat dari self-compassion?

Ketika kita berhasil melatih self-compassion dalam diri, maka terdapat cukup banyak manfaat positif yang bisa didapatkan, beberapa diantaranya yaitu : 

  • Perasaan bahagia
  • Optimisme
  • Kebijaksanaan
  • Inisiatif diri
  • Afeksi positif

Lalu, bagaimana cara meningkatkan self-compassion?

Berikut setidaknya empat cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan self-compassion dalam diri kita, yaitu : 

  1. Belajar memaafkan 

Jangan cuman belajar untuk memaafkan orang lain ya, fellas! Kita juga harus sama-sama belajar untuk memaafkan diri sendiri atas kesalahan yang mungkin terjadi. Belajar menerima kenyataan bahwa sebagai manusia kita tidaklah sempurna dan sangatlah wajar jika muncul kegagalan ataupun kesalahan dalam perjalanan hidup ini. 

  1. Kembangkan growth mindset

Menerapkan growth mindset berarti belajar untuk melihat hal-hal yang terjadi dalam kehidupan melalui kacamata perspektif yang lebih besar. Ketika dihadapkan oleh masalah, kita bisa melihatnya sebagai sarana untuk belajar lebih lagi dan mengembangkan potensi yang ada untuk menjadi individu yang lebih baik.

  1. Bersyukur

Melatih rasa syukur membantu kita untuk lebih menghargai segala hal yang ada dalam kehidupan pribadi. Selain itu, kita dapat lebih berfokus pada berkat dan keindahan hidup, daripada memusingkan hal-hal negatif yang belum tentu terjadi.

  1. Be mindful

Menjadi mindful berarti menetapkan diri pada momen saat ini, tidak berfokus pada masa lalu ataupun masa depan. Kita belajar untuk lebih sadar akan perasaan, pikiran, dan hal yang terjadi di saat ini, tanpa menghakimi. Dengan begitu, kita bisa lebih mengasihi diri sendiri.Dari semua penjelasan diatas, self-compassion mungkin akan terdengar mudah untuk dilakukan, namun sebenarnya lebih sulit. Maka dari itu, yuk kita belajar bersama untuk lebih mengedepankan diri sendiri daripada orang lain. Jangan terlalu keras ke diri sendiri. Toh, mengasihi diri sendiri bukanlah egois, kok! Semoga artikel ini bermanfaat ya, fellas!


Penulis: Agnes
Editor: Noor Faa’izah
Desain: Hemal
SEO Editor: Hafizh


I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.