I Am Okay Indonesia

Introvert Jadi Pemimpin? Siapa Takut!

Coba bayangkan ketua OSIS, ketua BEM, dan semua pemimpin yang pernah memimpin kamu. Orang seperti apa ya mereka? Apakah orang yang enerjik, gampang bersosialisasi, pinter ngomong, dan jago meramaikan suasana?

Kalau kamu sadari, karakteristik tadi mencirikan orang dengan tipe kepribadian extrovert, yakni orang yang cenderung mendapatkan energinya dari situasi sosial, seperti berinteraksi dengan orang lain. Memimpin rapat, berdiskusi, brainstorming menjadi aktivitas yang menyenangkan dan membuat pemimpin yang cenderung extrovert kembali bersemangat.

Namun, bagaimana dengan orang dengan kepribadian cenderung introvert? Bisakah mereka menjadi pemimpin? 

Orang dengan tipe kepribadian introvert cenderung mendapatkan energinya dari dalam diri sendiri. Mereka reflektif, menghabiskan waktu berkualitas dengan diri sendiri, lebih senang mendengar dibanding berbicara, dan merupakan seorang pengamat yang baik. Mereka mungkin terlihat pemalu dan pendiam di awal, tetapi biasanya mereka lebih dari itu.

Kembali ke pertanyaan awal, jawabannya tentu saja bisa! Mengapa?

Karakteristik Berharga Introvert dalam Menjadi Pemimpin

Seorang introvert lebih akurat dalam memahami para anggota dalam grupnya. Seorang introvert juga cenderung lebih sensitif dan bersedia mendengarkan gagasan, ide, kebutuhan, dan kekhawatiran dari anggotanya. Maka, anggota grup lebih bebas berkreasi dan aktif berkontribusi sesuai kemampuan. Ini mendorong anggota grup menjadi lebih terikat dengan grup tersebut. 

Ekstrovert dan Introvert Sama-Sama Mampu Memimpin

Kepribadian pemimpin bukan faktor utama yang menentukan kesuksesan kepemimpinan, melainkan keharmonisan antara pemimpin dan anggota. Jadi, pemimpin yang cenderung ekstrovert bisa bekerja dengan baik dengan anggota yang pasif. Sementara, pemimpin yang cenderung introvert bisa bekerja dengan baik dengan anggota yang aktif. Namun tentu saja situasi ideal ini tidak selalu bisa didapatkan. Jadi, apa yang bisa dilakukan?

Memaksimalkan Kesempatan Memimpin, Apapun Kepribadiannya, Bagaimanapun Situasinya

Kalau kamu seorang pemimpin yang cenderung introvert, maksimalkan kelebihanmu menjadi atentif dan sensitif bagi para anggota sambil perlahan-lahan belajar untuk lebih aktif dan terbiasa dalam situasi sosial, misalnya atur waktu untuk re-charge setelah memimpin diskusi.

Kalau kamu seorang pemimpin yang cenderung ekstrovert, maksimalkan kelebihanmu dalam bersosialisasi dalam situasi sosial sambil belajar untuk lebih tenang dan memberi kesempatan kepada anggota untuk berbicara dan mengambil peran. Kamu juga bisa belajar untuk lebih atentif dan sensitif terhadap kebutuhan anggotamu.

Untuk kamu yang membaca ini, baik pemimpin maupun calon pemimpin, semangat ya. Apapun kepribadianmu, believe me, you’re gonna be okay! 

Desain oleh: Farah Shalihah
Penulis: Shafira Izqiva
Editor: Nida Zhafira R

Referensi:

  1. Whitbourne, Susan K. 2011. Why Introverts Can Be Great Leaders. Retrieved from https://www.psychologytoday.com /intl/blog/fulfillment-any-age/201111/why-introverts-can-be-great-leaders
  2. Leibowitz, G. Yale Psychologists: Introverts Are Better Than Extroverts at Performing This Essential Leadership Skill. Retrieved from https://www.inc.com /glenn-leibowitz/yale-psychologists-introverts-are-better-than-extroverts-at-performing-this-essential-leadership-skill.html
  3. Holland, K. 2018. Are You an Extrovert? Here’s How to Tell. retrieved from https://www.healthline.com /health/what-is-an-extrovert
  4. Smith, M. 2020. Introvert Personality. Retrieved from https://www.webmd.com /balance/introvert-personality-overview
I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.