I Am Okay Indonesia

Jangan Minder, Ternyata Kecerdasan Manusia Ada Banyak Bentuknya!

Kecerdasan manusia adalah hal yang perlu diasah untuk bisa berkembang lebih baik. Setiap orang pasti memiliki satu kecerdasan yang menonjol.

Pernah tidak kalian mendengar ungkapan dari Albert Einstein yang mengatakan bahwa, “Semua orang itu jenius. Tapi jika Anda menilai ikan dari kemampuannya memanjat pohon, ia akan menjalani hidupnya dengan kepercayaan bahwa dirinya itu bodoh,”? Kalimat ini cukup sering terdengar dan memang sangat menggambarkan apa yang terjadi pada manusia.

Kadang kala masih banyak orang yang menjadi minder ketika melihat kesuksesan seseorang dan merasa kecil hati karena tidak bisa melakukan sebaik orang tersebut. Sebenarnya, setiap orang memiliki keunikannya tersendiri, begitu juga dengan kecerdasan yang mereka miliki. Kita ambil contoh Greysia Polii yang berhasil membawa pulang medali emas di cabang bulu tangkis pada Olimpiade Tokyo 2020 lalu, belum tentu ia bisa sukses di bidang seni. Satu lagi, jika kita membandingkan Jerome Polin yang pandai memecahkan soal matematika dengan Agnes Monica yang punya kelihaian untuk menguasai panggung musik, apakah hal itu sebanding? Yup, jawabannya tidak!

Itulah beberapa contoh tokoh publik yang sukses dengan caranya masing-masing. Begitu juga dengan kamu. Kamu tidak perlu minder karena kecerdasan itu sebenarnya ada banyak bentuknya.

Kecerdasan manusia adalah hal yang perlu diasah untuk bisa berkembang lebih baik. Setiap orang pasti memiliki satu kecerdasan yang menonjol.
Apa saja tuh? Simak artikel ini sampai selesai, ya.

Kecerdasan Manusia Dapat Dibedakan Dalam Beberapa Bentuk

Howard Gardner, seorang tokoh psikologi asal Amerika, mengenalkan sebuah teori yang menentang gagasan tentang kecerdasan manusia dapat diukur dari tes IQ karena tes IQ hanya mempertimbangkan kemampuan logika (matematika) dan bahasa. Kecerdasan manusia didefinisikan oleh Howard sebagai kemampuan seseorang untuk menghadapi persoalan di kehidupan yang beragam dan kompleks. Oleh karena itu, ia tidak sependapat dengan pengukuran kecerdasan seseorang hanya dari hasil tes IQ karena sifatnya terbatas.

Teori yang diperkenalkan oleh Howard Gardner tersebut dikenal dengan Teori Kecerdasan Majemuk. Di dalamnya, Howard menegaskan ada beberapa bentuk kecerdasan manusia  yang mewakili bagaimana setiap individu memproses suatu informasi. Antara lain:

  1. Kecerdasan verbal-linguistik mengarah pada kemampuan individu untuk memproses informasi dan menghasilkan sebuah karya yang berkaitan dengan bahasa, baik secara lisan maupun tulisan, seperti melakukan pidato dan juga menulis buku.
  2. Kecerdasan logis-sistematis adalah suatu kecerdasan manusia dalam penggunaan bilangan dan logika, termasuk dalam perhitungan, pemecahan masalah abstrak, dan penggunaan logika secara efektif.
  3. Kecerdasan visual-spasial adalah suatu kemampuan yang memungkinkan individu untuk memahami suatu informasi dan mentransfernya ke dalam bentuk visual. Kecerdasan manusia jenis ini biasanya dimiliki oleh para arsitek dan juga desainer interior yang mana mereka bisa menuangkan imajinasi mereka terhadap benda ke dalam bentuk gambar secara detail.
  4. Kecerdasan musikal merupakan kemampuan individu untuk menghasilkan dan membuat suatu karya dari berbagai alat musik. Seseorang yang memiliki kecerdasan musikal cenderung peka terhadap intonasi, ritme, dan melodi yang memungkinkan mereka untuk berekspresi melalui musik.
  5. Kecerdasan naturalistik bisa juga disebut sebagai kecerdasan lingkungan ini merupakan kemampuan individu untuk memahami flora dan fauna dengan baik. Seseorang dengan kecerdasan ini mampu menyesuaikan dirinya di alam bebas.
  6. Kecerdasan kinestetik-jasmani merupakan salah satu kecerdasan manusia yang mengacu pada kemampuan individu untuk mengekspresikan dirinya melalui gerak tubuh dan mereka dapat secara aktif menggunakan bagian-bagian dari tubuh mereka untuk menghasilkan sebuah karya.
  7. Kecerdasan interpersonal adalah kemampuan yang memungkinkan seseorang untuk memahami suasana hati, keinginan, niat, motivasi, serta watak orang lain yang menjadikannya pandai dalam menjalin hubungan atau relasi dengan banyak orang.
  8. Kecerdasan intrapersonal mengarah kepada kemampuan seseorang untuk bisa mengenali dirinya sendiri. Seseorang dengan kecerdasan intrapersonal akan mampu mengambil keputusan untuk dirinya sendiri, menyadari tujuan hidupnya, hingga dapat mengendalikan emosi dalam dirinya dengan baik.
  9.  Kecerdasan eksistensial merupakan kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar eksistensi manusia, seperti pertanyaan, “Mengapa kita mati?”, “Apa arti hidup”, hingga “Bagaimana manusia bisa mencapai tujuan hidupnya?”.

Kecerdasan Majemuk Tidak Sama dengan Gaya Belajar

Setelah membaca ulasan di atas, mungkin beberapa dari kalian menganggap bahwa Teori Kecerdasan Majemuk ini ditujukan untuk mengungkapkan bahwa setiap orang harus diberikan pelajaran dengan cara yang berbeda-beda. Namun, Howard Gardner justru menyangkal bahwa dua hal tersebut adalah satu. Ia lebih menyarankan pengajar untuk memvariasikan metode pengajaran untuk para siswa ketimbang hanya mengajar dengan salah satu pendekatan saja.

Teori Kecerdasan Majemuk ini pada dasarnya adalah teori yang menyatakan bahwa manusia tidak hanya memiliki satu kecerdasan saja. Memang merupakan hal yang penting untuk menguasai salah satu kecerdasan dan mengoptimalkannya semaksimal mungkin. Akan tetapi, itu tidak berarti bahwa jenis kecerdasan lainnya tidak perlu diasah. Setiap orang memiliki satu kecerdasan yang menonjol dan menggunakan kecerdasan lain sebagai pendukungnya.

Howard Gardner menginginkan agar pengajar bisa membuat keberagaman dalam metode pembelajaran sehingga tidak membatasi potensi siswa dan mengajarkan mereka untuk belajar berpikir dari berbagai sudut pandang.

Bagaimana Cara Memaksimalkan Kecerdasan Tersebut?

Kecerdasan adalah suatu hal yang perlu diasah untuk bisa berkembang lebih baik lagi. Langkah pertama yang bisa dilakukan untuk memaksimalkan kecerdasan majemuk adalah dengan mengenali terlebih dahulu bentuk kecerdasan apa yang menonjol pada dirimu. Jika kamu benar-benar tidak tahu apa bentuk kecerdasan yang paling dominan dari dirimu, kamu bisa mencoba melakukan tes untuk mengetahuinya.

Dengan mengetahuinya, kamu bisa semakin menstimulasi kecerdasan tersebut untuk terus berkembang dan bisa mencapai titik maksimal. Akan tetapi, perlu diingat untuk tidak meninggalkan bentuk kecerdasan lainnya begitu saja. Jadikan potensi-potensi yang ada untuk bisa bersinergi dengan kecerdasanmu yang paling menonjol untuk memecahkan suatu masalah yang ada.

Desain oleh: Dono
Penulis: Dwi Nantari
Editor: Noor Faa’izah

Referensi:

  1. Edutopia. (2013). Multiple Intelligences: What Does the Research Say?. Edutopia. https://www.edutopia.org/multiple-intelligences-research
  2. Marenus, Michelle. (2020). Gardner’s Theory of Multiple Intelligences. Simply Psychology. https://www.simplypsychology.org/multiple-intelligences.html
  3. Northern Illinois University. (2013). Howard Gardner’s Theory of Multiple Intelligences. Niu.edu. https://www.niu.edu/citl/resources/guides/instructional-guide /gardners-theory-of-multiple-intelligences.shtml
I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.