I Am Okay Indonesia

“Kamu hanya Memikirkan Perasaanmu Sampai Tidak Bisa Merasakan Perasaan Orang Lain.” – Sun Oh dalam Love Alarm 2

Ghosting, sempat menjadi topik yang ramai dibicarakan kembali. Selain karena isu Kaesang ghosting Felicia kemarin, Drama Love Alarm juga menggambarkan bagaimana bentuk ghosting. Diceritakan bahwa Jojo (Kim So Hyun) memutuskan hubungannya dengan Sun Oh (Song Kang) secara sepihak.

Jojo pun langsung menghilang tanpa memberikan kejelasan yang akhirnya membuat Sun Oh berusaha mencari alasan tersebut dengan begitu frustasi. Tentu tidak menyenangkan saat seseorang yang disayang pergi meninggalkanmu tanpa sepatah kata apa pun.

Hmm, sebenarnya ghosting itu apa, sih?

Definisi Ghosting

Menurut American Psychological Association, ghosting adalah momen yang terjadi ketika seorang teman atau seseorang yang pernah dekat denganmu menghilang dari kontak secara tiba-tiba tanpa penjelasan.

Alasan Orang Melakukan Ghosting

“Aku ga ngerti persisnya gimana perasaanku saat itu, jadi daripada mencoba membicarakannya, aku lebih milih ghosting aja.” Ucap seorang pelaku ghosting

Biasanya, orang yang ghosting merasa perlu fokus untuk menghindari ketidaknyamanan emosional mereka sendiri dan tidak memikirkan bagaimana perasaan orang lain.

Seorang psikolog Robert P. Burriss Ph.D menemukan bahwa ghosting dipilih oleh mereka yang takut berkomitmen dan menghindari keintiman. Peneliti di University of Kansas juga menemukan bahwa mereka melakukan ghosting karena menjaga jarak emosional dari orang terdekat, terutama saat sedang stress.

Lalu, kenapa efek pada korban bisa menyakitkan?

Efek Ghosting

Bagi kamu yang belum pernah mengalami ghosting, berarti kamu memiliki seseorang yang memang peduli denganmu. efek emosional dari ghosting dapat menghancurkan, loh! Terutama bagi mereka yang memiliki harga diri yang rapuh.

Ghosting juga merupakan salah satu silent treatment, atau sebuah taktik yang sering dipandang oleh para profesional kesehatan mental sebagai bentuk kekejaman emosional. Karena, ghosting adalah taktik interpersonal pasif-agresif yang dapat meninggalkan luka dan luka psikologis.

Fakta berbahaya lainnya adalah ghosting tidak hanya membuatmu mempertanyakan kejelasan hubungan yang kamu miliki, tetapi juga menyebabkanmu mempertanyakan diri sendiri “Kenapa aku gatau kalo ini bakal terjadi?” “Kenapa aku bisa salah menilai orang?” “seburuk apa aku sampai bisa dighosting orang?” ”Apa yang aku lakukan sampe bisa dighosting gini” “gimana caranya biar ga dighosting lagi?”

Cara Mengatasi Ghosting

Menurut psikoterapis Diane Barth, berikut adalah beberapa hal yang dapat membantumu dari ghosting:

1. Akui kalo itu menyakitkan.
Akui perasaanmu ketika merasa sedih, kecewa dan marah karena ekspektasi yang mungkin sudah kamu bangun dalam pikiranmu terpaksa hilang begitu saja.

2. Bicarakan kepada seseorang
Penelitian dalam laman Psychology Today telah menunjukkan bahwa mengungkapkan pikiran dan perasaan kita kepada orang lain dapat mengubah pola otak kita, mengeluarkan kita dari rutinitas yang sulit.

3. Jaga pikiran dan tubuh Anda.
Latihan pikiran-tubuh, seperti yoga, dan meditasi, dapat menurunkan produksi hormon stres tubuh, mengurangi ketegangan fisik dan emosional

4. Lepaskan.
Walaupun itu sulit, relakan lah perasaanmu.

Hal yang perlu diingat adalah bahwa ketika seseorang berbuat ghosting, bukan berarti kamu tidak layak untuk dicintai. Itu semua karena dia tidak dewasa dan tidak memiliki keberanian untuk mengatasi perasaannya.Yang pasti, Jangan biarkan perilaku buruk orang lain mencuri masa depanmu untuk menutup diri dari hubungan lain.

Jaga dirimu untuk tetap fokus melakukan apa yang membuatmu bahagia. Yakinlah bahwa seseorang yang lebih baik akan datang, selama kamu tetap membuka hati dan fokus pada masa depan! Semangat!

Desain oleh:  Nanda Luthfiah
Penulis:  Chandadya S
Editor: Muthia Nida

I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.