Kamu Jadi Korban Bullying? Lakukan Ini Untuk Menghindarinya!

Perundungan atau bullying masih menjadi salah satu masalah yang sering terjadi di lingkungan kita, khususnya pada remaja. Namun, bukan berarti orang dewasa bisa lolos dari perundungan.

Seperti kasus yang sempat viral beberapa waktu lalu yang terjadi di salah satu instansi pemerintahan. Seorang korban bullying akhirnya berani berbicara setelah hampir 10 tahun dirundung oleh rekan kerjanya sendiri. Tentu ini menarik banyak perhatian orang, sebab bullying yang kerap terjadi pada anak sekolahan ternyata bisa juga terjadi pada sebuah instansi pemerintahan. Mengingat orang-orang yang berada di dalam pemerintahan ini sudah dewasa dan memegang peranan yang cukup penting.

Pengertian Bullying

Bullying merupakan tindakan atau perilaku kekerasan baik fisik maupun mental yang membuat korbannya terintimidasi dan tidak berdaya. Perilaku bullying ini biasanya dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang yang merasa memiliki kekuatan untuk mengintimidasi yang menurut mereka lemah.

Jenis-jenis Bullying

  1. Verbal bullying

Bullying jenis ini umumnya terjadi tanpa disadari. Karena ini dilakukan dengan mengeluarkan kata-kata yang mungkin sebagian orang hanya dianggap bercanda. Misalnya mengejek,mengumpat, mengeluarkan kata-kata tidak sopan hingga kata-kata kasar dan makian pada si korban. Meski sebagian dilakukan tanpa sadar, namun ada juga yang melakukan verbal bullying dengan sengaja agar si korban merasa terintimidasi. Verbal bullying ini bisa berdampak pada turunnya kepercayaan diri si korban bahkan bisa berdampak pada psikis.

  1. Physical Bullying

Physical bullying merupakan bentuk bullying yang melibatkan kekerasan fisik pada si korban. Bentuk kekerasan ini bisa berupa pukulan, tendangan, tamparan, melempar benda ke korban dan lainnya yang melibatkan sentuhan fisik. Jenis bullying ini sangat mudah dikenali karena biasanya meninggalkan tanda atau bekas luka pada si korban.

  1. Cyber Bullying

Di era digital saat ini, perilaku bullying makin mudah ditemui tidak hanya pada lingkungan sosial saja, namun juga di dunia internet. Pelaku cyber bullying biasanya menggunakan kata-kata, foto hingga video dan menyebarkannya secara negatif di dunia maya untuk menjatuhkan korban.

Caption: bullying saat ini tidak hanya terjadi pada lingkungan sosial saja, tetapi juga sering terjadi pada media sosial.

Kenapa Bisa Terjadi Bullying

Orang-orang yang terlibat pada perilaku bullying sebenarnya bukanlah mereka yang memiliki kekuatan ataupun kepercayaan diri yang lebih. Sebaliknya, mereka sebagai pelaku justru memiliki pengalaman yang buruk hingga “luka” yang mungkin belum bisa mereka sembuhkan. Hal ini membuat mereka beranggapan jika kebahagiaan mereka dapat dicapai dengan melukai orang-orang. Mereka bahkan percaya jika tindakan menyakiti orang lain yang mereka lakukan merupakan bentuk keyakinan bahwa mereka lebih pintar dan kuat. Karena ini hanyalah cara mereka untuk membuktikan diri.

Tentu saja, dibalik keberanian palsu itu mereka adalah orang-orang yang ketakutan yang sangat ingin dilindungi dari bahaya apapun, emosional, fisik, psikologis, atau lainnya. Dan mereka dengan caranya sendiri benar-benar mencoba bertahan.

Dampak Buruk Bullying Pada Korban dan Pelaku

Seperti kita tahu, dampak perilaku bullying pada korban sangatlah serius. Paling umum terjadi adalah si korban menjadi kurang percaya diri dan munculnya bekas luka fisik. Parahnya ketika si korban bisa mengalami gangguan mental seperti depresi, rendah diri, cemas, ingin menyakiti diri sendiri atau bahkan muncul keinginan untuk mengakhiri hidup. Hal lain yang bisa muncul pada si korban adalah keinginan untuk membalas dendam dan melakukan hal serupa pada orang lain yang akhirnya berujung menjadi lingkaran setan.

Namun, dampak buruk atas bullying ini tidak hanya terjadi pada korban saja, tetapi juga pada pelaku. Orang-orang yang senang melakukan bullying sejak kecil akan terbawa hingga mereka dewasa. Karena menjadi kebiasaan, para pelaku akan selalu bersikap kasar kepada orang sekitarnya, bahkan bisa berujung pada penyalahgunaan narkoba dan perilaku kriminal lainnya.

Cara Menghindari Bullying

Menjadi korban bullying memang sangatlah tidak menyenangkan. Sebab, kita sering dihantui oleh rasa takut dan cemas terhadap sesuatu. Bahkan seorang korban bisa menjadi trauma untuk bertemu orang dan bersosialisasi. Untuk kamu yang saat ini sedang menjadi korban bullying ada hal-hal yang bisa kamu lakukan untuk menghindarinya, antara lain:

  1. Tanamkan Keberanian Pada Diri

Hal sulit memang menghadapi pelaku bullying. Namun, perlu kamu ketahui, tak ada yang bisa menyelamatkan diri kamu, selain diri kamu sendiri. Kamu tidak perlu melawan kembali pelaku bullying dengan kekerasan, yang bisa kamu lakukan adalah menanamkan sikap percaya diri dan hadapi tindakan bullying dengan berani.

  1. Hindari Pelaku

Jika kamu masih belum cukup berani untuk menghadapi pelaku, kamu bisa mengatasinya dengan menghindari sejauh mungkin para pelaku bullying. Jika kamu korban cyber bullying, kamu sebaiknya menghindari media sosial untuk beberapa waktu dulu.

  1. Simpan Bukti Bullying  dan Laporkan

Simpan semua bukti bullying, baik berupa teks, rekaman video/audio hingga bekas luka bullying yang bisa kamu laporkan kepada orang dewasa terdekat dan terpercaya. Misalnya kepada orang tua, guru di sekolah. Jika perlu kamu bisa melaporkan ke aparat terkait seperti polisi atau Komnas Anak/HAM.

  1. Jangan Pernah Takut Untuk Berbicara

Sebagai korban bullying, kamu perlu seseorang untuk diajak berbicara agar merasa tenang. Lagi-lagi kamu hanya perlu orang terdekat dan terpercaya untuk diajak berbicara. Untuk kamu yang sudah mengalami masalah serius terhadap kesehatan fisik maupun mental sebaiknya segera berkonsultasi pada tenaga ahli seperti dokter maupun psikolog/psikiater.

  1. Selalu Berfikir Positif

Tak sedikit korban bullying justru menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang mereka dapat. Kamu harus tanamkan pada diri sendiri bahwa tidak ada yang salah dengan diri kamu selama tidak merugikan orang lain. Tetaplah jadi diri kalian sendiri dan lawan rasa takut dengan rasa percaya diri dan pikiran yang positif.

Perilaku bullying bisa terjadi dan dilakukan oleh siapa saja. Perlu adanya dukungan dari orang-orang sekitar agar tidak  terjadi bullying. Jangan pernah takut untuk berbicara kepada pihak terkait jika kamu melihat atau bahkan menjadi korban dari bullying.

PIC: Hamid
Editor: Noor Faa’izah
Desain: Zordy

Referensi:

I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.