I Am Okay Indonesia

Keindahan Yang Menyakitkan

Dewasa ini, wanita dinilai lebih kritis dalam hal penampilan dibandingkan dengan pria. Keindahan penampilan wanita dilihat apabila wanita tersebut berpenampilan menarik yang dilihat dari kulitnya yang putih, wajah glowing, dan badan kurus ideal. Hal ini dikenal dengan istilah Women Beauty Standard. Pendidikan, kesuksesan, dan poin penting lain yang sebenarnya perlu diperhatikan saat ini menjadi dinomor belakangkan setelah penilaian penampilan  tersebut.

Standar kecantikan tersebut menjadi tuntutan dan motivasi besar bagi sebagian wanita untuk dapat menjadi salah satunya.  “Dengan memenuhi standar kecantikan, wanita dapat memiliki hidup yang mudah”, begitu kata sebagian orang. Hal tersebut kemudian menjadikan wanita melakukan berbagai cara untuk memiliki kulit yang putih, wajah yang mulus, dan badan ideal

Saya adalah salah satu dari wanita tersebut, saya terkadang memiliki obsesi yang besar terhadap penampilan dan bagaimana orang lain melihat dan menilai saya. Dalam proses pencapaian memperbaiki penampilan agar sesuai dengan standar tersebut, saya mengatur pola diet, rutin menjalankan olahraga, dan juga melakukan treatment kecantikan. 

Ketakutan saya dalam menambah berat badan membuat saya melakukan kompensasi berupa puasa atau berolahraga ketat setelah memakan banyak makanan. Rutin menimbang berat badan agar tetap ideal dan meminum minuman herbal demi menjaga berat badan juga saya lakukan. Tahun 2020 adalah tahun dimana saya mengalami ketakutan luar biasa terhadap penampilan saya tersebut. Kulit wajah yang tidak mulus dan berat badan tidak ideal menjadi pemicu munculnya perasaan khawatir, stress dan eating disorder

Kekhawatiran akan penampilan saya pada saat itu dipicu oleh kritik pedas dari orang terdekat juga pastinya saya memiliki pandangan yang sama mengenai women beauty standard tersebut. Banyaknya tekanan yang saya dapatkan baik dari internal diri maupun lingkungan sekitar juga membawa saya ke arah kearah yang menyimpang. Ketakutan pada beberapa jenis makanan, menghindari kontak sosial, sampai perasaan benci pada diri sendiri saya pernah alami. Rasanya malu sekaligus bodoh apabila mengingat hal tersebut, namun cerita ini saya bagikan untuk memberikan validasi kalau perasaan tersebut wajar terjadi pada wanita. 

Di akhir tahun yang sama pula saya berhasil mewujudkan keinginan saya memiliki salah satu dari standar kecantikan tersebut. Saya berhasil menurunkan berat badan dan menemukan skincare wajah yang cocok, dari situ pula perlahan kepercayaan diri saya mulai bertambah tetapi anehnya masih selalu merasa kurang. Saya mendapatkan banyak pembelajaran berharga mengenai cara menerima dan mencintai diri dengan benar. Menerima dan mencintai segala kelebihan yang kita punya bukanlah hal sulit, tetapi menerima dan mencintai “keunikan” kita memiliki cerita yang berbeda. Berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain dan sadarlah juga kita jangan sampai menjadi salah satu pendukung dari standar kecantikan tersebut. “Beauty doesn’t have a standard, we make it our own.”

Penulis:  Farah Fauziyah
Editor: Muthia Nida
Desain: Dono

I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.