Kenapa Begitu Sulit Mengungkapkan Perasaan?

Kenapa begitu sulit mengungkapkan perasaan?
Kenapa begitu sulit mengungkapkan perasaan?

Kenapa Begitu Sulit Mengungkapkan Perasaan? Dalam hidup, mungkin kita akan dihadapkan pada suatu kondisi dimana kita sangat sulit untuk mengungkapkan perasaan.

Misalnya, pada suatu ketika kamu berada dalam situasi dimana temanmu membocorkan salah satu rahasiamu kepada temanmu yang lain. Saat itu kamu sangat kecewa dan ingin sekali marah tetapi, sebagian dari dirimu merasa tidak ingin memunculkan konflik sehingga kamu terpaksa untuk memendam emosi tersebut.

Sebenarnya, tekanan emosional sesekali tidak menimbulkan masalah selama kita bisa mengatasinya dengan cara yang sehat. Tetapi, memendam perasaan juga dapat menjadi masalah karena menyembunyikan dan menekan emosi kita akan memperburuk keadaan. Ilmu saraf dalam laman theladders.com pun mengatakan bahwa semakin banyak emosi yang dipendam, semakin banyak kecemasan yang dapat kita  rasakan.

Dokumentasi I Am Okay

Jadi, yakin masih mau pendam terus perasaanmu? Pasti ga nyaman, kan? Oleh karena itu, sangat penting untuk mencari alasan dibalik perilaku tersebut dan belajar untuk mengekspresikan perasaanmu.

Nah, kalau begitu hal apa saja ya yang bisa menjadi alasan mengapa kamu sulit untuk mengungkapkan perasaan? Simak dibawah ini yaa!

ALASAN MENGAPA SULIT UNTUK MENGUNGKAPKAN PERASAAN:

  1. Terlalu takut dengan perasaan marah atau terlibat konflik dengan orang lain
  2. Takut dianggap remah dan rentan
  3. Takut ditolak atau menolak
  4. Emosi yang sudah menumpuk
  5. Harga diri rendah
  6. Merasa orang lain harus mengerti perasaanmu tanpa perlu diungkapkan.

Setelah mencari tahu alasannya, kamu bisa langsung mencoba untuk mengekspresikan perasaanmu sesuai dengan masalah yang sedang kamu hadapi. Wah, Kira-kira cara apa saja ya yang bisa dilakukan untuk belajar mengungkapkan perasaan? Yuk, Mari kita simak dibawah ini!

CARA AGAR MUDAH MENGUNGKAPKAN PERASAAN:

1.   Mengakui perasaan

Tidak masalah untuk merasa sedih, kecewa, marah, senang, suka maupun benci. Daripada menyembunyikan emosi, terimalah bahwa emosi negatif adalah bagian alami dari pengalaman kita.

2.   Katakan “saya merasa……”

Cobalah untuk mulai mengatakan “saya merasa… (sedih, marah, kecewa, Bahagia)”. Jika masih terlalu sulit untuk mengatakannya pada orang lain, kamu bisa menuliskannya di buku, atau media lainnya.

3.   Pastikan untuk mengungkapkan perasaan dengan cara dan waktu yang tepat

mengungkapkan perasaan dengan cara yang aman dapat membuat kita merasa lebih terhubung, terutama dengan orang yang dicintai. Karena itu, mengetahui cara mengekspresikan perasaan dengan bijaksana sangat penting untuk mempertahankan hubunganmu.

4.   Percaya bahwa komunikasi adalah kunci

Tidak baik untuk memendam perasaan. Cobalah berbagi perasaan untuk membicarakan masalah yang sedang terjadi. Dengan begitu, kamu dapat mengetahui bagaimana masalah tersebut terjadi dan apa yang harus dilakukan untuk memperbaikinya. Memecahkan masalah bersama membuat perasaan negatif terangkat.


Belajar untuk mengekspresikan peraasan adalah hal yang mudah, kok. sama halnya seperti saat kamu belajar bagaimana cara menjahit atau memasak telur mata sapi. Jadi, jangan lupa untuk mencoba langkah-langkah tadi untuk hari yang lebih baik, ya! 

Penulis : Chandadya S
Desain oleh : Amelia Putri Aryani
Editor : Muthia Nida

Referensi:

  1. Beck, Julie. (2015). The Atlantic. How to Get Better at Expressing Emotions. Diakses pada 24 Februari 2021 dari https://amp.theatlantic.com /amp/article/416493/
  2. Grohol, M John. (2016). PsyCentral. 10 Reasons You Can’t Say How You Feel. Diakses pada 24 Februari 2021 dari https://psychcentral.com /lib/10-reasons-you-cant-say-how-you-feel#1
  3. Oppong, Thomas. (2020). Ladders. Suppressing your emotions can be incredibly bad for your health. Diakses pada 24 Februari 2021 dari https://www.theladders.com /career-advice/suppressing-your-emotions-can-be-incredibly-bad-for-your-health/
  4. Raypole, Crystal. (2020). Healthline. It’s Tempting to Mask Your Emotions, but It Won’t Do You (or Anyone Else) Any Favors. Diakses pada 24 Februari 2021 dari https://www.healthline.com /health/mental-health/hiding-feelings#takeaway

I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.