I Am Okay Indonesia

Kenapa Kita Sering Bermain Media Sosial Sebelum Tidur?

Sepanjang hari terkadang kita sibuk untuk mengerjakan kewajiban dan aktivitas lainnya, hingga sedikit waktu untuk bermain media sosial. Tentu saja itu adalah hal yang baik karena kamu dapat meminimalisir gangguan saat sedang mengerjakan hal penting lainnya. Namun, seringkali saat sudah berada di atas tempat tidur dan bersiap untuk tidur, kita malah mengambil gadget dan bermain media sosial. Ternyata kejadian ini ada istilahnya loh! Yuk kita simak di bawah ini

Bedtime Procrastination

Fenomena di mana seseorang menunda tidur untuk melakukan aktivitas yang tidak bisa dilakukan di siang hari karena kesibukan dan kekurangan waktu. Seseorang melakukan hal ini karena adanya rasa terhibur dan merasa relaks walaupun harus mengorbankan tidur. Istilah ini awalnya diperkenalkan oleh Kroese, dkk (2014) yang lebih lanjut menemukan bahwa orang yang memiliki self regulation rendah lebih sering melakukan bedtime procrastination. Istilah ini kemudian ditambahkan kata “revenge” (balas dendam) pada artikel di Cina saat pandemic COVID-19 melanda yang menjelaskan bahwa seseorang biasanya produktif selama 12 jam sehari dan kemudian berusaha untuk “mengambil alih” waktu di malam hari ini untuk kesenangannya. Singkatnya, seseorang yang dituntut untuk bekerja dalam waktu yang lama akan “balas dendam” di malam hari untuk mendapatkan sensasi “kebebasan”.

Ciri-ciri Bedtime Procrastination

Tidur larut atau begadang tidak mutlak menjadi sebuah pertanda bahwa kamu melakukan bedtime procrastination, berikut merupakan tiga ciri-ciri utama yang menunjukkan bedtime procrastination:

1.     Keterlambatan tidur yang dilakukan mengurangi waktu tidur secara keseluruhan di setiap malam

2.     Keterlambatan tidur bukan karena alasan lainnya seperti sakit ataupun sulit tidur karena adanya gangguan pada lingkungan

3.     Seseorang yang melakukan penundaan tidur demi kesenangan sepenuhnya sadar bahwa hal yang ia lakukan dapat menyebabkan konsekuensi negatif, namun tetap memilih untuk terus melakukannya bahkan mengulanginya

Mengapa seseorang melakukan Bedtime Procrastination ?

Studi yang dilakukan oleh Kamphorst, dkk (2018) bahwa perilaku penundaan tidur ada hubungannya dengan berkurangnya energi atau sumber daya pada tubuh manusia. Studi ini menunjukkan bahwa semakin sibuk seseorang di siang hari dan semakin banyak “keinginan” yang harus ditunda menyebabkan semakin besar penundaan waktu tidur yang dilakukan karena telah menghabiskan sumber daya mental saat menghadapi tuntutan pekerjaan di siang hari sehingga ingin melakukan “kesenangan”.

Bermain media sosial sebelum tidur merupakan salah satu alasan terbesar dalam melakukan bedtime procrastination.

Dampak Bedtime Procrastination

Sesekali begadang mungkin tidak akan memberikan dampak yang signifikan bagi kebiasaan tidur, Kesehatan, dan kesejahteraan diri. Namun yang jadi masalah adalah saat dimana kegiatan ini menjadi kebiasaan sehari-hari. Melakukan penundaan tidur secara terus menerus dan diikuti oleh kewajiban untuk bangun di pagi hari akan menghasilkan kurang tidur dan merusak kemampuan otak yang kemudian memberikan efek yang signifikan pada Kesehatan fisik dan mental.

Berikut ini merupakan beberapa kemungkinan dampak negatif yang bisa saja terjadi saat menjadikan bedtime procrastination sebagai rutinitas:

–        Kecemasan

–        Depresi

–        Sulit berkonsentrasi

–        Tekanan darah tinggi

–        Peningkatan resiko masalah jantung

–        Imunitas lemah

–        Peningkatan berat badan

–        Melemahnya daya ingat

Perlu diingat kembali bahwa tidur merupakan hal yang sangat penting bagi kesehatan mental dan kesejahteraan hidup. Sudah banyak sekali penelitian yang menyatakan bahwa permasalahan tidur menyebabkan banyak sekali gangguan Kesehatan mental. 

Boleh jadi urusanmu selesai dengan begadang, boleh jadi kamu merasa senang berselancar di media sosial dengan mengorbankan waktu tidur. Namun perlu diingat bahwa masih ada hari esok yang perlu kamu jalani dengan sejahtera dan bahagia!

PIC: Fadila KR
Editor: Muthia Nida
Desain: Zordy

Referensi:

  1. https://www.verywellmind.com/what-is-revenge-bedtime-procrastination-5189591
  2. https://www.psychologytoday.com/us/blog/sleepless-in-america/202106/what-is-revenge-bedtime-procrastination
I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.