Kenapa Media Sosial Dapat Mempengaruhi Perilaku Membeli?

“Eh, aku impulsive banget akhir-akhir ini, deh, kalau belanja”

“Oh, aku sih gak pernah impulsive gitu, soalnya aku orangnya hemat, sih!”

Kita mungkin sudah cukup familiar dengan percakapan di atas. Yup, apalagi kalau bukan membahas soal impulsive buying. Sering didefinisikan sebagai perilaku belanja yang berlebihan, ternyata impulsive buying bukan berarti demikian. Lalu, apa yang dimaksud dengan impulsive buying?

Definisi Impulsive Buying

Impulsive buying adalah perilaku belanja yang tidak terencana atau tiba-tiba. Ciri-cirinya adalah dilakukan secara spontan, tanpa penolakan, dilakukan karena muncul keinginan tiba-tiba untuk langsung memiliki suatu barang, serta tidak disertai dengan evaluasi konsekuensi yang muncul akibat pembelian tersebut.

Jadi, kita dikatakan impulsif dalam membeli sesuatu bukan ketika membeli barang tersebut dalam jumlah yang sangat banyak, melainkan apabila kita awalnya tidak berencana untuk melakukan pembelian namun secara tiba-tiba justru langsung melakukan pembelian di tempat. 

Penyebab Impulsive Buying

Terdapat banyak faktor yang dapat membuat seseorang melakukan pembelian secara impulsif. Berikut adalah faktor-faktor yang cukup populer. 

  1. Faktor internal: Kecerdasan emosional yang rendah sehingga sulit mengontrol emosi sendiri yang berujung pada perilaku impulsif dan kepribadian yang mudah setuju pada orang lain atau keadaan tertentu (misalnya, menyetujui tawaran sales yang sedang menawarkan barang)
  2. Faktor eksternal: Adanya tekanan sosial (peer pressure), takut ketinggalan zaman (fear of missing out), dan kehadiran iklan yang menarik perhatian.

Lalu, Bagaimana Peran Media Sosial Terhadap Perilaku Impulsive Buying? 

Terlihat bahwa iklan menjadi salah satu faktor eksternal yang berhubungan dengan perilaku pembelian impulsif. Maka dari itu, media sosial sebagai salah satu media yang paling umum digunakan dalam proses pemasaran, juga menjadi faktor yang patut diperhitungan. Bahkan hampir seluruh brand memiliki akun media sosialnya sendiri untuk memperkenalkan dan mempromosikan barang-barang mereka sekaligus berkomunikasi dengan calon pembeli. Berikut adalah peran media sosial dalam perilaku belanja yang impulsif.

  1. Menampilkan stimulus visual (iklan visual) yang menarik perhatian dan membuat individu yang melihatnya penasaran. Itulah mengapa umumnya Instagram yang digunakan untuk berjualan, sebab dapat mengunggah foto dan video yang memanjakan mata siapapun yang melihatnya. 

Tidak jarang kita merasa tertarik untuk membeli berbagai barang lucu yang muncul di Instagram, kan?

  1. Munculnya rekomendasi dari orang berpengaruh atau terpercaya. Kamu pasti tidak asing lagi dengan banyak selebgram yang kerap kali melakukan endorse atau promosi dan review di akun media sosial pribadinya. Hal ini merupakan usaha untuk menarik minat banyak orang dan membuat kita percaya bahwa barang yang ditawarkan benar-benar berkualitas. 
  1. Unggahan yang kreatif. Apakah kamu cukup familiar dengan penggunaan reels, Instagram TV, Instagram story, quiz, hingga giveaway? Berbagai jenis konten ini merupakan bentuk kreativitas yang pada akhirnya mampu menarik perhatian banyak orang dalam mencari tahu lebih lanjut produk yang ditawarkan sehingga akhirnya melakukan pembelian. 

Media sosial memang dihadirkan untuk mempermudah kegiatan jual-beli. Namun, jangan sampai kita terus-menerus termakan oleh iklan, ya!

PIC: Fahira Dumbi
Editor: Noor Faa’izah
Desain: Zordy

Referensi:

  • Aragoncillo, L., & Orus, C. (2018). Impulse buying behaviour: an online-offline comparative and the impact of social media. Spanish Journal of Marketing-ESIC.
  • Aydin, D., Selvi, Y., Kandeger, A., & Boysan, M. (2019). The relationship of consumers’ compulsive buying behavior with biological rhythm, impulsivity, and fear of missing out. Biological Rhythm Research, 52(10), 1514-1522.
  • Chan, K., & Fan, F. (2020). Perception of advertisements with celebrity endorsement among mature consumers. Journal of Marketing Communications, 1-17.
  • Lin, C. H., & Chuang, S. C. (2005). The effect of individual differences on adolescents’ impulsive buying behavior. Adolescence, 40(159), 551-558. https://web.b.ebscohost.com/ehost/pdfviewer/pdfviewer?vid=0&sid=ebd23712-4845-466e-94e0-5c4d30fc87c9%40pdc-v-sessmgr03
  • Hendrawan, D., & Nugroho, D. A. (2018). Influence of personality on impulsive buying behaviour among Indonesian young consumers. International Journal of Trade and Global Markets, 11(1/2), 31. https://doi.org/10.1504/ijtgm.2018.092489.

I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.