Kok Kadang Aku Mikir yang Aneh-Aneh, ya? Mengenal Intrusive Thought

Disclaimer: Konten ini dimaksudkan untuk edukasi dan peningkatan kesadaran mengenai kesehatan mental. Jika kamu merasa mengalami apa yang dituliskan di artikel ini, silakan hubungi tenaga profesional untuk memeriksa keadaanmu lebih lanjut.

Lagi megang pisau, tiba-tiba mikir “kenain aja ke tangan”. Lagi di jembatan, tiba-tiba mikir “lompat ah!”. Lagi di rel kereta, tiba-tiba mikir “aku bisa dorong orang itu ke sana”. Sebenarnya, aku kenapa sih?

Pikiran yang aneh, cenderung mengerikan dan tidak biasa, dan muncul secara mendadak tadi disebut intrusive thought.  Beberapa intrusive thought yang cenderung muncul biasanya meliputi melukai diri sendiri atau orang lain, melakukan tindakan yang tidak pantas, melakukan kekerasan, dan sebagainya.

Kok bisa ya kita berpikir seperti itu? Jangan-jangan itu berasal dari alam bawah sadar ya?

Intrusive Thought dialami banyak orang

Studi dari Hames dan rekannya pada tahun 2012 mengungkap bahwa mayoritas orang yang tidak punya riwayat pikiran bunuh diri tetap berpikir untuk melompat ketika sedang berada di jembatan. Lebih dari 6 juta masyarakat AS mengaku mengalami intrusive thought. Siapa saja bisa mengalami hal ini. Namun, intrusive thought yang ekstrim dan mengganggu juga bisa menjadi gejala dari beberapa gangguan mental, seperti PTSD dan OCD. Sekali lagi, silakan memeriksakan diri ke tenaga profesional kalau kamu mengkhawatirkan kondisimu ya. 

Kenapa Pikiran yang Muncul itu Aneh dan Menyeramkan?

Ada beberapa alasan yang bisa menjelaskan kenapa konten dari pikiran tersebut menakutkan dan tidak biasa, seperti:

1. Otak kita cenderung fokus pada hal yang janggal

Ketika kamu membaca ini, ada banyak hal yang ditangkap otakmu sekaligus, seperti maksud kalimat ini, posisi dudukmu, gadget yang kamu pegang, dan sebagainya. Dengan banyaknya info itu, otak harus selektif memilih info agar tidak kewalahan. Strategi yang digunakan otak kita adalah dengan memfokuskan perhatian pada pikiran yang tidak biasa yang berpotensi membahayakan kita. Dengan begitu, pikiran yang awalnya terkesan random menjadi lebih kuat dan dominan. 

2. Cara otak mengantisipasi bahaya

Ketika kamu memegang pisau lalu muncul pikiran untuk melukai diri dengan sengaja menggunakan pisau tersebut, mungkin itu cara otakmu memperingatkan kamu untuk berhati-hati menggunakan pisau agar tidak melukai diri. Hasil studi juga menunjukan kehadiran pikiran ini tidak meningkatkan risiko perilaku berbahaya yang ada di pikiran tersebut.

Mengelola Intrusive Thoughts

Dengan membaca sampai sini, semoga kamu kini menyadari bahwa intrusive thought merupakan hal yang umum dan bisa jadi merupakan cara otakmu memperingatkan adanya bahaya. Dengan menyadari bahwa pikiran hanya sekadar pikiran, kamu bisa menentukan apakah akan mengabaikannya atau berfokus kepadanya. Jika kamu mengalami kesulitan mengelola pikiran semacam ini, silakan konsultasikan diri ke tenaga profesional ya.

Desain oleh: Nanda Luthfiah
Penulis: Shafira Izqiva R.
Editor: Nida Zhafira

Referensi:

  1. Self, M. Winston, S. 2019. Why Is the Content of Intrusive Thoughts So Awful? Retrieved from https://www.psychologytoday.com /us/blog/living-sticky-mind /201910/why-is- the-content-intrusive- thoughts-so-awful
  2. Shepard, M. 2020. Understanding Intrusive Thoughts. Retrieved from https://www.psychologytoday.com /us/blog/erasing-stigma /202002/understanding- intrusive-thoughts 

I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.