Mengapa Manusia Seringkali Tertarik Melakukan Hal-Hal yang Dilarang?

“Jangan bayangkan ikan berenang!”. Ketika kalian diberikan perintah seperti itu, apakah kalian benar-benar tidak akan membayangkan seekor ikan yang sedang berenang? Tentu tidak kan, fellas? nyatanya, kata negatif seperti jangan pada sebuah perintah tidak selalu bekerja secara sempurna dalam melarang dan menghindari suatu perilaku.

Nah, ternyata hal ini telah diteliti dari sudut pandang psikologi lho, fellas! fFenomena seperti ini disebut sebagai fenomena reverse psychology. Wah, penasaran kan apa sih reverse psychology itu sebenarnya, dan bagaimana pengaplikasiannya dalam kehidupan sehari-hari? sSimak artikel ini sampai habis, ya!

Fenomena Reverse Psychology

Berdasarkan Cambridge English Dictionary, reverse psychology merupakan sebuah metode dalam memerintahkan seseorang untuk melakukan sesuatu, dengan cara meminta mereka melakukan sebaliknya dan berharap mereka akan melakukan kebalikan dari apa yang kamu perintahkan.

Para ilmuwan menyebut metode ini sebagai anti konformitas diri yang strategis karena permintaan yang kita komunikasikan secara langsung berbanding terbalik dengan apa yang kita inginkan sebelumnya. Tetapi, mengapa serta bagaimana cara reverse psychology ini dapat bekerja dalam suatu perintah?

Metode reverse psychology ini melibatkan suatu hukum yang bernama reaktansi (reactance). Reaktansi merupakan istilah psikologi yang mengacu pada perasaan tidak nyaman, terkekang, serta perasaan bahwa kebebasan seseorang terancam ketika seseorang tersebut dituntut dan dibatasi untuk tidak melakukan sesuatu.

Pada umumnya, respon alami ketika seseorang merasakan reaktansi adalah seseorang tersebut akan melakukan kebalikan dari apa yang dituntut sebagai sarana untuk mengekspresikan diri individu tersebut.

Reaktansi ini dapat terjadi ketika seseorang yang sebelumnya memiliki kebebasan, tapi kemudian kebebasan tersebut diambil. Misalnya, seseorang terbiasa melakukan suatu aktivitas tanpa ada larangan dan tuntutan apapun, namun suatu ketika dia dilarang untuk melakukan aktivitas tersebut.

Setelah adanya larangan tersebut, individu tersebut berkemungkinan untuk merasakan reaktansi yang intens, sehingga dia akan berkemungkinan besar untuk mencari cara melakukan aktivitas yang dilarang itu terlepas dari larangan yang sudah diberikan kepadanya.

Reaktansi inilah yang menjadi inti dari reverse psychology, yang mana metode reverse psychology justru ingin memunculkan reaktansi dalam diri seseorang melalui larangan yang diberikan.

Oleh karena itu, ketika kita menuntut apa yang tidak kita inginkan, kemungkinan besar orang yang kita tuntut malah akan melakukan apa yang kita inginkan melalui reaktansi. Akan tetapi, terdapat faktor-faktor yang memengaruhi berhasilnya metode reverse psychology ini, seperti target serta konteks pengaplikasiannya.

Oleh karena itu, reverse psychology ini juga tidak dapat digunakan secara sembarangan ya, fellas. Setelah membedah reverse psychology dan siasat yang terjadi di dalamnya, kira-kira bagaimana sih pengaplikasian metode reverse psychology ini dalam kehidupan sehari-hari? tTerus simak artikelnya sampai akhir, ya!

Reverse Psychology dalam Kehidupan Sehari-Hari

Manfaat positif dari reverse psychology tentunya akan sangat disayangkan bila tidak dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa contoh pengaplikasian reverse psychology dalam kehidupan sehari-hari: 

  1. Pembelajaran
    Dalam pembelajaran, pengajar terkadang menggunakan metode reverse psychology untuk membuat muridnya tertarik dengan pelajaran yang sulit. Hal ini dapat memunculkan dampak positif jika digunakan dengan baik. Contohnya, seorang guru yang ingin siswanya membaca buku yang tergolong sulit dan tidak wajib dibaca dapat mengisyaratkan kepada muridnya bahwa buku tersebut  terlalu sulit untuk dibaca atau menggolongkannya sebagai buku level atas.
    Siswa yang dilarang tersebut akan merasa tertantang dan merasa penasaran untuk membuktikan apakah pernyataan guru tersebut benar. Hal tersebut yang mendorong mereka untuk mencari dan membacanya. Akan tetapi, jika dari awal guru tersebut menganjurkan muridnya untuk membaca buku tersebut, mungkin hanya akan ada sedikit siswa yang membacanya.
  2. Hubungan percintaan
    Dalam hubungan berpasangan, seseorang bisa saja menganggap sebelah mata pasangannya dan menyatakan bahwa pasangannya tidak dapat melakukan hal-hal tertentu. Pasangan yang tidak terima dirinya direndahkan cenderung akan berusaha untuk melakukan hal-hal tersebut untuk membuktikan bahwa pernyataan tersebut salah.   
  3. Ilmu parenting
    Memerintahkan hal yang bertentangan dengan keinginan juga seringkali diterapkan oleh para orang tua terhadap anaknya, misalnya orang tua ingin mendorong anaknya untuk makan buah dengan mengatakan bahwa mereka tidak boleh memakan itu. Anak-anak cenderung akan tertantang dan penasaran untuk memakan buah yang dilarang orang tuanya.

Peringatan Ketika Melakukan Reverse Psychology

Meskipun metode reverse psychology memiliki manfaat yang seringkali ampuh untuk mencapai tujuan tertentu, ada beberapa peringatan dalam pengaplikasian metode ini lho, fellas! Ketika metode ini dilakukan terlalu sering, hal ini justru dapat membuatmu menjadi orang yang tidak dapat dipercaya.

Selain itu, ketika kamu menerapkan metode ini dengan target orang yang salah, orang tersebut bisa saja malah akan mematuhi perintahmu yang malah membuatmu semakin jauh dengan tujuanmu. Oleh karena itu, keputusan serta apapun langkah yang kamu ambil dalam melakukan sesuatu harus selalu dilakukan dengan baik dan bijak ya, fellas!


Penulis: Azmihhanifa
Editor: Hera
Desain:
SEO: Novia Razmuliani


REFERENSI:

  1. BetterHelp Editorial Team. (2022, Oktober 05). Reverse psychology: What is it, and does it work?. Better Help. https://www.betterhelp.com/advice/psychologists/reverse-psychology-what-is-it-and-does-it-work/
  2. Cherry K. (2022, Oktober 15). What is reverse psychology?. Verywellmind. https://www.verywellmind.com/what-is-reverse-psychology-5115635 Irawan A. (2021, September 01). Mengenal reverse psychology atau psikologi terbalik dalam kehidupan sehari-hari.
  3. SehatQ. https://www.sehatq.com/artikel/mengenal-reverse-psychology-atau-psikologi-terbalik-dalam-kehidupan-sehari-hari