Mengapa Pepatah “Semua Hal Terjadi Karena Sebuah Alasan” Kadang Terdengar Menyakitkan?

Orang yang percaya bahwa segala sesuatu dalam hidup terjadi karena suatu alasan dapat memiliki toleransi yang sangat kecil terhadap kecemasan eksistensial. Dengan pemikiran tersebut, kekacauan dan ketidakpastian yang terjadi dalam hidup terasa kurang mengancam dan nampak lebih bisa diatur.

Tetapi bagaimana jika sesuatu terjadi akiba talasan yang kurang masuk akal dan sulit untuk diterima? Biasanya, hal ini terasa menyakitkan karena beberapa hal, seperti:

  1. sulit untuk memahami apa yang terjadi
  2. dapat memberi tekanan untuk melupakannya
  3. memaksa mereka untuk mencari tahu alasannya
  4. membuatnya tampak seperti hal tersebut harus terjadi

“Itu adalah pesan yang mengerikan dan menyakitkan bagi seseorang yang berduka dan berurusan dengan kesedihan.” – @madelmac_

Oleh karena itu, daripada mengatakan “semua yang terjadi pasti karena ada alasannya”, kamu bisa lakukan hal dibawah ini sebagai alternatifnya:

  1. Ingatkan bahwa tidak apa-apa untuk merasa bingung, kesal, marah, terhadap apa yang terjadi.
  2. Beri waktu dan ruang untuk memproses dan menemukan makna sendiri dalam kejadian tersebut
  3. Pergi ke tempat yang aman di mana mereka dapat menangis atau menunjukkan emosi dengan aman
  4. Tanyakan pertanyaan terbuka tentang apa yang mereka rasakan
  5. Bertemu dengan orang yang terpercaya
  6. Ingatlah hanya dia yang bisa memahami situasi, belum tentu orang lain akan memiliki kesimpulan yang sama
  7. Tidak berkata apa-apa dan hadir saja dan tanyakan sebelum memberi nasihat dan hanya berikan saat disuruh

ingatlah bahwa ketika kamu merasa khawatir akan sesuatu, walaupun itu tidak terjadi sesuai dengan harapanmu, tidak masalah. Kamu pasti akan punya seribu alat dan cara untuk menangani dan melaluinya.

Desain oleh: Nanda Luthfiah
Penulis: Chandadya S
Editor: Muthia Nida

Referensi:

  1. Goodman, Whitney. (2021). Diakses pada 15 Mei 2021 dalam https://www.instagram.com /p/COaFIbYDu2A/?igshid=nr8fsuvukzg9 
  2. Lewis, Ralph. (2018). Why We Think That Everything Happens for a Reason. Psychology Today. Diakses pada 15 Mei 2021 dalam https://www.psychologytoday.com /us/blog/finding-purpose/201807/ why-we-think-everything-happens-reason 
  3. Schreiner, Michael. (2017). The Psychology Of ‘Everything Happens For A Reason’. Evolution Counseling. Diakses pada 15 Mei 2021 dalam https://evolutioncounseling.com /the-psychology-of-everything- happens-for-a-reason/
I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.