Mindfulness: Kehebohan Sesaat atau Benar Bermanfaat?

Mindfulness merupakan suatu meditasi yang dimaksudkan untuk mengatasi permasalahan yang kita hadapi, seperti stres, panik, nyeri dan depresi.

Situasi pandemi yang mengharuskan setiap orang untuk membatasi hubungan sosial dengan orang lain pada awalnya belum menjadi masalah. Namun, setelah melewatinya selama hampir dua tahun, kondisi ini menjadi bermasalah bagi sebagian besar orang, atau bahkan kamu juga merasakannya. Sulit untuk bertemu teman untuk sekedar bersenda gurau, sulit untuk refreshing ke tempat liburan favorit, hingga sulit untuk menghirup udara baru dalam suasana yang baru karena kita ‘terkunci’ oleh keadaan.

Padahal hanya di rumah, tapi beban pikiran justru lebih meningkat dari sebelumnya. Sudah begitu banyak artikel yang membahas mengenai hal ini. Hingga akhirnya, berangkat dari kekhawatiran tersebut, munculah istilah “Mindfulness” yang disebut-sebut bisa menjadi solusi untuk mengatasi kecemasan yang kita rasakan selama pandemi ini. Namun, apakah benar konsep ini bisa menghilangkan kecemasan kita? Sebenarnya apa, sih, mindfulness itu?

Kita sama-sama pahami apa itu mindfulness, yuk! Agar pikiran bisa menjadi lebih tenang dan segala stres yang melanda jadi tidak mendominasi pundak kita!

Apa Sebenarnya Mindfulness itu?

Mindfulness sendiri merupakan suatu praktik meditasi yang dimaksudkan untuk mengatasi permasalahan yang kita hadapi, seperti stres, panik, nyeri, depresi, dan lain sebagainya yang pada intinya berakar dari pikiran kita sendiri. Mindfulness juga disebutkan bisa menjadi solusi untuk orang yang memiliki masalah tersebut dengan cara menerima setiap rasa stres, panik, cemas, dan apapun yang muncul di pikiran. Konsep mindfullness ini berakar dari agama Buddha dan tradisi yang berfokus pada pemeliharaan perhatian serta kesadaran.

Menurut Germer, Siegel, dan Fulton (2005), mindfulness merupakan suatu kondisi kesadaran pada saat ini dengan penuh penerimaan. Dengan kata lain, mindfulness dilakukan dengan tujuan agar praktisinya bisa berfokus pada masa kini, tanpa melakukan penilaian, serta pikirannya tidak mengembara ke masa lalu ataupun ke masa depan.

Mindfulness: Hidup Pada Masa Kini

Sering kali kita mendengar bahwa kita harus hidup tanpa menoleh ke belakang dan tanpa menerawang ke depan. Konsep hidup pada masa kini inilah yang menjadi tujuan akhir dari penerapan praktik mindfulness. Akan tetapi, ada satu hal yang perlu diperhatikan agar kamu tidak salah pengertian mengenai praktik ini.

Perlu ditekankan bahwa yang ingin diajarkan dari mindfulness adalah hidup pada masa kini, bukan hidup untuk saat ini. Meskipun tampaknya sama, dua hal tersebut akan menimbulkan penafsiran yang berbeda. Hidup pada saat ini artinya kamu berusaha untuk mengembangkan perilakumu berdasarkan kontrol dari diri sendiri untuk mencapai tujuan yang lebih efektif. Sedangkan, hidup untuk saat ini dapat menyebabkan seseorang untuk berperilaku tanpa mempertimbangkan konsekuensi yang nantinya akan terjadi di masa depan.

Mindfulness: Cuma Tren atau Memang Bermanfaat?

Seperti yang sudah kita bahas tadi, adanya perubahan kebiasaan selama pandemi membuat tak sedikit orang merasa kewalahan. Melakukan segala aktivitas di rumah saja tanpa bersosialisasi dengan orang lain ternyata memiliki efek yang tak bisa disepelekan untuk pola pikir kita. Fellas mungkin pernah merasa energi sangat terkuras padahal hanya duduk di rumah untuk mengerjakan tugas. Padahal sebelumnya, kita sebenarnya sudah terbiasa dengan hal itu, hanya saja kondisinya yang berbeda.

Perasaan cemas pun tak terelakkan. Kita merasa dikejar-kejar secara terus menerus dengan berbagai tuntutan. Menyadari akan hal ini, orang-orang mulai gencar untuk menerapkan praktik mindfulness. Praktik ini pun menjadi populer dan mendapat banyak perhatian. Sehingga hal ini membuat kita bertanya-tanya, apakah ini hanya tren atau memang praktik mindfulness adalah kebutuhan yang perlu kita terapkan?

Pada kenyataannya, praktik mindfulness memang tengah banyak diperbincangkan. Jadi, tentu saja bisa dibilang praktik ini menjadi tren di kalangan masyarakat. Namun, itu bukan berarti bahwa konsep ini hanya sekedar angin lewat semata. Jika kamu benar-benar menerapkannya dan melakukannya secara rutin, tentunya praktik ini bisa memberimu banyak manfaat. Beberapa diantaranya adalah:

  • Kamu dapat memahami rasa sakitmu itu ada dan kamu harus berjuang untuk mengatasinya yang dimulai dari penerimaan terhadap rasa itu.
  • Kamu bisa menjadi lebih fokus pada apa yang sedang kamu lakukan
  • Bisa meminimalisir rasa stres yang kamu rasakan dan secara tidak langsung ini akan memengaruhi kondisi kesehatanmu
  • Dapat mengurangi ‘obrolan’ dalam otakmu. Sudah saatnya untuk membiarkan otakmu sedikit ruang untuk beristirahat.

Bagaimana Cara Memulai Praktik Mindfulness?

Setelah mengetahui manfaat dari praktik meditasi mindfulness, berikut ini merupakan beberapa langkah awal untuk kamu yang ingin mulai menerapkan konsep tersebut dalam keseharianmu.

  • Sisihkan dulu waktumu untuk memulainya. Kamu tidak memerlukan peralatan khusus untuk memulai. Cukup siapkan waktu dan ruang untuk dirimu sendiri.
  • Pahami apa yang sedang kamu hadapi saat ini. Tujuan dari mindfullness adalah untuk menerima segala perasaanmu tanpa penilaian pada kondisi saat ini.
  • Jika kamu masih belum terbiasa, biarkan terlebih dahulu. Apapun itu, segala hal yang kamu lakukan tidak akan pernah ada yang sempurna dalam percobaan pertama. Selama latihan kamu hanya perlu menerima pikiran-pikiran itu datang. Kamu hanya perlu mengingatkan kembali dirimu untuk tidak terbawa lebih jauh oleh pikiran negatif tersebut.

Memang penerapan mindfulness akan lebih sulit ketimbang hanya diomongkan saja. Tapi, bagaimana mau menjadikannya kebiasaan jika kamu tidak mulai membiasakannya? Jadi, yuk coba lakukan dengan baik dan buat dirimu terbiasa dalam melakukan praktik mindfulness!

Penulis: Dwi Nantari
Editor: Nurul Malahayati
Desain: Keke

Referensi:

  1. Wupperman, Peggliee. (2017, September 11). Is Mindfulness Just Hype? Can mindfulness improve your life? Can it ever be harmful? Or is it just hype?. Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl /blog/beyond-self-destructive -behavior/201709/is-mindfulness-just-hype
  2. Mindful. Getting Started with Mindfulness. Mindful. https://www.mindful.org/meditation /mindfulness-getting-started/
  3. Fachrudin, Duddy. (2017, March 23). Apa itu Mindfulness?. Mindfulnesia. http://www.mindfulnesia.id/2017/03 apa-itu-mindfulness.html#:~:text=Mindfulness %20merupakan%20suatu%20keterampilan %20dalam,masa%20lalu%20maupun%20masa%20depan.

I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.