Morning Depression : Pagi-Pagi, kok, sudah Ngerasa Depresi, Ya?

Kadang kita berekspektasi bisa bangun tidur di pagi hari selayaknya para tokoh dalam sebuah film atau drama yang bangun dengan perasaan bahagia, beranjak dari ranjang, kemudian menyeduh teh sembari memandangi taman di luar jendela, orang bilang, sih, the definition of a perfect morning. 

Tapi faktanya, nggak jarang dari kita justru mendapati diri terbangun dengan perasaan yang berat, badan terasa letih, lesu, dan mood dalam keadaan buruk. Awal hari yang buruk seringkali menyebabkan kita jadi kurang produktif dan nggak optimal dalam menjalani hari-hari. Ujungnya, semua jadi terasa menyebalkan, melelahkan, dan membosankan. 

Bagi beberapa orang, hal ini mungkin sesekali lumrah terjadi. Namun, apabila keadaan ini terus terjadi setiap kali kamu bangun, mungkin saja kamu sedang mengalami situasi yang mana dalam istilah psikologis dikenal dengan morning depression. Wah, apa tuh? Yuk, simak penjelasan berikut untuk memahami fenomena tersebut dengan lebih jelas!

Apa itu Morning Depression?

Secara sederhana, morning depression merupakan sebuah keadaan ketika kamu mengalami depresi di pagi hari. Umumnya seseorang yang mengalami morning depression seringkali merasa lelah, putus asa, hilang motivasi, dan diliputi oleh rasa sedih yang mendalam ketika baru bangun dari tidur dan keadaan ini akan membaik seiring berjalannya hari.

Situasi ini pada awalnya dikategorikan sebagai salah satu masalah kesehatan mental yang bersifat klinis. Namun, saat ini morning depression dianggap sebagai salah satu symptoms seseorang mengalami gangguan mental berupa depresi ringan ataupun berat.

Tentunya diperlukan adanya diagnosis lebih lanjut dari para ahli untuk menentukan apakah morning depression yang kamu alami merupakan gejala depresi atau hanya rasa lelah yang bersifat sementara saja. So, jangan sampai melakukan self diagnosed ya, fellas!

Penyebab Kamu Merasa Depresi di Pagi Hari

Menurut sebuah studi pada tahun 2013, penyebab utama seseorang mengalami morning depression adalah terganggunya circadian rhythm atau jam tidur seseorang. Circadian rhythm ini berperan dalam meregulasi berbagai aspek dalam tubuh kita seperti halnya detak jantung, suhu tubuh, energi, dan juga berperan dalam menjaga mood kita agar tetap stabil. 

Selain itu, hormon kortisol dan melatonin juga berpengaruh besar dalam situasi ini. Hormon kortisol biasanya diproduksi tubuh saat siang hari dan berfungsi menjaga diri kita agar terjaga dan ber-energi untuk beraktivitas. Sedangkan, hormon melatonin merupakan hormon yang membuat kita merasa lelah dan mengantuk di malam hari. 

Oleh karena itu, apabila circadian rhythm kita terganggu, tentunya akan memengaruhi produktivitas kedua hormon tersebut yang menyebabkan kita rawan mengalami morning depression saat bangun dari tidur. Selain itu, penyebab lain terjadinya morning depression adalah kebiasaan begadang, pola makan yang buruk, kurang olahraga, faktor genetik, dan trauma masa lalu. 

Tanda Kamu Mengalami Morning Depression

Berikut adalah beberapa tanda bahwa mungkin saja kamu sedang mengalami morning depression :

  1. Merasa lelah dan lesu saat baru bangun dari tidur dan mengalami kesulitan untuk beranjak dari tempat tidur
  2. Kehilangan motivasi untuk memulai dan melakukan aktivitas sehari-hari 
  3. Kurangnya antusias pada aktivitas yang dulunya dianggap menyenangkan
  4. Mengalami hypersomnia, terlalu banyak tidur atau insomnia, kesulitan untuk tidur
  5. Sulit untuk fokus, berkonsentrasi, dan melakukan problem solving
  6. Perubahan nafsu makan, seperti makan terlalu banyak atau sedikit 

Coba Lakukan Beberapa Tips Ini Supaya Pagi-mu Terasa Lebih Baik 

Kalau kalian merasa beberapa hari terakhir terbangun dengan perasaan berat dan merasa lelah, kamu bisa coba beberapa tips di bawah ini agar pagi-mu terasa lebih baik :

  1. Take It One Step at A Time 

Alih-alih berpikir terlalu banyak dan merencanakan satu hari ke depan. Akan lebih baik kalau kamu melakukan beberapa aktivitas secara bertahap guna menghindari stres dan penurunan mood di pagi hari. Saat bangun dari tidur, coba untuk berbaring sejenak, minum segelas air, melakukan stretching dan aktivitas ringan lain. Jangan tergesa-gesa, just keep it simple, fellas!

  1. Do Exercise

Luangkan waktu untuk berolahraga di sela-sela kesibukan setidaknya 15 hingga 30 menit dalam sehari agar kesehatan dan kebugaran tubuh tetap terjaga. Meditasi dan yoga juga bisa membantu mempertahankan circadian rhythm tubuh sesuai dengan ritme normalnya. 

  1. Improve Sleep Quality

Cobalah untuk tidur dan bangun di waktu yang sama, hindari minum sesuatu yang mengandung stimulan atau kafein seperti kopi, teh, alkohol dan coklat panas sebelum tidur, atur suasana tidur agar nyaman dengan memperhatikan pencahayaan, kebersihan tempat tidur, dan jangan lupa gunakan pakaian yang nyaman. 

Jika morning depression yang kamu alami semakin tak terkendali, berkepanjangan, dan bahkan sampai memengaruhi waktu tidur dan aktivitas sehari-hari. Di saat ini lah kamu wajib meminta bantuan para ahli seperti psikolog, ya fellas! Don’t be afraid, you’re not alone, I hope you’re getting better soon!


Penulis: shivaherninda

Editor: Aski

Desain: Raima

SEO Editor:


Referensi:

I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.