I Am Okay Indonesia

Takut dengan Sesuatu yang Berbau Kematian? Yuk, Kenalan sama Necrophobia!

Necrophobia – Fellas, apa yang kamu pikirkan tentang kematian? Beberapa orang berpikir, kematian adalah ketika semua anggota tubuh dan panca indera tak lagi berfungsi seperti biasa. Namun, mereka membayangkannya lebih dari pendapat ini. Ada orang yang memiliki ketakutan berlebih terhadap sesuatu yang berbau kematian. NahSehingga, topik yang ingin dibahas kali ini adalah salah satu phobia unik bernama Necrophobia.

Kenapa sih, kita merasa takut akan kematian?

Sebelum membahas tentang Necrophobia, pernahkah kamu berpikir kenapa orang takut akan kematian secara science?

Jade Wu, Ph.D seorang Clinical Health Psychologist dalam artikelnya di PsychologyToday mengungkapkan pendapatnya, bahwa terdapat beberapa penyebab mengapa orang takut terhadap kematian, diantaranya adalah:

  1. Keyakinan agama diikuti dengan budaya yang berbeda-beda dialami oleh setiap orang
  2. Pengalaman mereka terhadap kegiatan atau peristiwa yang berbahaya
  3. Keterikatan diri dengan orang lain yang terbentuk mulai dari masa kecil hingga kehidupan dewasa. Hal ini berhubungan dengan apakah dia merasa nyaman dengan orang tersebut, bagaimana cara diakita berpikir dan berperilaku dalam sebuah hubungan.

    Diketahui, anak muda lebih takut terhadap kematian dibandingkan orang yang sudah lansia. Ada juga fakta bahwa pasien yang dirawat di rumah sakit memiliki rasa takut terhadap kematian yang rendah, disebabkan dukungan emosional dan spiritual holistik dari anggota tim rumah sakit.

Apa itu Necrophobia?

Menurut merriam-webster.com dan dictionary.com, necrophobia memiliki arti sebagai ketakutan irasional atau berlebih akan kematian, seperti mayat, lokasi, objek, dan orang-orang yang terkait dengan orang mati. Necrophobia juga berasal dari bahasa Yunani, yaitu nekros yang berarti mayat dan phobos yang berarti takut.

Seseorang yang mengalami necrophobia adalah mereka melibatkan rasa takut akan benda mati dan hal-hal yang berhubungan dengan kematian, seperti ketakutan pada mayat, peti mati, batu nisan, dan kuburan.

Mereka lebih takut jika dihadapkan dengan sesuatu berbau kematian dibandingkan tindakan kematian yang biasanya terjadi. Mereka juga memiliki kecemasan kematian yang tinggi, meyakini bahwa kematian tidak bisa dihindari, serta bertindak ekstrem yang dapat berpotensi memiliki gejala fisik serta merasa jijik akan kematian.

Apakah Necrophobia dan Thanatophobia itu sama?

Walaupun sama-sama memiliki ketakutan terhadap kematian, necrophobia dan thanatophobia memiliki perbedaan. Necrophobia lebih berfokus pada ketakutan terhadap sesuatu atau benda yang berhubungan dengan kematian.

Sedangkan, thanatophobia memiliki ketakutan terhadap kematian dengan memikirkan proses kematiannya dan berpikir akan kematian diikuti dengan rasa cemas dan menjauh dari lingkungan sekitarnya tanpa ada rasa takut dengan benda-benda terkait dengan kematian.

Bagaimana tanda-tanda seseorang yang mengalami Necrophobia?

Dilansir dari betterhelp.com dan verywellmind.com, terdapat gejala spesifik seseorang mengalami necrophobia, diantaranya adalah:

  1. Ketakutan yang luar biasa terhadap benda yang berhubungan dengan kematian, seperti: mayat, kuburan, dan benda-benda mati lainnya
  2. Obsesi dengan kematian/benda mati
  3. Mual, muntah, dan mulut kering
  4. Jantung berdebar dan detak tidak teratur
  5. Tekanan darah meningkat
  6. Gemetar dan berkeringat ekstrem
  7. Gelisah
  8. Kesulitan berpikir atau berbicara
  9. Takut keluar rumah
  10. Terus-menerus mencari jaminan medis

Kenapa sih, orang bisa mengalami Necrophobia?

Walaupun peneliti belum menyebutkan penyebab pasti dapat terjadi necrophobia, tetapi mereka memiliki keyakinan bahwa terdapat pengaruh dari genetika, peristiwa hidup, dan budaya yang menimbulkan rasa ketakutan yang berlebih.

Dikutip dari betterhelp.com dan verywellmind.com, terdapat beberapa pendapat tentang terjadinya necrophobia pada beberapa orang tertentu, diantaranya adalah:

  1. Memiliki peristiwa traumatis yang dimulai dari masa kanak-kanak
  2. Perasaan panik yang tidak teratasi ketika ada orang terdekat mengalami kematian, sehingga jika dibiarkan berpengaruh pada ego mereka
  3. Gangguan stres dan pemahaman mengenai kematian yang keliru berpotensi mengalami kecemasan berlebih
  4. Ada kepercayaan bahwa roh dapat kembali dan menghantui yang hidup
  5. Hadir karena menyaksikan kematian seperti: menghadiri pemakaman, bersentuhan dengan hewan mati atau tubuh manusia, atau melihat mayat yang digambarkan di media tertentu

Lalu, bagaimana cara mengatasi Necrophobia?

Dilansir dari verywellmind.com dan sehatq.com, terdapat beberapa cara mengatasi necrophobia ini, diantaranya adalah:

  1. Cobalah berlatih teknik relaksasi
    Pelajarilah cara mengendalikan, merespon, dan menghadapi berhadapan sumber ketakutan tersebut dengan tenang. Kamu bisa coba melakukan meditasi mindfulness, relaksasi otot progresif, dan pernafasan untuk memenangkan reaksi tubuhmu.
  2. Cobalah berani menghadapi rasa takut
    Penyebab terjadinya necrophobia adalah adanya isolasi dan gangguan hidup. Cobalah untuk menemukan cara terbaik untuk mengatasi rasa takut tersebut.
  3. Mengalihkan rasa takut
    Jika kamu ingin menggunakan cara ini, cobalah alihkan rasa takut ke kegiatan yang lebih positif atau memfokuskan terhadap sesuatu. Misalnyakan, bermain games, berjalan cepat, dan sebagainya untuk membantu mengalihkan pikiranmu dari rasa takut.
  4. Mendiskusikannya dengan Ahli Profesional
    Jika kamu kesulitan untuk melakukan semuanya sendiri, tidak ada salahnya menceritakan masalahmu kepada ahli profesional kesehatan mental. Kamu akan menemukan beberapa terapi yang dapat menangani fobia dan menemukan pelajaran berharga dari peristiwa yang kamu alami.
    Terapi yang biasanya digunakan adalah CBT (Cognitive Behavioral Therapy), yaitu pendekatan yang membantu mengubah cara berpikir kita didasarkan pada pikiran, keyakinan, perasaan, dan perilaku.      

Nah, itulah pembahasan tentang necrophobia yaitu ketakutan berlebih terhadap benda-benda atau sesuatu yang berhubungan dengan kematian. Semua orang memiliki perjalanan hidupnya masing-masing.

Sehingga, kamu bisa menemukan versi terbaikmu dengan mencari jalan keluar, bercerita dengan orang-orang terdekat, ataupun berkonsultasi ke aAhli pProfesional terdekat, seperti pPsikolog. Semoga, kita bisa mendukung dan menciptakan lingkungan dengan yang sehat mental yang sehat yaa, Fellas!


Penulis: Shania Amalia Hafta
Editor: Lala
Desain: Raima
SEO Editor: Adinda Zahra


Referensi:

I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.