I Am Okay Indonesia

Niatnya Makan Sebagai Alternatif Meredakan Stres, Kok Malah Membawa Petaka?

Terkadang saat suasana hati kita sedang tidak baik-baik saja, beberapa dari kita memutuskan untuk mengonsumsi berbagai jenis makanan. Harapannya tentu saja supaya perasaan kita membaik dan dapat kembali produktif.

Apakah fellas juga tipe yang ketika stres seringkali memilih untuk makan? Jika iya, sebenarnya dapat dipahami kok. Hal ini dikarenakan ketika kita makan, otak kita melepas hormon yang dinamakan dengan hormon serotonin alias hormon bahagia.

Namun, makan berlebihan juga tidak tepat ya, fellas. Makan dengan porsi di luar batas normal justru bisa mengarahkan kita pada binge-eating disorders, loh. 


Definisi Binge-Eating Disorders

Binge eating merupakan kondisi ketika individu mengonsumsi makanan dalam jumlah yang berlebihan. Meskipun terkesan tidak sehat, sebenarnya hampir setiap orang pernah mengalami episode makan berlebihan sesekali dan itu dapat dimaklumi.

Akan tetapi, ketika pengonsumsian makanan ini sampai membuat diri merasa tidak nyaman, maka itu dapat dikatakan telah menjadi sebuah gangguan yakni gangguan makan berjenis binge-eating disorders (BED).

BED melibatkan pengonsumsian makanan dalam jumlah besar dengan sangat cepat hingga merasa tidak nyaman. Yang membedakan BED dengan binge-eating yang bisa saja sesekali dilakukan ialah BED bahkan bisa dilakukan tanpa perasaan lapar yang mendasari.

Efek lainnya adalah sang pengidap mungkin akan merasa lega untuk beberapa waktu, tetapi setelahnya akan muncul perasaan malu dan rasa bersalah


Hubungan Stres dan Binge-Eating

Stres atau tekanan emosional sering berperan dalam memicu periode makan berlebihan. Hal ini dikarenakan ketika seseorang mengalami masa-masa sulit atau situasi stres ini, tubuh akan merilis banyak hormon kortisol, sebuah hormon yang dapat meningkatkan rasa lapar.

Untuk menurunkan ketegangan emosi yang dirasakan oleh adanya hormon ini, kita pun akan berusaha mengalihkannya dengan merilis hormon berkebalikan–hormon bahagia, yakni serotonin.

Salah satu cara memperoleh hormon serotonin ialah dengan mengonsumsi makanan, terutama yang manis. Siklusnya seperti ini; ketika kita stres maka kita akan makan banyak, tetapi kebanyakan makan akan membuat kita stres kemudian, dan ini terus berlanjut layaknya lingkaran setan. 


Treatment Binge-Eating

Fellas pasti sudah tidak asing lagi dengan pepatah yang berkata bahwa apapun yang berlebihan tentunya tidak baik, kan. Begitu pula dengan pola makan berlebihan ini.

Meskipun tergolong dalam gangguan makan yang juga sudah diakui dalam DSM-V, gangguan makan berlebihan ini tetap bisa diobati, kok. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan sebagai upaya penanganan gangguan makan berlebihan.

  1. Psikoterapi

Secara psikoterapi berarti penanganan akan diberikan melalui terapi psikologis. Dalam hal ini, akan ada beberapa opsi terapi yang bisa dilakukan yakni sebagai berikut.


CBT sejauh ini telah terbukti menjadi penanganan yang paling efektif untuk orang-orang dengan BED. CBT berfokus pada proses mengidentifikasi dan mengubah pola pikir negatif yang berkontribusi pada perilaku yang tidak diinginkan.

Tujuan diberikannya CBT ini ialah untuk mengetahui penyebabnya sehingga dapat diberikan strategi yang dianggap paling sesuai dengan kondisi pengidapnya. Beberapa jenis intervensi termasuk menetapkan tujuan, pemantauan diri, menyusun pola makan teratur, mengubah pemikiran tentang diri dan berat badan, dan mendorong kebiasaan pengendalian berat badan yang sehat.

Selain pemberian CBT dengan bantuan terapis, CBT juga memiliki panduan untuk self-therapy, loh. Untuk mengetahui yang terbaik, bisa didiskusikan dengan terapismu terlebih dahulu ya. 


  • Interpersonal Therapy (IPT)

IPT didasarkan pada asumsi bahwa individu yang mengidap gangguan makan berlebihan melakukan episode makan berlebih sebagai mekanisme koping dalam menghadapi masalah pribadi yang belum terselesaikan seperti kesedihan, konflik hubungan, perubahan hidup yang signifikan, atau masalah sosial.

IPT ini bertujuan untuk mengidentifikasi masalah spesifik yang menyebabkan perilaku makan negatif, mengakuinya, dan kemudian membuat perubahan konstruktif.


  • Dialectical Behavioral Therapy (DBT)

DBT memandang gangguan makan berlebihan sebagai reaksi emosional terhadap pengalaman negatif yang tidak dapat diatasi oleh orang tersebut. Sehingga dapat dikatakan bahwa terapi ini berusaha mengajarkan orang untuk mengatur respons emosional mereka sehingga mereka dapat mengatasi situasi negatif dalam kehidupan sehari-hari tanpa melakukan makan berlebihan. Empat fokus dalam DBT adalah perhatian, toleransi terhadap tekanan, regulasi emosi, dan efektivitas interpersonal.


  1. Farmakoterapi

Selain terapi, penanganan juga dapat diberikan melalui obat-obatan. Jenis obatan yang mungkin dijadikan pilihan ialah obat-obatan berjenis antidepresan, anti-kecemasan, dan obat pengendalian nafsu makan dan kompulsi.

Dalam beberapa kasus, kedua pendekatan penanganan sangat mungkin diberikan secara bersamaan. Tentu dengan pertimbangan dari tenaga profesional. Oleh karena itu, selalu konsultasikan setiap tahapan penyembuhan pada ahlinya ya. 

Itu dia penjelasan mengenai binge-eating disorder yang seringkali ditrigger oleh rasa tertekan dan stres. Namun, tidak mungkin sebagai manusia kita tidak mengalami stres. Untuk itu, apakah fellas memiliki alternatif menangani stres lainnya?


Penulis: Rayzafie
Editor: Hera
Desain: Riska
SEO Editor: Noviarazm


Referensi:

  1. Mandl, E. (2019, December 3). Binge eating disorder: Symptoms, causes, and treatment. Healthline. Retrieved November 11, 2022, from https://www.healthline.com/nutrition/binge-eating-disorder  
  2. Lyons, L. (2017, October 27). Eating Makes Me Happy. Eating Disorder Hope. Retrieved November 11, 2022, from https://www.eatingdisorderhope.com/blog/eating-makes-happy   
  3. Scott, J. R. (2022, February 18). What is binge eating? VerywellMind. Retrieved November 11, 2022, from https://www.verywellmind.com/when-does-overeating-become-binge-eating-3495807    
  4. Watson, S. (2022, August 28). How does stress affect binge eating? WebMD. Retrieved November 11, 2022, from https://www.webmd.com/mental-health/eating-disorders/binge-eating-disorder/stress-binge-eating-disorder