I Am Okay Indonesia

No Gadget, Lakukan Ini untuk Memaksimalkan Short Break Kamu!

Lingkungan yang begitu serba cepat belakangan ini membuat diri kita terkadang merasa dikejar oleh sesuatu yang tak berwujud. Banyak orang yang merasa selalu sibuk dan tak memiliki waktu untuk dirinya sendiri. Selesai mengerjakan tugas yang satu, tugas lain pun masih menanti dan membayangi pikiranmu setiap harinya.

Parahnya lagi, kamu justru merasa bersalah dan menganggap bahwa jika kamu beristirahat itu sama saja dengan membuang menit-menit berharga untuk mengerjakan tugas. Jika sudah seperti itu, kamu benar-benar harus mulai terbiasa untuk memberi jeda sejenak alias short break di sela-sela kesibukanmu.

Gak perlu istirahat yang sampai liburan ke luar kota. Cukup dengan beberapa menit short break saja!

Mengapa Short Break Itu Penting?

Hampir tidak ada sekolah yang tidak memberikan waktu istirahat kepada muridnya, bahkan hingga di bangku perkuliahan pun waktu istirahat itu pasti ada. Tapi, ternyata masih banyak yang justru tidak mau memanfaatkan momentum tersebut. Ada yang lebih baik tetap mengerjakan tugas yang memerlukan fokus otak meskipun sudah melakukannya untuk waktu yang cukup lama. Sebuah studi oleh Korpela, Kinnunen, Geurts, de Bloom, dan Sianoja (2016) mengungkapkan bahwa mengambil istirahat makan siang dan melepaskan diri dari pekerjaan untuk beberapa saat dapat meningkatkan energi dan mengurangi kelelahan.

Di samping itu, ada pula yang justru menggunakan waktu istirahatnya untuk scrolling media sosial. Padahal kamu justru bisa lebih kecanduan untuk mengecek smartphone dan bisa menjadi kebiasaan. Dibandingkan bermain gadget, Dr. Gazzaley, seorang ahli saraf dan Dr. Rosen, seorang psychologist, menyarankan kita untuk melakukan aktivitas lain di waktu short break yang dapat memulihkan bagian otak kita guna tetap mendapatkan fokus sepanjang hari.

Penelitian telah menunjukkan bahwa istirahat bisa sangat bermanfaat bagi kita dan pekerjaan kita. Short break atau bisa disebut istirahat yang sifatnya mikro ini telah terbukti memiliki hubungan positif dengan kesejahteraan dan produktivitas yang jika dilakukan secara teratur bisa meningkatkan kinerja kita. Sebuah studi juga telah menemukan bahwa istirahat dapat mengurangi stres, membantu kita mempertahankan kinerja sepanjang hari, dan bisa menghindari kita dari kelelahan di penghujung hari.

No Gadget, Ini Cara yang Baik untuk Memaksimalkan Short Break!

Setelah tahu pentingnya short break, pastinya kurang banget kalau kita gak bahas tentang cara untuk memaksimalkan short break itu sendiri. Mulai sekarang, setelah Fellas membaca artikel ini, coba ubah kebiasaan istirahat dengan scrolling medsos menjadi enam kegiatan berikut ini!

  1. Kembali ke alam. Lihatlah alam sekitar kamu, entah itu sekedar tanaman yang ada di teras rumah, pepohonan di pinggir jalan, atau kamu bisa jalan-jalan sebentar di taman. Hirup udaranya, tarik nafas berulang kali untuk menyegarkan pikiranmu yang suntuk. Ada studi yang mengungkapkan bahwa berjalan-jalan di lingkungan alami akan lebih meningkatkan memori otak dibandingkan berada di lingkungan kota.

Kamu juga bisa memperhatikan detail-detail kecil dari tanaman yang kamu lihat. “Wah, ini daunnya banyak lubang,” atau “Bunga yang di area ini masih lebih kecil dibandingkan itu,” amati dan bermonologlah dengan pikiranmu sendiri. Jika seandainya, kamu benar-benar tidak bisa meninggalkan meja belajar atau meja kerjamu, kamu bisa banget manfaatin gadget kamu untuk mencari gambar atau video tentang alam selama beberapa menit. Ingat, bukan untuk scrolling media sosial dan usahakan jika pada keadaan terdesak saja.

  1. Menggambar asal atau melamun. Yap, kamu gak salah baca. Menggambar asal-asalan atau bahkan melamun sejenak juga bisa membantu kamu untuk meningkatkan fokus, lho. Ketika melamun, kita membiarkan pikiran kita mengembara tanpa batas. Begitu pula ketika kita menggambar asal di sebuah kertas, kita menyediakan ruang untuk pikiran kita untuk memikirkan hal-hal baru tanpa adanya paksaan.

Kamu hanya perlu mengatur alarm selama sepuluh menit untuk melakukan kegiatan ini. Kamu juga bisa mencoba website Do Nothing for 2 Minutes sebagai gantinya. Siapa tahu dari melamun atau menggambar asal tadi, kamu bisa menemukan inspirasi baru yang tidak pernah terpikirkan ketika kamu mencoba sangat keras namun dalam keadaan tertekan.

  1. Latihan Mata. Tidak bisa dipungkiri kalau mata kita adalah salah satu bagian tubuh yang paling banyak bekerja. Ditambah lagi harus menatap layar gadget selama berjam-jam dalam sehari. Ada suatu teknik latihan mata yang dinamakan teknik 20-20-20. Maksudnya, setiap 20 menit sekali, tataplah sesuatu berjarak 20 kaki selama 20 detik. Dengan cara ini kamu bisa mengurangi ketegangan mata dan kelelahan.
  1. Tertawa. Walaupun efek jangka panjang dari tertawa masih sering diperdebatkan, namun dalam jangka pendek tertawa menunjukkan efek perbaikan memori. Melansir Distracted Mind: Ancient Brains in High-Tech World, orang dewasa yang menonton video lucu mendapat skor lebih baik pada tes memori dan menunjukkan penurunan kortisol dan peningkatan endorfin dan dopamin, yang artinya lebih sedikit stres dan lebih banyak energi dan perasaan positif yang didapat.
  1. Olahraga. Tentu semua orang tahu bahwa olahraga memang sangat penting untuk menjaga kesehatan kita. Gak harus olahraga dengan menggunakan alat profesional, olahraga singkat di sela-sela waktu istirahat rupanya juga memiliki manfaat yang signifikan. Kamu bisa banget memanfaatkan short break selama 7 hingga 10 menit untuk melakukan olahraga ringan, seperti berlari kecil ataupun jalan cepat.

Melansir Edutopia, melakukan aktivitas fisik dapat meningkatkan aliran darah dan oksigen di otak, meningkatkan konektivitas saraf dan merangsang pertumbuhan sel saraf di hipokampus yang merupakan pusat pembelajaran dan memori.

  1. Bermain dengan teman. Ada yang merasa bermain atau sekedar mengobrol dengan teman itu hanya membuang-buang waktu? Mulai sekarang coba ubah pikiranmu itu. Penelitian menunjukkan bahwa ketika kita bermain bersama teman, kita juga belajar tentang bagaimana cara menyelesaikan konflik dan bagaimana mengelola emosi dan perilaku yang merupakan keterampilan dasar dalam hidup.

Memang waktu itu sangatlah berharga sehingga kamu mungkin merasa lebih baik menyelesaikan pekerjaanmu dibandingkan melakukan aktivitas lainnya. Namun, tidak ada salahnya kita mencoba menikmati waktu yang kita miliki dan menjadi lebih rileks dalam menjalani kehidupan. Semangat terus, Fellas!

Penulis: Dwi Nantari
Editor: Nurul Malahayati
Desain: Zordy

Referensi:

  1. Eyal, Nir. 2021. Research Reveals How to Take a Better Break. Psychology Today. https://www.psychologytoday.com /intl/blog/automatic-you/202109/research-reveals -how-take-better-break
  2. Terada, Youki. 2018. Research Tested Benefits of Breaks. Edutopia. https://www.edutopia.org/article /research-tested-benefits-breaks
  3. The Wellbeing Thesis. 2021. The Importance of Taking Breaks. The Wellbeing Thesis. https://thewellbeingthesis.org.uk /foundations-for-success/importance-of-taking -breaks-and-having-other-interests/
I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.