I Am Okay Indonesia

Notulensi It’s Time to Talk Vol. 2: Time to Level Up Yourself: Membandingkan Diri dengan Orang Lain Itu Buruk? Gak Selalu Kok!

Bersama Athalla Hardian, Alya Rohali, dan dr. Hafezd Herlando Lubis, tanggal 10 April 2021 kemarin I Am Okay memfasilitasi webinar mengenai isu kesehatan mental khas remaja dan anak muda, yaitu membanding-bandingkan diri sendiri atau biasa dikenal dengan istilah social comparison yang umum diikuti dengan peer pressure. Yuk, simak sekilas apa saja yang dipelajari kemarin!

Remaja dan Kesehatan Mental

Menurut Permenkes no. 25 tahun 2014, remaja merupakan individu berusia 10-18 tahun. Remaja merupakan masa transisi dari anak-anak ke dewasa yang ditandai dengan adanya pubertas. 

Remaja rentan mengalami masalah terkait NAPZA, kecelakaan, serta masalah mental dan emosional. Umumnya hal ini disebabkan perkembangan otak dan hormonal remaja yang belum matang sehingga memicu timbulnya perilaku berisiko. Selain itu, pertemanan menjadi hal yang sangat berpengaruh bagi kehidupan remaja. Oleh karena itu, social comparison dan peer pressure menjadi salah satu isu kesehatan mental khas remaja.

Memahami Social Comparison

Social comparison adalah perbandingan perilaku, kemampuan, sifat dengan orang lain secara sadar maupun tidak. 

Social comparison memiliki dua jenis: 

  1. Membandingkan dengan orang yang kondisinya lebih baik dari kita
  2. Membandingkan dengan orang yang kondisinya lebih buruk dari kita.

Kenapa kita melakukan social comparison?

Kita memiliki kecenderungan natural untuk selalu ingin mengevaluasi diri kita, salah satu caranya adalah dengan membandingkan diri dengan orang lain.

Apa saja yang menyebabkan terjadinya social comparison pada lingkungan remaja?

  1. Kehadiran media sosial yang membuat kita melihat segala hal positif yang ditampilkan orang lain
  2. Perbandingan dengan kelompok 

Mengenal Peer Pressure

Peer pressure adalah tekanan yang dialami seseorang karena pengaruh dari lingkungan sosial, terutama teman sebaya.

Apa yang menyebabkan peer pressure terjadi?

  1. Perilaku yang sesuai dengan usia
  2. Kurangnya penerimaan diri

Bagaimana dampak peer pressure pada lingkungan remaja?

  1. Peer pressure bisa bermanfaat untuk memotivasi remaja dan menjadi support system bagi mereka
  2. Peer pressure bisa mempengaruhi pandangan diri remaja, meningkatkan kecemasan, dan stres

Memanfaatkan Peer Pressure dengan Positif

Simak tips dari Kak Athalla dan Tante Alya dalam menghadapi peer pressure dan mengubahnya menjadi hal yang positif berikut ini:

  1. Memandang masalah sebagai tantangan dan kesempatan untuk belajar
  2. Menerapkan pola pikir pejuang (growth mindset) yang fleksibel
  3. Jadikan kesempatan ini untuk mengenali diri sendiri
  4. Sadari bahwa setiap dari kita unik dan spesial

Menarik bukan pembahasannya? Nantikan #ItsTimeToTalk volume berikutnya dengan topik yang relatable, narasumber keren, dan ilmu yang bermanfaat lainnya, ya!

Desain oleh: Amelia Putri A
Penulis: Shafira Izqiva
Editor: Nida Zhafira

I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.