Jangan Anggap Sepele! Pendidikan Ternyata Berpengaruh Terhadap Kesehatan Mental, Loh!

Pendidikan dan Kesehatan Mental – Kesehatan mental patut untuk dijaga dan tidak boleh diabaikan oleh semua orang. Aktivitas yang kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari kadang membuat kita lelah secara mental. Termasuk juga ketika kita sedang menimba ilmu di sekolah atau universitas, kondisi kesehatan mental sering kali menjadi perhatian karena beban tanggung jawab yang ada.

Akan tetapi, kita tidak bisa hanya melihat dari sisi negatifnya saja. Pendidikan juga memiliki kontribusi positif untuk kesehatan mentalmu. Kita akan bahas lebih lanjut di ulasan berikut ini, ya. Keep scrolling!

Bagaimana Pendidikan Berkontribusi bagi Kesehatan Mental Seseorang?

Kesehatan mental seseorang memengaruhi caranya berpikir, bertindak, merasa, dan termasuk juga bagaimana cara seseorang dalam menangani stres atau bagaimana ia berhubungan dengan orang lain. Ini juga tergambar dari tingkat pendidikan seseorang.

Dilansir Pearson, kita dapat meningkatkan kesehatan mental kita dengan berhubungan dengan orang lain, membangun keterampilan, dan dengan memiliki tujuan atau hobi. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan tersebut adalah melalui pendidikan.

Sekolah atau kampus kalian adalah tempat di mana kamu dapat bertemu dengan orang baru, mengubah cara pandang dalam menghadapi permasalahan, mengembangkan keterampilan baru secara soft skill maupun hard skill, dan bisa mendukungmu untuk mendapatkan karier yang sesuai dengan tujuan yang dibangun sejak masa menuntut ilmu. Pendidikan dapat meningkatkan kesehatan mental karena memberikan rasa pencapaian di dalamnya.

Semakin Tinggi Pendidikan Bisa Membuat Kesehatan Mental Lebih Baik?

Psikolog klinis bernama Dr. Stephanie Smith juga menuturkan bahwa mempelajari keterampilan baru bisa berdampak sangat bagus bagi kesehatan mental. Dalam proses kita di bangku sekolah dan ketika menginjak perkuliahan, akan ada banyak aktivitas bermakna yang dapat kita lakukan. Dengan kata lain, aktivitas selama kita menuntut ilmu memungkinkan kita untuk mencapai kesuksesan-kesuksesan kecil yang dapat menumbuhkan motivasi untuk mengeksplorasi lebih banyak hal yang bermanfaat bagi diri sendiri.

Berkaitan dengan hal tersebut, semakin tinggi pendidikan yang kita tempuh, maka semakin banyak kesempatan belajar yang kita miliki. Oleh karena itulah disebutkan bahwa pendidikan yang lebih tinggi cenderung menimbulkan kondisi kesehatan mental yang lebih baik. Alasannya adalah bahwa orang-orang terpelajar memiliki lebih banyak pilihan dan dengan demikian maka mereka memiliki lebih banyak kendali atas hidup mereka untuk mendapatkan keamanan yang lebih baik.

Efek Kesehatan Mental yang Buruk terhadap Pelajar

Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, kita tidak bisa memandang suatu hal dari satu sisi saja. Pendidikan dalam ulasan sebelumnya memang memberikan sejumlah manfaat bagi kesehatan mental kita dan mendorong kita untuk memiliki motivasi dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan.

Di samping hal itu, ada sejumlah beban yang dipikul oleh para pelajar ketika mereka berada di bangku sekolah dan juga perkuliahan. Semakin tinggi pendidikan sama artinya bahwa tanggung jawab yang ditanggung semakin besar. Inilah yang menjadi tantangan bagi para pelajar yang harus mereka lalui terlebih dahulu dan merupakan proses pembentukan ketahanan dan pengalaman mereka dalam menghadapi permasalahan.

Proses tersebut tidak hanya dilakukan oleh diri sendiri, tetapi lingkungan sekitar juga dapat memberikan dukungan pada mereka yang sedang menuntut ilmu. Jika tidak, kesehatan mental yang menurun tersebut dapat menyebabkan beberapa efek seperti berikut ini.

  1. Tingkat keterlibatan mereka dengan kegiatan-kegiatan di sekolah atau kampus akan menurun karena mereka tidak tertarik dan tidak mau terlibat dalam diskusi. Mereka mungkin merasa tidak mampu untuk mengikuti kegiatan atau tidak mampu untuk melakukan interaksi sosial dengan orang lain. Dengan begitu mereka akan melewatkan berbagai kesempatan selama di bangku sekolah atau perkuliahan.
  2. Konsentrasi akan menurun sehingga mereka kesulitan untuk mencerna materi dalam kelas. Mereka mungkin merasa terganggu oleh lingkungan dan memilih untuk tidak aktif dalam sesi diskusi. Kemampuan mereka dalam memahami pembelajaran juga akan menurun dan tugas-tugas menjadi terbengkalai yang membuat keadaan mereka mungkin semakin parah.
  3. Mereka yang kesehatan mentalnya menurun, mungkin juga tidak tertarik dengan tujuan atau perkembangan jangka panjang. Risiko kesehatan mental sering dikaitkan dengan tingkat putus sekolah yang lebih tinggi. Kondisi kesehatan mental mereka yang menurun menghalangi pemikiran jangka panjang mereka.

Bagaimana pun juga, kondisi kesehatan mental itu penting bagi setiap orang, tidak terkecuali para pelajar. Lingkungan sekitar perlu menyadari hal tersebut dan segera membawa mereka kepada pihak yang profesional untuk menangani kondisi mental tersebut.


Penulis : Dwi Nantari
Editor : Noor Faa’izah
Desain : Zordy
SEO Editor : Adinda Zahra


Referensi:

  1. Anonim. How Does Poor Mental Health Affect Students? 6 Key Impacts. Inside Government. https://blog.insidegovernment.co.uk/higher-education/how-does-mental-health-affect-students
  2. Anonim. (2022). Education Boosts Mental Health. Pearson Accelerated Pathways. https://pearsonaccelerated.com/blog/education-boosts-mental-health
  3. Williams, Nicola. (2021). How does Education Affect Mental Health? News Medical Life Sciences. https://www.news-medical.net/health/How-does-Education-Affect-Mental-Health.aspx#:~:text=and%20mental%20health-,Higher%20levels%20of%20education%20have%20been%20associated%20with%20better%20mental,earn%20more%20throughout%20their%20lifetimes