Pentingnya Sosok Model dalam Kehidupan versi Albert Bandura

Hi, fellas! Apakah kamu memiliki role model dalam suatu bidang yang sedang kamu tekuni? Adakah seseorang yang sangat kamu kagumi dan kamu juga ingin berhasil seperti dia? Jika ada, you did great! Ternyata memiliki sosok “model” adalah langkah yang tepat dalam memulai perjalanan kalian mewujudkan impian kalian, loh!

Albert Bandura

Persoalan ini merupakan bagian dari Social Learning Theory yang dikembangkan oleh Albert Bandura (1997). Bagaimana ya, peran dari sosok “model” dalam mendorong diri kita untuk terus berproses? Untuk mengetahui lebih lanjut, simak artikel ini sampai habis, yuk!

Apa itu Social Learning Theory?

Albert Bandura mengusulkan social learning theory atau bisa juga disebut sebagai observational learning ini karena ia menyadari bahwa proses kognitif saja tidak cukup untuk menggambarkan proses belajar seseorang. Proses kognitif memang memiliki peran, namun ada hal lain yang menurut Bandura juga ikut andil di dalam proses tersebut.

Bandura menambahkan elemen sosial dalam teorinya dengan anggapan bahwa seseorang mempelajari sesuatu dengan melakukan observasi atau pengamatan dan kemudian menirunya. Dengan begitu, social learning theory ini dianggap sebagai jembatan antara behaviorist dan cognitive learning theories yang meliputi proses perhatian, memori, dan motivasi. 

Misalnya ketika seorang remaja mendapatkan pelajaran sepak bola di sekolahnya. Dengan sendirinya ia akan tahu apa yang harus dilakukan dalam permainan sepak bola karena ia sudah pernah melihat pertandingan sepak bola di televisi sebelumnya. Inilah yang disebut dengan pembelajaran observasional.

Hal ini pula yang ditangkap dalam salah satu eksperimen terkenal dalam sejarah psikologi yang melibatkan boneka bernama Bobo. Anak-anak dalam penelitian tersebut mengamati bagaimana orang dewasa bertindak kasar terhadap boneka tersebut dan kemudian meniru apa yang dilakukan oleh orang dewasa.

Akan tetapi, meskipun dikatakan bahwa manusia dapat belajar dengan meniru seorang “model”, Bandura menambahkan bahwa aspek kognitif juga berpengaruh di dalamnya. Maksudnya adalah bahwa manusia dapat memilih dan juga memilah perilaku yang ingin dipelajari melalui pemodelan tersebut. Jadi, bukan semata-mata meniru seluruh perilaku dari model yang ada, tetapi kita juga memiliki pertimbangan untuk memilih perilaku yang akan ditiru.

Kamu juga bisa mengenal Self Regulated Learning yang pastinya bakal

bermanfaat dalam proses belajarmu di artikel ini, ya.

Bagaimana Model dapat Mempengaruhi Perilaku Seseorang?

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, social learning theory menganggap bahwa manusia dapat belajar melalui observasi perilaku dari “model” yang ditentukan. Albert Bandura mengidentifikasi tiga model dasar dalam pembelajaran observasional, antara lain:

  • Model langsung, yaitu melibatkan individu yang aktual atau nyata yang mendemonstrasikan suatu perilaku.
  • Model simbolik, yaitu melibatkan karakter nyata atau fiksi dalam buku, film, televisi, atau media online lainnya yang menampilkan suatu perilaku.
  • Model instruksi verbal, yaitu melibatkan deskripsi atau penjelasan tentang suatu perilaku tertentu.

Dari sini kita tahu bahwa sosok “model” dalam kehidupan ini tidak hanya merupakan orang terdekat, seperti orang tua, guru, atau teman. Akan tetapi, karakter fiksi yang kita baca atau lihat dalam film, drama televisi, novel, atau berbagai media lain juga bisa menjadi sosok model yang dapat kita tiru.

Dilansir Simply Psychology, model yang kita amati dapat mempengaruhi perilaku kita dengan beberapa kondisi berikut ini.

  1. Seseorang lebih cenderung untuk mengamati dan meniru orang yang dirasa memiliki kemiripan dengan dirinya. Kemiripan tersebut bisa jadi berasal dari segi latar belakang pendidikan, ekonomi, dan lain sebagainya.
  2. Seseorang kemungkinan besar untuk meneruskan perilaku model yang ditiru jika dirasa perilaku tersebut memiliki manfaat, yang dilihat dari adanya penguatan eksternal maupun internal. Penguatan eksternal yang positif atau negatif akan kecil pengaruhnya jika dirasa tidak sesuai dengan kebutuhan atau nilai yang kita pegang.
  3. Seseorang juga mempertimbangkan apa yang akan terjadi pada orang lain (model) ketika memutuskan untuk meniru tindakan model atau tidak. Dengan kata lain, kita mengidentifikasi terlebih dahulu apa yang terjadi pada model sebelum mengambil keputusan untuk meniru perilakunya.

4 Proses Mediasi dalam Social Learning Theory

Albert Bandura mengemukakan bahwa pemodelan terdiri dari empat proses atau kondisi mediasi yang harus dipenuhi, yaitu:

  • Attention, yang artinya bahwa kita memerlukan perhatian untuk dapat belajar terhadap perilaku model. Kita mungkin perlu untuk memperhatikan pola-pola perilaku model, dengan syarat bahwa perilaku tersebut memang menarik perhatian kita.
  • Retention, artinya kita perlu mengingat perilaku model sebelum mencoba untuk menirunya karena kita tidak bisa serta merta meniru perilaku tersebut saat itu juga.
  • Reproduction, artinya kita mempraktikkan perilaku model yang telah kita amati. Kita mungkin melewati beberapa kali percobaan, namun tidak menutup kemungkinan ada beberapa yang bisa berhasil dalam sekali coba. Pengulangan akan membuatnya lebih baik, misalnya ketika kita mengikuti model dalam melakukan permainan basket.
  • Motivation, yaitu kita memerlukan adanya motivasi untuk meniru perilaku yang telah dicontohkan. Penguatan dan hukuman yang kita terima dari pihak eksternal memainkan peran penting.

Wah, ternyata sosok “model” itu punya pengaruh juga, ya, sama pembentukan perilaku atau tindakan yang kita ambil. Bahkan model tersebut pun juga bukan cuma dari orang terdekat, tapi bisa jadi karakter fiksi yang kita amati, asalkan menurut kita sosok model itu memiliki kemiripan tertentu dengan diri kita sendiri.

Di samping itu semua, tentunya proses belajar yang kita lakukan setiap hari juga bergantung pada bagaimana kita menanggapi segala tantangan yang ada. Mengenai hal itu, kamu juga bisa belajar caranya berpikir secara fleksibel di artikel ini.


Penulis : Dwi Nantari
Editor : Aski
Desain : Hemal
SEO Editor : Della AP


Referensi

  1. Cherry, Kendra. (2021). How Social Learning Theory Works. Verywell Mind. https://www.verywellmind.com/social-learning-theory-2795074
  2. Maulana, Robi. (2017). Teori Albert Bandura: Social Learning (Update). Psikologi Hore!. https://psikologihore.com/teori-albert-bandura-social-learning/
  3. McLeod, Saul. (2016). Albert Bandura’s Social Learning Theory. Simply Psychology. https://www.simplypsychology.org/bandura.html
  4. Sutton, Jeremy. (2022). What Is Bandura’s Social Learning Theory? 3 Examples. Positive Psychology. https://positivepsychology.com/social-learning-theory-bandura/