I Am Okay Indonesia

Perjalananku Sebagai Survivor Mental Issue

Hola, namaku Aliyya. 

Perkenankan diriku untuk membagi pengalaman pribadiku tentang permasalahan mental yang sedang ku hadapi yaitu BPD a.k.a Borderline Personality Disorder. Sebelumku bercerita ku akan memberikan penjelasan secara singkat apa itu Borderline Personality Disorder. 

Borderline Personality Disorder (BPD) 

Borderline personality disorder (BPD) atau gangguan kepribadian ambang adalah gangguan mental yang ditandai dengan suasana hati serta citra diri yang senantiasa berubah-ubah, dan perilaku yang impulsif (source; Alodokter). 

Sebenarnya aku mengetahui BPD ini saat diriku memberanikan diri menemui psikiater. Mengapa ku memutuskan menemui psikiater? Karena aku mulai merasakan dimana mood ku semakin tidak stabil menjadi gampang marah dalam seketika dan bisa merasakan sangat hampa walaupun berada disekitar teman baikku, aku mulai memikirkan hal-hal yang belum tentu benar dan hal-hal negatif, seperti memikirkan apakah perkataan ku dan perbuatanku itu menyakiti mereka, apakah mereka membenciku karena perkataanku, dan bahkan aku memikirkan apakah diriku pantas untuk berada di sekitar orang-orang terdekatku. Pikiran ini lah yang dapat membuatku sulit untuk tidur, aku juga memiliki rasa takut akan penolakan, ditinggalkan dan perpisahan sehingga membuatku selalu berusaha untuk melakukan sesuatu sesuai apa yg orang lain harapkan, dan yang terakhir rasa takut yg telah disebutkan sebelumnya membuatku melukai diri sendiri. 

Saat aku akhirnya bertemu dengan psikiater aku menceritakan hal apa saja yang menggangguku dan apa dampak dari hal-hal tersebut (seperti yang diatas), setelah pertemuan itu aku didiagnosa memiliki BPD, ketika mendengarnya, aku sangat terkejut karena ku berpikiran bahwa ini hanya stress dikarenakan aku dalam posisi menuju kedewasaan tapi ternyata pikiranku salah.

(ATTENTION: JANGAN MENJADIKAN DIAGNOSIS YANG AKU ALAMI SEBAGAI PATOKAN UNTUK MENDIAGNOSIS DIRI KALIAN, ITU SANGAT BERBAHAYA.) 

Jadi, untuk saat ini aku sedang dalam proses untuk mengendalikan emosiku dengan cara menyalurkannya ke dalam hal yang bersifat positif, mulai menjauhkan pikiranku dari hal-hal yang negatif, melakukan terapi, dan belajar untuk mengontrol emosiku. Dari hal inilah yang membuatku sadar bahwa setiap orang bisa saja memiliki issue mental health sehingga melatihku untuk aware dengan lingkungan sekitar. 

Ada beberapa alasan yang mendasari mengapa aku berani menceritakan hal ini, yang pertama, karena aku tidak mau menganggap bahwa permasalahan mental yang sedang aku hadapi ini adalah suatu kelemahanku dalam melakukan hal yang aku sukai, dan yang kedua, aku juga sadar bahwa masih ada orang yang belum paham betul betapa pentingnya kesehatan mental itu sehingga aku berharap denganĀ  ceritaku ini, akuĀ  bisa membuat orang lain lebih peduli dengan perkataan dan perbuatan mereka.

Penulis: Andi fauziah aliyya R
Editor: Muthia Nida
Desain: Keke

I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.