I Am Okay Indonesia

Perlukah Keluar Dari Zona Nyaman?

“Pagi ke pagi ku terjebak di dalam ambisi
Seperti orang-orang berdasi yang gila materi
Rasa bosan membukakan jalan mencari peran
Keluarlah dari zona nyaman”

Sepenggal lirik pembuka dari lagu Zona Nyaman milik Fourtwnty ini mengajak kita untuk meninggalkan zona nyaman. Pastinya kerap mendapati kalimat atau ucapan motivasi untuk keluar dari zona nyaman kalau ingin berkemban.  Tapi sebenarnya apa itu zona nyaman?

Apakah benar kita harus keluar dari zona nyaman kalau ingin berkembang dan sukses? Seberapa bahaya kalau kita tetap berada atau bahkan terjebak dalam zona nyaman? 

Apa itu Zona Nyaman?

Comfort Zone atau zona nyaman bisa diartikan sebagai suatu kondisi di mana kamu merasa nyaman dengan keadaan yang sekarang kamu jalani, entah itu pekerjaan, pertemanan maupun aktivitas keseharian lainnya. Zona nyaman seringnya diartikan sebagai sesuatu yang buruk. Apakah itu benar? Perhatikan ilustrasi berikut:

Si A adalah seorang introvert. Dia senang melakukan hal-hal yang tidak terlalu membutuhkan komunikasi dengan banyak orang. Melukis misalnya. Dia bisa berdiam diri seharian di rumah atau di taman memperhatikan sekelilingnya kemudian berimajinasi dan mentransfernya ke atas kanvas. Lain lagi dengan si B. Ia justru sangat senang kalau bertemu dengan orang banyak dan memperluas jaringan.

Tak heran ia memilih untuk menjadi seorang jurnalis. Jika si B disuruh untuk berdiam diri di rumah, apakah ia senang dan nyaman? Tentu saja tidak. Si B pasti tidak tahu mau berbuat apa dan ia akan merasa bosan. Begitupun sebaliknya dengan si A.

Keduanya sudah senang berada di zona mereka masing-masing. Apakah mereka perlu untuk keluar dan mencari hal baru? Kenapa mereka tidak meningkatkan saja kemampuannya sehingga mereka bisa ahli di bidangnya masing-masing? 

Perlukah Keluar Dari Zona Nyaman?

Seringkali orang mencari aktivitas berbeda atas nama “keluar dari zona nyaman”. Padahal berada di zona nyaman tidak sepenuhnya salah. Apakah selama ini kita keliru memaknai zona nyaman?

Zona nyaman sebenarnya memberikan kamu kepastian, rasa nyaman dan perasaan yang menyenangkan saat menjalani suatu aktivitas atau kebiasaan. Kamu bisa melakukan banyak hal dengan stabil tanpa gangguan, karena kamu tidak menghadapi banyak tekanan.

Namun disisi lain, kita punya yang namanya rasa bosan. Melakukan aktivitas yang sama secara terus-menerus memang membuat kita bosan. Di sinilah tantangan dan pilihan hadir. Apakah kamu ingin terus berada di zona nyaman untuk melakukan aktivitas berulang dengan sedikit perubahan atau kamu perlu mencari zona nyaman kamu yang lainnya?

Keluar dari zona nyaman merupakan pilihan. Beberapa orang merasa harus keluar dari zona nyaman untuk berkembang. Ada pula yang memilih tetap di zona nyaman karena merasa cukup dengan apa yang dia punya sambil memaksimalkan zona nyamannya.

Yang terpenting adalah kamu harus mengenali diri sendiri terlebih dahulu. Agar kamu bisa mengetahui potensi yang kamu miliki.

Desain oleh:  Farah Shalihah
Penulis: Abd. Hamid
Editor: Muthia Nida

Referensi:

  1. https://www.timesindonesia.co.id /read/news/192259/zona-aman-vs-zona-nyaman
  2. https://hamidzainal.wordpress.com /2019/07/30/zona-nyaman-atau-zona-aman/
  3. https://raizinvest.id/blog /7-alasan-mengapa-zona-nyaman-bisa-membuat-anda-tidak-berkembang/
  4. https://www.sehatq.com /artikel/tak-selalu-menakutkan-ini-7-langkah-tepat-keluar-dari-zona-nyaman
I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.