I Am Okay Indonesia

Persahabatan Lawan Jenis, Emang Bisa? Kenalan Dulu Sama Platonic Love Agar Tak Terjebak Friendzone

“Kamu percaya nggak kalau cowok sama cewek itu bisa sahabatan?”

Pastinya kalian tidak asing kan dengan pertanyaan tersebut yang seringkali kita dengar dari lingkungan sekitar. Banyak perdebatan mengenai persahabatan antara laki-laki dan perempuan. Ada yang sepakat bahwa itu bisa saja terjadi, tapi ada pula yang kontra dengan ide tersebut.

Stigma bahwa individu yang berbeda gender tidak bisa menjadi sahabat sepertinya kuat melekat pada diri kita. Seringkali dua sahabat yang berbeda gender kesulitan dalam menentukan jenis ikatan emosional yang mereka alami.

Ketidakjelasan jenis hubungan dan perasaan yang mereka rasakan ini pada akhirnya membuat kedua orang terkait berujung terjebak dalam situasi tidak menyenangkan yang sering kita sebut sebagai friendzone. 

Namun, ternyata ada jenis cinta yang tepat guna mendeskripsikan situasi tersebut lho, fellas! Jenis cinta yang satu ini bisa menjadi solusi serta acuan dalam membangun hubungan persahabatan lawan jenis yang sehat dan pastinya membantu kalian agar terhindar dari situasi friendzone.

Kira-kira jenis cinta seperti apa, ya? Yuk, simak pembahasan berikut!

Apa itu Platonic Love?

Ternyata sebuah hubungan yang melibatkan rasa kasih sayang tidak selalu berkaitan dengan hal romantis ataupun dorongan seksual, lho, fellas

Jenis cinta ini disebut dengan istilah platonic love. Secara sederhana, platonic love merupakan sebuah jenis cinta yang melibatkan rasa kasih sayang, keinginan untuk saling memahami, komitmen untuk saling mendukung, serta kesadaran bahwa hubungan yang dijalani tidak melibatkan perasaan romantis. 

Hubungan platonic dalam persahabatan lawan jenis ini  juga membutuhkan adanya keinginan masing-masing pihak untuk menjaga dan menghormati batasan-batasan personal yang perlu dijaga sebagai kunci membentuk suatu hubungan platonic yang baik dan sehat. 

Perbedaan Friendzone dan Platonic Love

Friendzone sendiri dikenal sebagai situasi saat seorang individu memiliki ketertarikan secara seksual dan melibatkan perasaan romantis yang tak terbalas pada teman atau sahabatnya sendiri (Chakraberty, 2015). Hal ini tentunya bertolak belakang dengan definisi dari platonic love yang secara garis besar dapat dipahami sebagai suatu jenis cinta yang tidak melibatkan ketertarikan seksual dan hubungan romantis. 

Perlu dipahami bahwa setiap “label” hubungan memiliki karakteristik dan batasannya masing-masing. Dalam kasus terjadinya friendzone, biasanya terdapat satu pihak yang mengharapkan hubungan pertemanan tersebut bisa berkembang ke arah hubungan percintaan dan ia tidak sungkan untuk bersikap melebihi batasan-batasan pertemanan itu sendiri.

Berbeda dengan friendzone, hubungan platonic dilandasi kesadaran kedua belah pihak untuk menghormati serta menjaga batasan-batasan pertemanan yang telah ditentukan guna menjaga hubungan tersebut tetap bermakna dan jauh dari kata toxic. 

Pada intinya, perbedaan hubungan friendzone dan platonic terletak pada batasan-batasan hubungan itu sendiri. Oleh karena itu, agar tidak terjebak friendzone, pastikan kamu dan sahabatmu sama-sama tahu batasan satu sama lain, ya, fellas!

Tips Agar Tak Terjebak Friendzone

Nah, berikut ini beberapa tips supaya kalian terhindar dari situasi friendzone yang dapat merusak persahabatan:

  1. Jangan Dulu Ke-GR-an
    Kadang yang bikin kecewa itu ekspektasi diri kita sendiri, bener apa bener, nih, fellas? Nah, maka dari itu kendalikan harapan kalian agar tidak kecewa, ya! Jangan gampang mengartikan sikap dia yang manis sebagai bentuk rasa suka, kalau ujungnya malah bikin duka.
  1. Tentukan Batasan Dalam Pertemanan
    Tak peduli seberapa dekat kamu dengan sahabat lawan jenismu, jangan lupa akan batasan-batasan yang harus dijaga. Hal ini bisa dilakukan dengan menghindari kontak fisik berlebihan, memberikan perhatian secukupnya, serta menghargai privasi sahabatmu. Ingat, sesuatu yang berlebihan kadang nggak baik untuk diri kita, nih, fellas!
  1. Komunikasikan Dengan Lugas Status Hubungan Kalian
    Meskipun terkesan ekstrem, namun mengomunikasikan perasaan  terhadap satu sama lain dapat membantu kalian memperjelas kedekatan dan makna hubungan kalian. Selain itu, komunikasi juga bisa membantu kalian terhindar dari kesalahpahaman yang bisa memperburuk hubungan persahabatanmu, lho!

    Dalam hubungan platonic, khususnya antara dua orang berbeda gender, laki-laki dan perempuan pastinya memiliki karakter atau watak yang berbeda. Namun, perbedaan ini lah yang dapat membantu laki-laki dan perempuan menjalin persahabatan yang positif serta suportif. Perempuan yang merasa nyaman dengan sahabat laki-lakinya bisa belajar untuk bersikap lebih rasional dan lebih blak-blakan. Begitu pula sebaliknya, laki-laki yang merasa nyaman dengan sahabat perempuannya bisa lebih leluasa untuk menunjukkan sisi emosionalnya.

    Pada dasarnya, hubungan platonic ini memberikan banyak benefit untuk membangun hubungan persahabatan lawan jenis yang sehat.
    Persahabatan antara laki-laki dan perempuan emang complicated dan selalu jadi topik yang berhasil menjadi pemantik seru dalam suatu obrolan. Nah, setelah baca artikel tadi, kalian termasuk dalam tim pro atau kontra nih terhadap stigma bahwa perempuan dan laki-laki itu nggak bisa sahabatan?

    “Kamu percaya nggak kalau cowok sama cewek itu bisa sahabatan?”

    Pastinya kalian tidak asing kan dengan pertanyaan tersebut yang seringkali kita dengar dari lingkungan sekitar. Banyak perdebatan mengenai persahabatan antara laki-laki dan perempuan. Ada yang sepakat bahwa itu bisa saja terjadi, tapi ada pula yang kontra dengan ide tersebut.

Stigma bahwa individu yang berbeda gender tidak bisa menjadi sahabat sepertinya kuat melekat pada diri kita. Seringkali dua sahabat yang berbeda gender kesulitan dalam menentukan jenis ikatan emosional yang mereka alami. Ketidakjelasan jenis hubungan dan perasaan yang mereka rasakan ini pada akhirnya membuat kedua orang terkait berujung terjebak dalam situasi tidak menyenangkan yang sering kita sebut sebagai friendzone. 

Namun, ternyata ada jenis cinta yang tepat guna mendeskripsikan situasi tersebut lho, fellas! Jenis cinta yang satu ini bisa menjadi solusi serta acuan dalam membangun hubungan persahabatan lawan jenis yang sehat dan pastinya membantu kalian agar terhindar dari situasi friendzone.

Kira-kira jenis cinta seperti apa, ya? Yuk, simak pembahasan berikut!

Apa itu Platonic Love?

Ternyata sebuah hubungan yang melibatkan rasa kasih sayang tidak selalu berkaitan dengan hal romantis ataupun dorongan seksual, lho, fellas

Jenis cinta ini disebut dengan istilah platonic love. Secara sederhana, platonic love merupakan sebuah jenis cinta yang melibatkan rasa kasih sayang, keinginan untuk saling memahami, komitmen untuk saling mendukung, serta kesadaran bahwa hubungan yang dijalani tidak melibatkan perasaan romantis. 

Hubungan platonic dalam persahabatan lawan jenis ini  juga membutuhkan adanya keinginan masing-masing pihak untuk menjaga dan menghormati batasan-batasan personal yang perlu dijaga sebagai kunci membentuk suatu hubungan platonic yang baik dan sehat. 

Perbedaan Friendzone dan Platonic Love

Friendzone sendiri dikenal sebagai situasi saat seorang individu memiliki ketertarikan secara seksual dan melibatkan perasaan romantis yang tak terbalas pada teman atau sahabatnya sendiri (Chakraberty, 2015). Hal ini tentunya bertolak belakang dengan definisi dari platonic love yang secara garis besar dapat dipahami sebagai suatu jenis cinta yang tidak melibatkan ketertarikan seksual dan hubungan romantis. 

Perlu dipahami bahwa setiap “label” hubungan memiliki karakteristik dan batasannya masing-masing. Dalam kasus terjadinya friendzone, biasanya terdapat satu pihak yang mengharapkan hubungan pertemanan tersebut bisa berkembang ke arah hubungan percintaan dan ia tidak sungkan untuk bersikap melebihi batasan-batasan pertemanan itu sendiri.

Berbeda dengan friendzone, hubungan platonic dilandasi kesadaran kedua belah pihak untuk menghormati serta menjaga batasan-batasan pertemanan yang telah ditentukan guna menjaga hubungan tersebut tetap bermakna dan jauh dari kata toxic. 

Pada intinya, perbedaan hubungan friendzone dan platonic terletak pada batasan-batasan hubungan itu sendiri. Oleh karena itu, agar tidak terjebak friendzone, pastikan kamu dan sahabatmu sama-sama tahu batasan satu sama lain, ya, fellas!

Tips Agar Tak Terjebak Friendzone

Nah, berikut ini beberapa tips supaya kalian terhindar dari situasi friendzone yang dapat merusak persahabatan:

  1. Jangan Dulu Ke-GR-an
    Kadang yang bikin kecewa itu ekspektasi diri kita sendiri, bener apa bener, nih, fellas? Nah, maka dari itu kendalikan harapan kalian agar tidak kecewa, ya! Jangan gampang mengartikan sikap dia yang manis sebagai bentuk rasa suka, kalau ujungnya malah bikin duka.
  1. Tentukan Batasan Dalam Pertemanan
    Tak peduli seberapa dekat kamu dengan sahabat lawan jenismu, jangan lupa akan batasan-batasan yang harus dijaga. Hal ini bisa dilakukan dengan menghindari kontak fisik berlebihan, memberikan perhatian secukupnya, serta menghargai privasi sahabatmu. Ingat, sesuatu yang berlebihan kadang nggak baik untuk diri kita, nih, fellas!
  1. Komunikasikan Dengan Lugas Status Hubungan Kalian
    Meskipun terkesan ekstrem, namun mengomunikasikan perasaan  terhadap satu sama lain dapat membantu kalian memperjelas kedekatan dan makna hubungan kalian. Selain itu, komunikasi juga bisa membantu kalian terhindar dari kesalahpahaman yang bisa memperburuk hubungan persahabatanmu, lho!

Dalam hubungan platonic, khususnya antara dua orang berbeda gender, laki-laki dan perempuan pastinya memiliki karakter atau watak yang berbeda. Namun, perbedaan ini lah yang dapat membantu laki-laki dan perempuan menjalin persahabatan yang positif serta suportif.

Perempuan yang merasa nyaman dengan sahabat laki-lakinya bisa belajar untuk bersikap lebih rasional dan lebih blak-blakan. Begitu pula sebaliknya, laki-laki yang merasa nyaman dengan sahabat perempuannya bisa lebih leluasa untuk menunjukkan sisi emosionalnya. Pada dasarnya, hubungan platonic ini memberikan banyak benefit untuk membangun hubungan persahabatan lawan jenis yang sehat.

Persahabatan antara laki-laki dan perempuan emang complicated dan selalu jadi topik yang berhasil menjadi pemantik seru dalam suatu obrolan. Nah, setelah baca artikel tadi, kalian termasuk dalam tim pro atau kontra nih terhadap stigma bahwa perempuan dan laki-laki itu nggak bisa sahabatan?


Penulis: Shivaherninda
Editor: Lala
Desain: Riska
SEO Editor:


Referensi:

  1. Dewi, S. T., & Minza, W. M. (2016). Strategi Mempertahankan Hubungan Pertemanan Lawan Jenis pada Dewasa Muda. Gadjah Mada Journal of Psychology, 2(3), 192-202.  10.22146/gamajop.36946
  2. Lidyawati, K., & Lestari, S. B. (2018). Disolusi Hubungan Persahabatan Lawan Jenis Ketika Friendzone. Interaksi Online, 6(4), 574-585. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/interaksi-online/article/download/21993/20238
  3. Yacob. R. M. (2021, 25 Oktober). Platonic Relationship : Bisakah Laki-Laki dan Perempuan Berteman Tanpa Rasa Suka. Ultimagz. https://ultimagz.com/lifestyle/platonic-relationship-bisakah-pria-dan-wanita-berteman-saja-tanpa-rasa-suka/