I Am Okay Indonesia

Pikun atau Memang Salah? Yuk kenalan dengan False Memories

Coba ingat-ingat lagi, deh. Pernah gak kalian disuruh orangtua untuk tutup pintu dan kalian merasa sudah ditutup. Akan tetapi, saat kalian cek ternyata pintunya masih dalam keadaan terbuka. Mungkin kebanyakan dari kita pernah atau sering mengalami hal ini ya, fellas.

Ternyata fenomena ini ada istilah nya loh yang disebut dengan false memories. Mau cari tahu lebih lanjut? Yuk simak artikelnya!

Definisi False Memories

False memories adalah sebuah fenomena psikologis dimana seorang individu mengingat suatu kejadian tertentu yang sebenarnya tidak pernah terjadi atau kejadian nyata yang dideskripsikan berbeda dari realitanya.

Berdasarkan American Psychologist Association (APA) Dictionary, false memories merupakan sebuah ingatan yang terdistorsi dari pengalaman tertentu yang terjadi. False memories dikatakan sebagai kesalahan penafsiran dari detail, fakta, atau peristiwa yang sebenarnya jelas muncul di dalam pikiran.

Mudahnya, false memories bisa jadi merupakan sepenuhnya imajinasi atau ingatan yang berbeda dari peristiwa yang sebenarnya terjadi.

Apa sih yang menyebabkan false memories?

Kok bisa sampai ada unsur imajinasi? 

Yup, bener banget. False memories pada dasarnya menyangkut unsur imajinasi karena hilangnya memori tertentu dalam pikiran kita. Berikut ini beberapa faktor lain yang menyebabkan munculnya false memories : 

  1. Persepsi yang tidak akurat 

Faktanya, persepsi manusia memang tidak sempurna, terkadang kita bisa melihat sesuatu yang tidak ada dan malah melewatkan yang di depan mata. Umumnya, false memories terjadi karena informasi yang diterima tidak diproses dengan benar sejak awal.

Sehingga munculah celah-celah memori yang nantinya akan terisikan dengan informasi imajinatif. 

  1. Emosi 

Berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan, kejadian dengan emosi yang kuat cenderung lebih mudah diingat, loh. Namun, peneliti juga mengungkapkan jika pengalaman dengan emosi negatif seringkali berujung pada ketidakakuratan memori atau false memories. 

  1. Disinformasi 

Informasi yang salah menjadi salah satu penyebab umum dari false memories. Ketika seseorang diberikan informasi yang tidak akurat maka ia akan cenderung mengingatnya sebagai suatu hal yang benar. 

  1. Sugesti 

Pengaruh sugesti ternyata sangat kuat dalam membentuk false memories loh, fellas! Hal ini dikarenakan ketika seseorang sudah tersugesti maka informasi baru tersebut dapat mengubah memori original dalam pikiran, yang menyebabkan munculnya memori-memori baru yang salah. 

  1. Misattribution

Banyaknya informasi baru yang masuk seringkali membuat otak kewalahan dalam menyortir berbagai informasi tersebut atau dikenal dengan misattribution. Ketika otak salah dalam menyimpulkan penyebab dari suatu peristiwa, maka false memories sangat mampu untuk terjadi. 

Dampak False Memories

False memories ini sebenarnya adalah fenomena yang seringkali kita jumpai bahkan alami, loh. Saking seringnya kita sampai sulit melihat dampak signifikan yang bisa diakibatkan oleh false memories itu sendiri.

Berdasarkan penelitian yang ada, ternyata false memories dalam kehidupan sehari-hari tidak berdampak besar. Namun, pada peristiwa tertentu seperti interogasi polisi, false memories dapat mengancam kehidupan seseorang terlebih mereka yang tidak bersalah. 

Walaupun tidak terlalu berbahaya, jika dibiarkan begitu saja maka false memories ini akan berakar lebih kuat hingga menjadi misinformation effect. Hal ini merupakan tahapan tertinggi dari false memories dimana seseorang tidak dapat lagi membedakan antara ingatan palsu/imajinatif dan asli yang dipengaruhi oleh berbagai macam faktor, baik sugesti dari orang lain atau melalui media informasi. 

Lalu, gimana cara mencegah false memories?

Sebuah studi mengenai pencegahan false memories dilakukan oleh psikolog bernama Jason M. Watson dari University of Washington. Hasil studi menyatakan jika meningkatkan kontrol memori dapat mencegah terjadinya false memories.

Watson menjelaskan jika kapasitas kerja memori lebih besar maka seseorang akan lebih mudah menangkap informasi, dimana hal ini bisa mencegah terjadinya celah informasi untuk false memories. 

Beberapa langkah praktikal untuk meningkatkan kontrol memori, seperti :

  • Mempelajari hal baru (memasak, bermain alat musik, belajar bahasa asing, menari, dll)
  • Minum air putih yang cukup 
  • Meditasi 
  • Berlatih Yoga
  • Olahraga
  • Hindari makanan instan, manis, dan berminyak
  • Atur jadwal tidur secara konsisten
  • Cobalah untuk lebih terorganisir

Nah, setelah mengetahui informasi mengenai false memories, yuk kita sama-sama belajar meningkatkan kontrol memori diri sendiri, mulai dari hal-hal kecil seperti contoh di atas!


Penulis: Agnes
Editor: Noor Faa’izah
Desain: Keke
SEO Editor: Hafizh


Referensi:

  1. American Psychological Association. (2005, February 5). Increased cognitive control helps prevent false memories. American Psychological Association. Retrieved February 18, 2022, from https://www.apa.org/monitor/feb05/cognitive#
  2. Cherry, K. (2020, July 31). What Is a False Memory? How Fake Memories Form. Verywell Mind. Retrieved February 18, 2022, from https://www.verywellmind.com/what-is-a-false-memory-2795193
  3. Cherry, K. (2021, August 12). How False Memories Are Formed. Verywell Mind. Retrieved February 18, 2022, from https://www.verywellmind.com/how-do-false-memories-form-2795349
  4. Perera, A. (2021, April 7). Iconic Memory. Simply Psychology. Retrieved February 18, 2022, from https://www.simplypsychology.org/false-memory.html
https://italianafarmacia24.it/compra-kamagra-oral-jelly-senza-ricetta-online/https://www.laballatadeiprecari.com/
I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.