I Am Okay Indonesia

Sayang Buang Barang Berharga Memang Wajar. Tapi, Jangan Sampai Hoarding ya!

Hai fellas, apa yang akan kamu lakukan jika memiliki barang berharga? Pastinya fellas akan menyayangi dan menjaganya dengan baik dong. Barang berharga, apalagi yang penuh kenangan, pastinya ingin disimpan dengan baik agar ingatan dan perasaan positif yang dirasakan saat menerima barang tersebut dapat dikenang.

Hal ini sama sekali tidak salah kok, malah merupakan pertanda yang baik sebab itu merupakan wujud menghargai dan menyayangi barang. Namun, menyimpan juga tidak selamanya baik loh, apalagi jika hanya menyimpan tetapi tidak digunakan kembali alias hanya dibiarkan di suatu tempat begitu saja. Yuk, kenalan dengan hoarding disorders, ketika menyimpan barang berharga berujung menjadi kekacauan.

DEFINISI HOARDING DISORDERS

Hoarding disorders merupakan gangguan psikologis yang dimiliki oleh individu dengan keinginan yang besar untuk menimbun barang tetapi merasa sulit untuk menyingkirkannya. Kesulitan itu biasanya hadir dari rasa cemas dan tidak nyaman karena barang yang dibuang biasanya dinilai berharga oleh pengidapnya.

Alhasil, selalu berakhir dengan terjadinya penumpukan barang. Beberapa barang yang biasanya ditimbun meliputi buku, majalah, pakaian, ataupun barang keperluan rumah tangga lainnya.

Sayangnya, meski kondisi rumah atau suatu ruangan menjadi penuh oleh barang, para pengidap hoarding disorders masih tetap merasa perilakunya tepat dan bukan suatu masalah.

Meski penyebab secara jelas dari hoarding disorders belum diketahui secara pasti, faktor biologis, kondisi mental, dan peristiwa traumatis dinilai sebagai kemungkinan yang paling tinggi dalam menyebabkan hoarding disorders pada seseorang.

BEDANYA HOARDING DAN SEKADAR MENGOLEKSI

Memiliki barang berharga memang sangat wajar membuat kita ingin menjaganya sebaik mungkin. Namun, itu berbeda dengan hoarding alias penimbunan. Perbedaan utama antara keduanya ialah pengorganisasian barang yang dimaksud.

Jika mengoleksi, maka biasanya kita akan menatanya sebaik mungkin sehingga bisa dengan mudah diakses ketika ingin dilihat atau digunakan, sedangkan menimbun tandanya barang disimpan dengan sembarangan yang bahkan besar kemungkinan tidak dilirik oleh pemiliknya.

Bahkan, meski dilirik dan kondisi barangnya sudah tidak baik atau rusak, pengidap hoarding disorders akan cenderung mempertahankannya.

DAMPAK HOARDING DISORDERS

Bagi pengidapnya, hoarding disorders hanyalah bagian dari hidup mereka dan bukanlah sebuah masalah besar. Akan tetapi, daripada manfaat, sebenarnya para pengidap hoarding disorders ini lebih banyak menjumpai dampak buruk bagi kehidupan mereka. Berikut beberapa dampak dari hoarding disorders.

  1. Tidak Adanya Ruang yang Bersih dan Rapi
    Tentu dampak utama dari penimbunan berkaitan dengan kebersihan dan kerapian. Hal ini disebabkan semakin banyaknya barang yang berada dalam suatu ruangan, maka akan semakin sulit juga untuk dibersihkan.
    Jika terus menerus dibiarkan tidak bersih, kita pun akan kesulitan meletakkan barang lainnya dalam ruangan tersebut. Alhasil, ruangan tersebut akan menjadi kotor dan tidak rapi serta lembab. Jika sudah demikian, berbagai sampah, bakteri, kotoran, atau bahkan virus bisa berkembang. Pastinya ini dapat menyebabkan seseorang mudah sakit. 
  1. Kesulitan Beraktivitas
    Terlalu banyak barang yang menumpuk di suatu tempat dapat menyebabkan seseorang sulit beraktivitas secara lebih produktif. Hal ini karena sang penimbun hanya akan memiliki sedikit ruang untuk bergerak.
    Ini secara perlahan membuatnya jadi enggan melakukan apa-apa dan hanya menghabiskan waktu di sisi tempat yang masih cukup leluasa untuk bergerak.
  2. Berisiko Kematian
    Menimbun barang dapat menjadi risiko kematian bagi seseorang karena kesulitannya akses keluar ruangan. Sebagai contoh, penimbun majalah ingin memasak dan tidak sengaja majalah yang ditimbunnya mengenai api, tentu akan terjadi kebakaran besar karena setiap majalah ditata berantakan. Alhasil, dirinya akan kesulitan untuk berlari keluar ruangan. 
  3. Ketidakharmonisan Hubungan Interpersonal
    Ketika seseorang memiliki hoarding disorders, kemungkinan orang lain akan enggan berkunjung ke rumahnya. Alasannya tentu sederhana dan dapat dipahami, seperti rasa sesak, sulitnya bergerak, dan tidak nyaman.
    Alhasil, pengidapnya pun akan lebih banyak menghabiskan waktu di rumahnya sendirian. Padahal, memiliki relasi sosial yang baik, termasuk dikunjungi oleh orang lain, dapat meningkatkan kesejahteraan mental individu secara keseluruhan.

Nah, itu dia pembahasan mengenai hoarding disorders. Mulai sekarang, barang berharga jangan hanya disimpan dan ditinggalkan ya fellas, tapi dirawat dan dirapikan juga. Kira-kira, barang berharga apa nih yang dimiliki fellas?


Penulis: Rayzafie
Editor: Azmihhanifa
Desain:
SEO: Novia Razmuliani


REFERENSI:

  1. Cleveland Clinic. (2022, December 7). Hoarding disorder: What it is, causes, symptoms & treatment. Retrieved December 8, 2022, from https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17682-hoarding-disorder 
  2. Mayo Clinic. (2018, February 3). Hoarding disorder. Retrieved December 8, 2022, from https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hoarding-disorder/symptoms-causes/syc-20356056  
  3. National Health Service United Kingdom. (n.d.). Hoarding disorder. Retrieved December 8, 2022, from https://www.nhs.uk/mental-health/conditions/hoarding-disorder/