I Am Okay Indonesia

Serba-Serbi Kepribadian Versi MBTI: Akuratkah?

Kepribadian merupakan sifat dan karakteristik unik yang ditampilkan secara konsisten dalam berbagai situasi, waktu, dan tempat oleh individu

Bukan rahasia umum lagi jika banyak orang mencoba tes kepribadian untuk mengenal diri lebih jauh. Salah satu tes yang paling populer adalah MBTI. Tapi, apakah MBTI memang dapat mengungkap kepribadian manusia secara akurat? Sebelum membahas jawabannya, yuk kita pahami dulu definisi dari kepribadian.

Kepribadian Itu Apa, Sih?

Kepribadian atau personality sebenarnya berasal dari bahasa Latin persona yang merujuk pada topeng dalam pertunjukkan drama Yunani kuno. Dengan kata lain berarti, persona berarti peran yang dimainkan oleh para aktor tersebut. Tapi, definisi ini tentunya tidak banyak diterima oleh para ilmuwan psikologi sebab kepribadian jauh lebih dalam dibandingkan peran yang “dimainkan” di depan orang lain. 

Kepribadian justru merupakan sifat dan karakteristik unik yang ditampilkan secara konsisten dalam berbagai situasi, waktu, dan tempat oleh individu sehingga membuat individu tersebut unik. 

Siapa yang Membuat MBTI?

Sesuai dengan namanya yakni Myers-Briggs Type Indicator, MBTI dikembangkan oleh Katharine Cook Briggs bersama dengan anak perempuannya, Isabel Myers berdasarkan teori kepribadian Carl Jung yang dicetuskan pada tahun 1900-an. Dalam teori tersebut, Jung menjelaskan bahwa terdapat tipe-tipe psikologis pada individu yang terbagi menjadi 6 kategori, yaitu introversion, extraversion, thinking, feeling, sensing, dan intuiting. Myers-Briggs pun mengembangkan teori tersebut sejak tahun 1940 hingga menjadi  8 kategori yang membentuk 16 tipe kepribadian. 

Komponen MBTI 

Secara umum, terdapat 8 kategori atau indikator pembentuk kepribadian yang dapat disederhanakan lagi menjadi 4 kelompok. 

  • Introvert (I) dan Ekstrovert (E), yaitu cara seseorang memusatkan perhatian dan berinteraksi dengan lingkungannya. Kelompok ini adalah kelompok yang paling populer di masyarakat namun juga cenderung diartikan dengan kurang tepat. Ekstrovert adalah tipe kepribadian yang senang dan merasa lebih bersemangat apabila berinteraksi dengan banyak orang. Sementara introvert adalah tipe yang menyukai interaksi mendalam dan merasa bersemangat apabila menghabiskan waktu seorang diri. Jadi, introvert bukan berarti pribadi pemalu dan tidak bisa bersosialisasi, melainkan mereka merasa lebih mudah lelah dalam keramaian sehingga lebih menikmati waktu seorang diri yang tenang.
  • Sensing (S) dan Intuition (N), yaitu cara seseorang memahami sebuah informasi. Sensing adalah tipe yang cenderung memperhatikan fakta, realita, dan berbagai detail dalam lingkungannya, sementara intuition menggambarkan cara perolehan informasi yang berdasarkan pada kemungkinan, imajinasi, dan berbagai pemikiran abstrak.
  • Thinking (T) dan Feeling (F), yaitu cara seseorang mengambil keputusan. Thinking merujuk pada pengambilan keputusan yang berdasar kepada informasi nyata dan objektif sehingga cenderung logis dan konsisten, sementara feeling merupakan tipe yang mempertimbangkan perasaan dan emosi orang lain ketika hendak membuat keputusan.
  • Judging (J) dan Perceiving (P), yaitu cara seseorang merespon lingkungan sekitar. Judging menggambarkan individu yang mengambil keputusan secara terstruktur dan tegas, sementara perceiving merujuk pada pengambilan keputusan yang lebih fleksibel dan mudah disesuaikan dengan keadaan. 
MBTI dapat menjadi awal untuk melakukan refleksi sehingga tidak ada salahnya untuk dicoba. 

Hal penting yang perlu digaris bawahi adalah setiap individu memiliki seluruh karakteristik di atas. Akan tetapi, terdapat salah satu karakteristik yang cenderung dominan dan muncul lebih konsisten. Jadi, dibandingkan melihatnya sebagai sesuatu yang hitam dan putih atau ada dan tidak ada, lebih tepat apabila kita melihat kepribadian sebagai suatu kontinum rendah hingga kuat. 

Apakah MBTI Dapat Dipercaya?

Namun, meskipun sangat populer, nyatanya MBTI masih memperoleh banyak perdebatan dalam dunia psikologi hingga saat ini. MBTI dinilai tidak reliabel atau tidak menunjukkan hasil yang konsisten sebab 40-75% individu memperoleh hasil yang berbeda pada pengerjaan tes yang kedua. MBTI juga dianggap tidak bisa menggambarkan kepribadian individu secara keseluruhan sebab hanya terdiri atas 8 indikator. 

Individu pun dipaksa untuk dikategorikan ke dalam salah satu kategori tanpa mempertimbangkan  aspek-aspek lain. Misalnya, apabila kamu memperoleh skor 55% untuk kategori introvert dan teman kamu memperoleh skor 80% untuk kategori yang sama, maka kalian berdua akan sama-sama tergolong ke dalam kategori introvert. Padahal berdasarkan skor tersebut, kamu memiliki karakteristik ekstrovert yang jauh lebih kuat dibandingkan temanmu tersebut. 

Meskipun begitu, penggunaan MBTI yang mudah tetap dapat membantu individu untuk lebih mengenal diri sendiri dan orang lain meskipun sebenarnya membutuhkan berbagai pengukuran tambahan untuk memperoleh kesimpulan yang lebih menyeluruh mengenai kepribadian. 

Ingat pula bahwa MBTI tidak dirancang untuk memprediksi, melainkan sebatas mendeskripsikan dirimu pada saat itu saja. Dengan demikian, hasilnya tidak bisa menjamin kesuksesan dalam karir tertentu dan sangat mungkin untuk berubah pada masa depan.

Penulis: Fahira Dumbi
Editor: Nurul Malahayati
Desain: Dono

Referensi:

  1. Cherry, K. (2021). An Overview of the Myers-Briggs Type Indicator. Verywell Mind. https://www.verywellmind.com /the-myers-briggs-type-indicator -2795583#reliability-and-validity 
  2. Fadli, R. (2021). Akuratkah Tes Kepribadian dengan MBTI?. Halodoc. Retrieved from https://www.halodoc.com/artikel /akuratkah-tes-kepribadian -dengan-mbti 
  3. Feist, J., Feist, G. J., & Roberts, T. (2018). Theories of Personality. McGraw Hill Education. 
  4. Psychology Today. (2021). Myers-Briggs. Retrieved from https://www.psychologytoday.com /us/basics/myers-briggs#is -the-myers-briggs-legitimate 
  5. Robert, B. W., & Mroczek, D. (2008). Personality trait change in adulthood. Current Directions in Psychological Science, 17, 31-35.The Myers & Briggs Foundation. (2021). Misconceptions About the MBTI Assessment. Retrieved from https://www.myersbriggs.org/more-about -personality-type/misconceptions -about-the-MBTI-assessment/
I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.