Sibuk, Tidak Melulu Produktif, loh!

Berapa banyak kegiatan atau aktivitas yang kamu lakukan dalam seminggu? Dua? Tiga? Atau bahkan lebih dari 5 kegiatan yang kamu kerjakan dalam seminggu? Lalu, seberapa berhasil kamu menyelesaikan kegiatan-kegiatan itu dengan baik? Apa saja yang kamu peroleh dengan mengerjakan banyak kegiatan dalam satu waktu?

Pertanyaan-pertanyaan ini muncul tanpa alasan. Banyak orang menganggap jika mengerjakan banyak kegiatan dalam satu waktu adalah tanda seseorang produktif. Bahkan tak sedikit juga orang yang mengorbankan waktu istirahatnya demi menyelesaikan beberapa kegiatan yang ia miliki agar bisa mengerjakan kegiatan lainnya. 

Akan tetapi, tahukah kamu kalau sibuk tidak melulu berkaitan dengan produktif? Jika kamu menghabiskan waktu dengan banyak kegiatan yang sama sekaligus dan menyelesaikannya, itu menjadi bagian dari sibuk kerja. Tidak memiliki waktu luang untuk hal-hal lain juga termasuk sibuk.  Jadi, jika berbicara tentang kesibukan, maka hal ini menyangkut tentang kerja keras kamu untuk menyelesaikan pekerjaan yang kamu miliki. Sementara jika kita berbicara tentang produktif, ini menyangkut bagaimana kamu bekerja lebih cerdas untuk menyelesaikan pekerjaan kamu.

Bedanya Sibuk dan Produktif

  1. Skala Prioritas

Meski keduanya sama-sama memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, namun orang produktif tahu betul mengatur skala prioritas yang harus diselesaikan lebih dulu. Mereka tahu mana yang pekerjaan yang penting dan mendesak. Berbeda dengan orang yang sibuk. Orang yang sibuk cenderung menganggap semuanya sangat penting dan mendesak sehingga ingin menyelesaikannya dalam satu waktu. Alhasil, justru pekerjaannya tidak terselesaikan dengan baik atau bahkan tertunda hingga bertumpuk.

  1. Time Management

Karena orang produktif tahu mengatur skala prioritas, maka mereka dapat mengatur waktunya untuk menyelesaikan satu pekerjaan sebelum menyelesaikan pekerjaan lainnya. Bahkan, mereka dapat mengatur kapan waktunya istirahat, kapan waktunya harus bekerja lagi. Sebaliknya orang yang sibuk tidak dapat mengatur kapan waktunya istirahat, kapan waktunya bekerja. Mereka malah akan sering mengecek pekerjaannya setiap saat satu persatu.

  1. Kemampuan Multitasking dan Fokus

Masih berkaitan dengan poin nomor 1, orang yang produktif mampu untuk fokus menyelesaikan pekerjaannya sesuai dengan skala prioritas yang mereka susun. Mereka akan multitasking pada pekerjaan yang sedang diprioritaskan. Sedangkan orang yang sibuk cenderung menjadi multitasking pada beberapa pekerjaan yang beban skala prioritasnya sama. Hal ini justru membuat mereka jadi kurang fokus pada satu pekerjaan dan akhirnya pekerjaannya menumpuk.

  1. Tujuan Menyelesaikan Pekerjaan

Perbedaan lainnya antara orang yang produktif dan sibuk adalah tujuan mereka menyelesaikan pekerjaan. Orang produktif tahu betul skala prioritas pekerjaannya. Lebih jauh, orang produktif memiliki tujuan hidup yang jelas sehingga ia bekerja semaksimal mungkin dengan menjadi produktif. Sementara orang yang sibuk terkadang menyelesaikan pekerjaannya hanya untuk memenuhi tanggung jawab dan bisa beralih ke pekerjaan selanjutnya, meskipun hasilnya tidak maksimal. 

Caption: menjadi sibuk atau produktif?

Dampak Buruk Menjadi Sibuk

Sebagian orang mungkin menganggap jika menjadi sibuk adalah hal yang baik. Terlebih jika kita sibuk karena bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Padahal, terlalu sibuk hingga lupa istirahat berdampak buruk pada diri sendiri, khususnya dari sisi psikologis.

  1. Merusak Hubungan Dengan Orang Terdekat

Seberapa sering kamu menolak ajakan sahabat atau keluarga kamu untuk quality time dengan alasan sibuk? Bahkan ketika itu akhir pekan yang seharusnya digunakan untuk bersantai. Kamu terlalu larut dalam kesibukan mu hingga kamu lupa bersosialisasi dengan orang-orang terdekat. Akibatnya, kamu tidak terlalu terlibat dalam pengambilan keputusan atau bahkan jarang mengetahui kabar mereka.

  1. Tidak Pernah Merasa Puas, namun Cepat Lelah

Banyaknya kesibukan yang harus kamu selesaikan terus menerus ternyata menjadi lingkaran setan di diri kamu tanpa kamu sadari. Kamu jadi kurang puas atas pencapaian, sehingga terus menerus mencari kepuasan dengan menambah kesibukan kerja. Hal ini tentu saja berdampak pada tubuh kamu yang kadang terlalu cepat merasa lelah.

  1. Meningkatkan Risiko Kesehatan Mental

Orang yang sibuk bekerja ternyata dapat menimbulkan berbagai macam masalah kesehatan mental. Misalnya depresi, anxiety hingga OCD (Obsessive Compulsive Disorder). Seperti yang dikutip dari situs Web MD melalui hellosehat.com, terdapat studi yang melibatkan 16.500 pekerja. 8% di antaranya termasuk dalam kategori workaholic. Hasilnya, sepertiga di antaranya lebih beresiko terkena ADHD dan 26% dari mereka menunjukkan tanda-tanda OCD.

Menyibukkan diri dengan banyak kegiatan bermanfaat memang menyenangkan, namun menjadi produktif di setiap kegiatannya adalah hal yang baik. Jadi kamu adalah orang yang sibuk atau produktif?

Penulis: Abd. Hamid
Editor: Noor Faa’izah
Desain: Zordy

I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.