Stop Jadi Beban Keluarga dengan Cara Ini

Kamu bangun di pagi hari dengan penuh semangat karena membayangkan hari ini akan melengkapi catatan, merapikan lemari pakaian, dan mulai mencicil projek UAS, seperti yang sudah direncanakan sebelumnya. “Yes, hari ini akan produktif!” batinmu.

Namun, lihat! Sekarang sudah pukul  21.00 dan kamu baru melengkapi catatan sekadarnya, belum menyentuh lemari pakaian apalagi projek UAS. Yap, rasa malas lagi-lagi mengalahkan rencanamu. Namun, kenapa? Apa yang membuatmu mengabaikan tugas-tugas meski kamu sudah merencanakan akan melakukannya?

Rahasia di Balik Rasa Malas

Ketika kamu menemukan dirimu bermalas-malasan atau bersantai di tengah minggu yang seharusnya sibuk, kemungkinan besar kamu tidak sekadar malas.

Justru, kamu sedang berhadapan dengan penghalang yang tidak terlihat, beberapa di antaranya adalah:

1. Rasa takut

Bisa jadi kamu takut gagal ketika mengerjakan tugas tersebut, bisa jadi kamu takut berurusan dengan orang yang berhubungan dengan tugas itu, bisa jadi kamu takut akan ekspektasi orang terhadap kinerjamu dalam mengerjakan tugas ini. Rasa takut merupakan emosi yang kuat untuk mengarahkan perilaku kita.

2. Kebingungan

Sebenarnya kamu gak malas, kamu hanya bingung mau mengerjakan apa, mau mulai dari mana, mau menyelesaikan bagian yang mana dulu. Sekuat apapun motivasi yang kamu miliki, sulit menyelesaikan suatu tugas tanpa arahan yang jelas.

3. Kewalahan

Ketika sudah tenggelam dalam kesibukan, kadang sulit bagi kita untuk melihat gambaran besar dari apa yang sebenarnya dilakukan. Setiap hari kita sibuk belajar, bekerja, dan melakukan hal teknis lainnya sampai alasan utama kita setuju untuk melakukan hal ini di awal terlupakan. 

Rasa Malas bukan Penyakit

Rasa malas bukan penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Jangan khawatir, langkah-langkah berikut bisa membantu mengelola rasa malas yang kamu alami: 

1. Rasa malas merupakan gejala

Cobalah memandang rasa malas sebagai gejala atau tanda dari masalah lain, bukan merupakan masalah itu sendiri.

2. Respon dengan rasa ingin tahu, bukan penilaian

Kalau biasanya kamu mengeluh, “kok aku males banget sih? Aku beban keluarga banget deh!”, ganti dengan, “Kenapa ya aku males? Halangan apa yang sebenarnya membatasiku untuk melakukan pekerjaanku?”

3. Kenali apa yang sebenarnya menjadi hambatan

Terima dan akui alasan sesungguhnya dari rasa malas yang kamu rasakan. Menamakan penyebab rasa malas bisa membantumu mengatasi rasa malas dengan lebih tepat sasaran. Misalnya, ketika sebenarnya kamu kewalahan dengan pekerjaan saat ini, coba mundur sejenak dan tanya kembali dirimu mengenai alasan kamu melakukan ini.

Semoga setelah mencoba tips ini kamu tidak lagi merasa menjadi beban keluarga ya. Semangat!

I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.