I Am Okay Indonesia

Tak Apa Menjadi Sedikit Egois

Perkenalkan saya Lina,  saya akan bercerita tentang masalah dengan diri saya sendiri. Saya memiliki prinsip buruk di hidup saya.

Sedari kecil, saya memiliki pemikiran untuk  menjadi orang sesuai yang teman saya inginkan tujuannya agar orang lain mau berteman dengan saya. Dari  situlah saya mulai untuk selalu menerima dan melakukan apa yang teman saya minta sekalipun merugikan diri saya sendiri, saya tidak peduli. Saya hanya butuh terlihat berbeda di depan mereka agar saya dapat melakukan apa yang mereka minta dan berakhir tidak membuat mereka kecewa.

Pernah sekali teman saya kecewa dengan saya karena saya menolak ajakannya, penolakan saya lakukan itu membuat saya tidak memiliki teman.  Saya sangat marah kepada diri saya sendiri, membenci diri saya seolah saya telah melakukan kesalahan yang sangat besar.  Saya Tak ingin mengulangi apa yang saya perbuat, rasanya seperti saya harus terus membayar sesuatu agar temanku tetap ada, dan akan terus seperti Itu.  

Ternyata dengan sifat saya yang seperti ini membuat orang lain dengan mudah memanfaatkan saya, sebab sejak kecil saya selalu menuntut diri saya untuk menjadi penurut. Sulit sekali bagi saya untuk sekedar berkata ‘tidak’ dan marah kepada orang lain pun tidak pernah.Bahkan untuk sekedar terbuka kepada orang lain, saya selalu memikirkan, “bagaimana ya kalau dia terbebani dengan cerita saya?.” Hal itu membuat saya akhirnya memendam dan membiarkannya menumpuk semakin tinggi, atau ketika saya merasa bahwa saya telah merepotkan orang lain maka rasa marah dan benci Itu kembali lagi, dan membuat saya berpikiran bahwa tidak seharusnya saya ada di dunia ini, saya hanya untuk merepotkan.

Hingga saya sadar selama ini saya salah, saya membohongi bahkan merusak perasaan  saya hanya untuk orang lain, yang tanpa sadar saya juga butuh sandaran dan tidak bisa berdiri sendiri. Saya tidak perlu untuk menjadi orang lain, cukup menjadi diri sendiri untuk tetap hidup daripada menjadi orang lain yang justru membuat saya muak dan ingin mengakhiri segalanya.

Saya hanya ingin orang lain menerima saya apa adanya. Saya tidak perlu lagi memikirkan bagaimana perasaan orang lain, sampai saya sulit tidur berhari-hari. Kepada diri saya sendiri, saya hanya inginĀ  bilang “tidak apa apa kok menjadi egois sedikit saja, jangan sampai terlalu sibuk memikirkan perasaan orang lain hingga perasaan sendiri terabaikan”.

Penulis: Eka Amalia Linatushifa
Editor: Nurul Malahayati
Desain: Keke

I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.