I Am Okay Indonesia

Tanda-tanda Kamu Terjebak Hubungan Breadcrumbing

Fellas, siapa di antara kalian yang sedang menjalin hubungan percintaan? Kita semua mungkin setuju bahwa cinta merupakan anugerah terindah. Akan tetapi, pernahkah kamu mengalami atau merasa bahwa hubunganmu saat ini sedang berada pada fase ketidakpastian?

Kalau begitu, kamu perlu berhati-hati karena bisa jadi kamu sedang terjebak dalam hubungan breadcrumbing. Seperti apa sih, breadcrumbing itu? Yuk, baca artikel ini lebih lanjut untuk mengenali tanda-tanda breadcrumbing agar kamu terhindar dari sakit hati.

Apa Itu Breadcrumbing?

Breadcrumbing adalah bentuk manipulasi yang umum terjadi pada dunia percintaan, khususnya dalam online dating. Istilah breadcrumbing sendiri dapat diartikan sebagai tindakan yang di mana seseorang memberikan perhatian, kasih sayang, dan waktunya tetapi tidak bisa memberikan kepastian atau komitmen kepada pasangannya. Dengan kata lain, memberikan harapan palsu.

Jika berhadapan dengan breadcrumber, kamu tidak akan bisa memahami atau menjelaskan tindakan mereka. Setelah berinteraksi dengan mereka, kamu akan sering dibuat bingung terhadap perasaanmu. Breadcrumber akan sering berkata manis dan indah sehingga tanpa disadari kamu semakin tertarik padanya. Hal ini dilakukan semata-mata agar kamu tetap nyaman berada di dekatnya dengan ataupun tanpa adanya komitmen.

Mengapa Orang Melakukan Breadcrumbing?

Berikut ini adalah beberapa alasan yang memungkinkan orang untuk melakukan breadcrumbing dalam sebuah hubungan:

  1. Membutuhkan validasi

Umumnya, breadcrumber tidak akan merasa percaya diri kecuali mereka mendapatkan validasi dari orang lain. Maka dari itu, mereka menggunakan interaksi dengan seseorang yang tertarik kepada mereka ketika mereka sedang tidak merasa percaya diri untuk memenuhi validasi.

  1. Narsisisme

Sering kali, breadcrumber memiliki kepribadian narsisis dan self-centerd sehingga mereka tidak akan pernah merasa bersalah karena telah memanipulasi dan mempermainkan emosi orang lain.

  1. Mencari perhatian

Tak jarang breadcrumber mendekati hanya bermain-main untuk mendapatkan perhatian tanpa ada niatan untuk menjalin hubungan yang serius denganmu.

Tanda-tanda Breadcrumber

Kenali tanda-tanda dari breadcrumber agar kamu tidak membuang-buang waktu pada orang yang salah.

  1. Tidak konsisten

Seorang breadcrumber tidak akan pernah bisa bertindak konsisten. Bahkan, mereka bisa dengan sesuka hati datang dan pergi; menarik ulur perasaan kita.

  1. Sikapnya tidak bisa diprediksi

Kadang kala, breadcumber dapat bersikap begitu hangat dan penuh perhatian. Akan tetapi, sikap mereka secara tiba-tiba bisa berubah menjadi sangat dingin dan cuek. Pada satu waktu, breadcrumber bisa membuat kita merasa sangat diperhatikan dan dihargai, tetapi di lain waktu, kita bisa merasa diabaikan olehnya.

  1. Tidak mau berkomitmen

Salah satu tanda-tanda klasik dari breadcrumbing adalah seorang breadcrumber tidak akan pernah mau untuk membuat komitmen. Mereka bisa memberikan perhatian tetapi tidak akan pernah memberikan kepastian atau komitmen dalam menjalani hubungan.  

  1. Tidak mau mengeluarkan effort lebih

Seorang breadcrumber hanya akan melakukan hal yang bare minimum dan cenderung tidak mau mengeluarkan effort lebih. Salah satunya dengan melakukan komunikasi mikro, seperti sekadar berkomentar pada unggahan media sosial. Intinya, melakukan hal-hal minimal tanpa mau menginvestasikan waktu dan melakukan usaha lebih.

  1. Manipulatif

Seorang breadcrumber akan selalu memiliki banyak cara agar kamu tidak meninggalkannya. Mereka akan memanipulasi kita agar terbuai dalam tipu dayanya.

Tips Menghadapi Perilaku Breadcrumbing

Berikut ini tips yang bisa kamu terapkan untuk menghadapi breadcrumbing.

  1. Mintalah kejelasan

Tanyakan dengan jelas tentang bagaimana arah hubungan dan mintalah dia untuk berterus-terang tentang apa yang sebenarnya dirasakan. Jika ia tidak memiliki niatan yang serius, segera akhiri hubungan tersebut dan tinggalkan dia.

  1. Komunikasikan perasaanmu

Ketika kamu merasa lelah dengan pola hubungan yang tidak jelas seperti ini, beranikan diri untuk menjelaskan padanya bahwa kamu merasa tidak nyaman dengan perilakunya selama ini. Dengan begitu, kamu tidak akan membuang waktu lebih lama dan terhindar dari sakit hati.

  1. Buat keputusan tegas

Lebih baik untuk tidak terlibat lebih jauh dan membuang-buang waktu dalam hubungan dengan orang yang tidak bisa berkomitmen. Segera ambil keputusan yang tegas untuk mengakhiri interaksi dan jangan sampai kembali mengulang kesalahan yang sama. Move on dan perbaiki diri agar lebih siap untuk bertemu orang baru yang lebih baik dan membangun healthy relationship.


Penulis: Shellta Mallarangi

Editor: Zandha

Desain: Mega, Mita

SEO Editor


Referensi:

I Am Okay
I Am Okay merupakan wadah kolaborasi sosial berbentuk kampanye edukasi pentingnya kesehatan mental bagi remaja Indonesia.